The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
Chapter 11


__ADS_3

Titania dan Anthares mendapati diri mereka terbangun di kamar mereka. mata mereka mengerjakan membiasakan pada Sinar lampu temaram di langit-langit kamar sebelum pada akhirnya bangkit dan duduk di atas tempat tidur mereka masing-masing.


Dengan tergesa- gesa, mereka memeriksa tubuh mereka dan mendapati bekas luk yang mereka pikir mereka alami di mimpi.titania mulai bergerak.Air mata mulai meluruh,mengalir menuruni pipinya yang sekarang menjadi lebih tirus . Sedangkan Anthares, memilih bangun dari tempat tidurnya , tergesa-gesa mendatangi kakaknya . meskipun tubuhnya masih lama dan hampir terjatuh beberapa kali jarak angka di antara tempat tidurnya dengan Titania tidak terlalu jauh.


"Tita?" liriknya,menangkup wajar basah kembarannya." Hei! kau tidak apa? "


Titania menghilang dalam memeluk orang Parisnya. Bagaimana denganmu ? Apa yang sebenarnya terjadi tanda tanya katanya disesala isap tangisnya yang memilukan.


tangan kecil Anthares balik memeluk erat kakaknya dan itu menangis bersama. keduanya tahu kalau apa yang mereka alami jelas bukan mimpi. semuanya nyata tapi tidak yakin apakah kejadian ia akan berakhir atau akan terus mereka alami. jadi untuk beberapa saat, kedua anak kembar itu menangis bersama. menumpahkan rasa ketakutan, kesepian, dan kekecewaan mereka.


butuh beberapa saat bagi mereka untuk akhirnya berhenti menangis dan menjadi lebih baik. meski sesekali-sisakan masih terdengar.


"Apa menurut mu kak minie tahu tentang ini? " lirik Titania, memeluk kedua kakinya sambil menyandar di dinding yang berdempetan dengan tempat tidurnya.


" Mungkin," jawab Anthares.terlalu lelah untuk berdiskusi.


" Lukumu? *"


" Aku baik- baik saja, Tita. sepertinya mereka mengobatinya sebelum mengembalikan kita kekamar, " ucapnya, sambil memperhatikan bekas luka yang sudah dipalu kain kasa. "Bagaimana denganmu?"


sama seperti mu.


Anthares mengangguk. kepalanya masih terasa pusing akibat kebanyakan menangis titik itu bukan mimpi kan?

__ADS_1


"Kurasa aku tidak perlu menjawabnya kan? Titania menatap antheres dengan tatapan menghakimi titik yang harus ditanyakan adalah, apa yang harus kita lakukan?


" Menurut mu kita bisa kabur? tempat ini berada di tengah hutan titik bahkan saat mengendarai mobil pun, Butuh Waktu hampir setengah hari untuk mencapai tempat ini kan? Apalagi kalau kita berjalan? Kita juga harus memikirkan jika tertangkap atau bertemu dengan bintang hutan,"Anthares menggeleng. " Terlalu berbahaya untuk kabur, Dita titik terlalu banyak yang tidak kita ketahui titik bisa-bisa kita mati konyol. .


Titania menghela napas panjang.menyadari klau apa yg dikatakan Anthares sangat benar.


" kurasa kau benar. *


Waktu kembali berlalu, tapi si Kompas sama sekali tidak menyadari titik mereka bahkan tidak ingat Bagaimana dan jam berapa mereka tidur. dan begitu terbang kemah mereka telah duduk berhadapan di sebuah kursi yang biasa digunakan di dokter gigi dalam keadaan terikat.


masing-masing saling mempelajari bagaimana kembarannya diikat bukan hanya kaki dan tangan, tapi juga di bagian kepala titik Lalu di beberapa bagian dipasangkan kabel yang terhubung dengan monitor di sisi masing-masing .


Titania gemetar,begitu juga dengan Anthares. bukan hanya karena udara dingin yang menerpa kulit mereka akibat pakaian tipis tapi karena mereka mengingat Bagaimana siksaan yang mereka alami di malam sebelumnya atau beberapa malam sebelumnya. antara titik mereka tidak yakin seberapa banyak waktu terbuang saat mereka sadar .


di sebarannya, antheres hanya mampu menggeleng titik bagaimana ia tahu kal au pun tidak tahu sejak kapan mereka berada disana.


kata orang, waktu yang terasa lebih lambat dari biasanya ketika merasa takut dan nyata sangatlah benar. karena itulah yang. titania dan anthares rasakan titik-titik dan terasa berkali-kali lebih lambat dan indra pendengaran mereka menjadi jauh lebih sensitif dari sebelumnya karena mereka Jadi bisa mendengar goresan pulpen yang digoreskan oleh salah satu orang-orang berbaju dokter .


