The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
episode 38


__ADS_3

jam baru menunjukkan pukul 08.00 malam tapi dua orang remaja tangguh yang nampak berbeda pisik berjalan sempoyongan sambil tertawa. napas mereka berbau alkohol dan wajah mereka memerah dengan mata sayu. sesekali mereka akan pasti hanya untuk menggoda gadis-gadis yang lewat di dekat mereka atau memarahi lelaki yang menurut mereka menghalangi jalan mereka.Seakan mereka adalah raja yang memiliki kota.


"Kita dapat mangsa besar kemarin, " lirik si remaja yang bertubuh lebih tinggi. suara tawa mabuknya mengiringi ucapan mengejutkan pejalan kaki lain yang lewat.


" kudengar artinya dia mati, "balas temennya sambil meminum cairan dari botol pipih yang dibawanya sejak tadi. " Aku melihat beritanya tadi. "


Tidak ada jawaban dari orang yang diajak bicara. padahal teman tingginya itu tadi ada di sebelahnya. hingga jalanya seketika terhenti. kepalanya reflek mencari keberadaanya kesana kemari. ia memang mabuk, tapi masih cukup sadar untuk menyadari kalau temannya menghilang.Sampai akhirnya menyadari kalau temannya sedang berdiri membeku di mulut sebuah gang remang-remang.


" Kau ngapain?" tanyanya mendekati temannya tangannya menepuk ringan pundaknya meminta perhatian.


dahinya mengerjak bingung melihat wajah temannya yang tempat terpesona. mengikuti pandangan matanya iya mana lagi ke arah yang sama. dan begitu menemukan Apa yang membuatnya bergaming, Iya mengerti. karena dirinya pun melakukan hal yang sama dengan temennya titik dengan mulut sedikit membuka, ia menatap sosok di depannya dengan terpanah.


di sana, tepat di bawah satu-satunya lampu di ujung Gang yang berada di sisi pintu besi sebuah rumah makan, berdirilah seorang gadis. wajahnya yang seperti boneka tampak bersinar eksotis karena terpampang lampu temaram di Gang Jawa pewarna kuning.


Tubuhnya yang semampai dibalut bodysuit hitam yang terlihat begitu mengida kerena menampilkan lekukan tubuhnya.Jangan lupakan gayanya yang sengaja tampak seduktif.Rambut hitam legamnya yang panjang, dikuncir 1 memperlihatkan leher jenjangnya dan tahi lalat cantik di potongan antara leher dan tulang selangkangannya menambah kesaksiannya .


tidak tanggung-tanggung, mata bulatnya menatap tajam penuh sesuai ke arah kedua remaja yang sudah mulai gemetar di dihadapannya, sesekali ia sesekali bibir plumnya lalu mengigitnya, seakan minta didekati.


" Do you wanna play with me, boys? " liriknya sedikit serak dengan nada menggoda.


" Tita, behave! " bisik Chastee kesel melihatnya terlalu menggoda .nama peringatannya tidak dipedulikan . sebaliknya, dan majas 19 tahun itu justru mulai menggigit telunjuknya dengan gaya berbahaya.

__ADS_1


takutnya bagi kedua remaja itu tentu sangat luar biasa. apalagi mereka dalam keadaan mabuk. gerak-gerik titania yang sensual tidak lagi mampu membuat keduanya berpikir rasional. jadi bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya, keduanya berlari tergesa- gesa menghampiri titania. berusaha untuk melepas nafsu mereka yang mulai naik.


dapat ketika keduanya hampir menyentuhnya, Chester tiba-tiba muncul di balik mereka .ia selama ini berdiri di tangga darurat besi yang menempel di salah satu di dinding berbatu bata merah .memperhatikan segalanya agar Titania tidak sampai disentuh oleh dua remaja berengsek yang menjadi target mereka hari ini.


remaja berwajah malaikat itu membungkam mulut keduanya menggunakan kain yang telah diisi oleh ketamine .keduanya merontak berusaha membebaskan diri tapi jauh lebih kuat dari mereka. dan hanya dalam hitungan detik, keduanya lurus ke lantai tidak sadarkan diri


penjualan ketamine sebenarnya diatur dengan ketat oleh peraturan, tapi tidak berlaku di new neamh kerena sangat mudah ditemukan dan dijual bebas .biasanya digunakan oleh mereka yang tidak mampu membeli bubble karena harga ketamine lebih murah dan memberikan efek yang hampir sama jika dipakai melebihi dosis.


dan agar keberadaan mereka tidak dideteksi, ctester juga menggunakan sarung tangan karet hitam yang dijual bebas


" sial, Lihatlah! Apa yang telah kau perbuatan padaku, babe, " gerutu Chastee melihat ke arah selatan tubuhnya yang sudah mengeras akibat titaniah titik sedangkan Si Gadis hanya mengedik tidak peduli dan mulai menggunakan sarung tangan kotak yang sama dengan Chester setelah menggulung rambutnya ke balik topinya.