" Bagaimana kabarmu? " tanya dua orang baca dokter hampir tidak bersama Titania dan anthares.


Si kembar hanya bisa menatap tajam, berusaha berani menghadapi si orang dewasa dihadapannya sehingga kedua orang tersebut mengeluarkan alat dari besi yang menyerupai tang. mereka berusaha untuk tidak memikirkan apa yang akan kedua orang dewasa itu lakukan dengan alat menakutkan ditangan mereka.


lagi pula kau mah di detik berikutnya mereka akhirnya mengetahui bagaimana alat itu digunakan ketika Titania mulai berteriak kesakitan dan merontak hebat ketika Allah serupakan tersebut disebutkan dengan kuat di salah satu jari kakinya yang menghasilkan suara retakan tulang yang mengerikan .

__ADS_1


Di seberangnya,Anthares dipaksa melihat penyiksaan kakaknya demi mempelajari bagaimana batin kembar bisa saling terhubung


meskipun ia ingin sekali marah dan memberontak untuk menolong titania,antharrs memilih mematikan semua emosinya titik berusaha sebisanya untuk tidak kepuasan kepada si ilmuwan yang sedang menunggunya melakukan sesuatu .


karena keputusannya tersebut, peneliti yang sedang menyiksa Titania untuk penelitian mulai, mulai beralih ke arah jari tangan Titania dan mulai melakukan hal yang sama sehingga Titania kembali menjerit kesakitan.


menunggu Apakah gelombang otak address akan berubah titik namun lagi- lagi adik kembar di dunia yaitu memilih untuk tidak memberikan respon apa pun. Iya bahkan dengan petanya bisa mengatur debit jantungnya agar tidak merespon kejadian di depannya. meskipun sangat sulit dilakukan titik karena jeritan melinting kesakitan ditanya yang juga mengingatkannya pada cerita keluarganya setahun yang lalu .


Kerena merasa tidak ada respon yang diharapkan Ayah angkat mereka berbicara melalui speaker titik karena saat ini ia bersama ketiga orang peneliti lainnya berada di ruang sebelah. dalam ruangan itu mereka bisa melihat semuanya melalui kaca satu arah. A468oL, " katanya.mengema di seluruh ruangan.


peneliti yang sebelumnya sibuk merusak cemari tangan Titania, meletakkan tang besi di tangannya karena aluminium yang ada di sisi kursi. lalu beralih mengambil sebotol cairan berwarna kuning pucat dan mulai menyudutnya menggunakan jarum suntik.


Pupil mata Titania mulai bergetar ketika suntikan itu mendekati wajahnya dan hanya bisa menangis dan berguman tidak jelas karena rahangnya ditekan dengan keras agar Titania tidak bisa menjerit.


Jarum suntik itu dengan mudah ditusukkan ke salah satu pembuluh darah di pelipisnya dan begitu cairan kunyit pucat itu masuk, Titania sama sekali tidak dapat merasakan apapun. seakan semua fungsi yang ada di tubuhnya dimatikan secara tiba-tiba.


Titania tidak lagi bisa bergerak bersuara bahkan membaui, satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah melihat. karena hanya pupil matanya masih bisa digerakkan dan melihat dengan jelas, tapi tubuhnya mati, bahkan Titania tidak sadar kalau air liur sudah menetes menetes dari ujung mulutnya . Di seberangnya, anthares menatap terkejut Titania. otaknya memaksa dirinya untuk berpikir, apa yang terjadi pada kakaknya kemah Mengapa kakaknya seperti orang lumpuh apa yang mereka lakukan , hingga si penelitian sejak tadi ada di hadapannya juga mengeluarkan suntikan yang sama namun berisi cairan yang berbeda .


Dengan dengan ia menyuntikkan cairan berwarna merah darah itu ke pembuluh darah di pelipisnya, sama seperti Titania. namun bedanya, begitu cairan itu masuk, otak anthares terasa seperti terbakar dan ditusuk ribuan jarum secara bersamaan,sehingga tubuh kecil anthares mulai menggelepar dan tangannya yang terikat berusaha menyentuh kepalanya untuk mengurangi rasa sakit tetapi tentu saja sia-sia .


Disaat titania lumpuh dan anthares berteriak dan menggelepar, kelima peneliti baik yang berada di ruang lain dan yang di ruang yang sama dengan si kembar beserta Benjamin, mulai menuliskan laporan detail mengenai percobaan mereka hari ini itu.


Sambil sesekali menusuk atau menyayat bagian-bagian tubuh kedua anak kembar itu untuk melihat respon mereka.

__ADS_1


Seharian itu, Anthares terus menggelepar tersiksa dan titania berusaha mati-matian memerintahkan otaknya untuk bekerja menghidupkan lagi otak- otak sarafnya agar ia bisa bergerak.


__ADS_2