*** dua remaja yang berlaga tangguh terbangun kebingungan .manik mereka mengerjap cepat. membiarkan dengan Netral mereka dengan cahaya temaram tangan mereka terasa berat dan kaku .seperti terikat dan dipasang beban berat. dan bagian penggemar mereka terasa kasar dan dingin seperti dulu di atas perumahan Pasir .


butuh beberapa saat untuk mereka tersada kalau mereka berada di kan tempat mereka biasanya merampas oleh yang lewat. tambah itu beberapa saat lagi bagi mereka untuk sadar kalau tubuh mereka di Diikat Di Dinding terujung gang buntu


keduanya sama-sama menoleh ke atas, melihat apa yang menjadi alat untuk mengganti mereka titik yang mengejutkan kemah kedua tangan mereka diikat oleh besi membentuk pelat yang ditancapkan di dinding batu merah . pantas saja punggung mereka terasa kotor.


"Apa yang terjadi? desis remaja yang lebih tinggi. ia tidak bisa mengingat apa pun yang membuanya berada disana. ingatan terakhirnya adalah ketika ia bertemu dengan dengan seorang gadis yang kau ciptakannya tempat tidak nyata . kemudian ia tidak ingat apapun setelahnya mengingat apapun yang membuatnya berada di sana . ingatan terakhirnya adalah ketika ia bertemu dengan seorang gadis yang kecetikannya tanpa tidak nyata. kemudian ia jadi ingat apapun setelahnya


" aku juga tidak tahu. terakhir kuingat, kita bertemu dengan gadis cantik," jawab temannya yang tergantung di sisinya.

__ADS_1


"Hello there, " sapa Titania dengan nada menggoda .Ya terus berada di dekat mereka sejak awal . karena ia mengikat keduanya menggunakan pelat baja.


Sebuah cara yang unik dan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan di atas nasional seperti Titania . karena membengkokkan pelat baja dan menancapkannya di dinding tidaklah mudah .dan untuknya dinding tempat mereka diikat adalah dinding bangunan yang tidak lagi terpakai . jadi setidaknya tidak akan ada yang protes.


" Ka- kau sejak Kapan engkau di situ?To- tolong hubungi polisi sepertinya kami telah diculik,salah satu remaja yang tergantung pada Titania.


"Sejak kapan aku di sini? Hmmm ..."Titania pura-pura berpikir.wajahnya tampak menggemaskan. tapi Sedetik kemudian rautnya kembali berubah dingin, menatap jijik kedua remaja menatapnya memohon. sejak awal aku sudah di sini . Bahkan aku tahu siapa yang memasang pelat itu dan megikat kalian tergantung di sana karena kita hanya sanggup berjalan mendekati keduanya.


" Menurut kalian Siapa yang memasangnya? Titania mencondongkan wajahnya menjadi cukup dekat dengan salah satu remaja yang langsung berteriak marah-marah karena Titania tidak juga melakukan permintaannya dengan kata-kata tidak senonoh . remaja itu bahkan


berani meludah ke arah Titania dan mengenai bajunya.


Titania marah, Tapi belum sempat ya Balas Chester lebih dulu bertindak dan mencekik lehernya.


" berani beraninya !" desis Chester berbahaya.


"Stop it Ash, " pinta Titania, membelai pundak lelaki remaja yang sudah jauh lebih tinggi darinya .Setelah tangan Chester sudah tidak lagi bertengar leher remaja dan meludah ke Tania rumah iya menoleh menghadap ke remaja yang kini sedang terbata-batu dengan mata merah dan berair akibat di cekik oleh Chester .lsaacball dan Ted Riley, bukan? tanya Titania sambil mentertawai keterkejutan mereka dengan sinis.


" Si- siapa sebenarnya kalian? " tanya lsaacball, remaja bertubuh tinggi. menggantikan temanya, ted yang masih terus berusaha mengais udara kerena lehernya masih terasa sakit akibat cekikan Chastee.


***

__ADS_1


__ADS_2