
hari yang dijalani si kembar dan Felix berlalu dengan cepat . tanpa terasa, 8 tahun telah berlalu. dan mereka berhasil menahan setiap siksaan yang mereka alami hingga pada akhirnya menjadi terbiasa dan kebal. bukan hanya kebal terhadap siksaan yang mereka alami tetapi juga dengan nyawa yang terbuang akibat percobaan .
Di usia mereka yang ke-16 ketiganya telah tumbuh menjadi remaja yang mengerikan karena dua alasan. alasan pertama jelas adalah kemampuan mereka tidak seperti manusia pada umumnya titik Lalu alasan kedua adalah, mereka tumbuh menjadi remaja yang dingin dan tampak tanpa emosi kecuali jika diantara mereka bertiga.
Dan selma itu pula, mereka dengan pintarnya menyembunyikan kemampuan mereka titik sehingga tidak ada satupun penelitian mengetahuinya
Anthares dengan otak super cerdasnya,Titania dengan kecepatan dan kekuatan sempurna hingga menjadi kunyit seperti musim membunuh, Felix mampu menetralisir segala jenis racun dan kemampuan otak yang otaknya yang sama putarnya namun di bidang berbeda Anthares.
Jika anthares memiliki kecerdasan tinggi di bidang strategi dan Teknologi memiliki kecerdasan lebih di bidang kedokteran titik lembar ketiganya menjadi tim yang patut ditakuti. nama bukan berarti mereka tidak lagi menerima ciptaan percobaan titik karena mereka menutupi kemampuan mereka hasilnya Titania, Felix, dan anthares menjadi kelinci percobaan dan tim Benjamin terutama karena mereka tidak mendapatkan hasil yang signifikan dari percobaan bertahun-tahun mereka . bahkan hingga hari ini, ketika anthares dan Felix kini duduk dengan tangan kembali terikat di ruang yang sudah mereka karena sejak beberapa tahun belakangan. menanti dengan cara peneliti yang akan menyiksa mereka.
Sudah sejak 2 tahun lalu, mereka bahkan tidak lagi merasa kesakitan dengan cara yang dimasukkan melalui pembuluh darah di politis mereka. padahal cairan yang disuntikkan ke tubuh mereka sudah bertambah dosisnya dan semakin beragam. Tapi demi membohongi, mereka terpaksa tetap berteriak-teriak hingga suara serak dan
mengeliat berpura- pura kesakitan.
__ADS_1
Namun hari itu, meskipun tanpa tidak antheres dan pelix sebenarnya sangat gelisah. karena khusus hari ini kemacetannya tidak berada satuan dengan mereka titik ini tidak pernah terjadi sebelumnya selama beberapa tahun kehidupan mereka menjadi subjek percobaan jadi tidak heran Mereka terlihat lebih dibanding biasanya .
Kemudian, seakan menjawab keresahan mereka, cerita kemarahan membahana dari ruang di sebelah mereka. " Titania?!" desis anthares yg Tiba-tiba tiba merasa marah hingga ia melupakan sandiwaranya gambar lepas dengan mudah ikatan membelunggunya diskusi yang ia dudukki.
Di sisinya, felix juga melakukan hal yang sama dengan antrasit ti dirinya itu kuatnya dengan titanian dan ceritanya terdengar berbeda .sesuatu setelah terjadi ia merasa sangat khawatir sekarang
Penyebab Titania berteriak terjadi sekitar beberapa sebelumnya. seperti biasanya, Titania diikat di atas meja aluminium hanya pakaian operasi dengan tubuh yang telah ditentukan oleh anestasi total seharusnya anestasi si total mampu melumpuhkan seluruh tubuhnya sampai tidak mampu merasakan rangsangan apapun. tapi akhirnya percobaan yang telah Ia alami selama bertahun-tahun, suntikan Anetasi sudah tidak lagi berfungsi untuknya .
Jadi ia masih mampu merasakan udara dingin ruang operasi mesti sama sekali tidak mengganggunya karena daya tahan tubuhnya yang di atas normal bahkan lampu operasi yang berada di atasnya sudah menjadi teman sehari-harinya. saat ini Titania Hanya penasaran tentang percobaan apalagi yang akan dilakukan padanya.
Begitulah yg menjadi pikiran titania saat menyadari benjamin hanya sendiri. dan pertanyaan nya dengan cepat terjawab.ketika lelaki berwajah kodok yang mengadopsi mereka justru melakukan yang lebih menjijikan dibanding menjadikan mereka setiap percobaan.
Awalnya Titania tidak terlalu mempedulikan menjamin tak lelaki itu menyakitinya. hingga ia merasakannya. tangan kaca yang mulai menjamaknya di bagian yang tidak seharusnya. seketika amarah muncul di dirinya membuatnya berteriak marah titik tidak peduli kalau sandiwaranya akan terbongkar.
__ADS_1
Persetan jika mereka mengatahui kalau penelitian selama ini mereka lakukan padanya telah berhasil, karena ia tidak mau dilecehkan bagaimana mana pun iya masih memiliki harga diri, meskipun ia tidak terlalu peduli lagi dengan norma yang ada .
Mengikuti teriakan marahnya kemah dengan sekali hentak, ikatan yang membelenggunya putus. kemudian Titania bangkit duduk menangkap tangan kurang ajar yang bertengar di pahanya lalu memutarnya. seringnya jahat tergores di wajahnya ketika melihat tatapan terkejut menjamin.
"Surprise!" dosisnya ke jam. dan tanpa membiarkan Benjamin menjauhnya ia mengangkat tubuh gemet Benjamin dengan sebelah tangan dan melemparnya hingga menabrak dinding. tubuh lelaki tua itu lunglai melorot dari dinding yang sedikit hancur akibat tabrakan dengan tubuhnya . organ di dalamnya terluka dan sekujur tubuhnya nyeri. meskipun ia tidak mampu merasakannya karena langsung pingsan di tempat.
Titania melompat turun dari meja aluminium tempatnya tadi berbaring titik wajahnya tempat dingin ketika melihat lelaki menjijikan yang tidak sadarkan diri di hadapannya. Iya kemudian melangkah mengambil scalpel yg ada diatas meja aluminium kecil di samping tempatnya berbaring .
Remaja 16 tahun itu lalu melangkah pola menuju lelaki yang harusnya melindungi dirinya Karena adiknya teman-temannya. menikmatinya menatap tensi pada lelaki yang terduduk lunglai di depannya titik kemudian Ia berjongkok di hadapannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah menyebalkan di depannya sandar berbisik meskipun ia tahu kalau laki-laki itu tidak mampu mendengarnya. " An eye for an eye. A tooth for tooth. " setelahnya Titania tanpa ragu menusuk leher gemuk lelaki di depannya dengan scalpel yang ia genggam berkali-kali hingga tubuhnya berlumuran darah.
"Seharusnya aku melukai matamu yang menatapku lalu memotong tangan buah yang telah berani memegang ku titik Seharusnya aku tidak memberikan kematian cepat yang tidak menyakitkan seperti sekarang, dosisnya berbahaya. matanya berkira-kira marah dan penuh kebencian, menata sosok mati di depannya yang telah menyiksanya,Antheres,dan Felix.
ia lalu bangkit, membuang scalpel yg sudah berlumuran darah. menatap kesal ke arah tubuhnya yg kotor dengan darah lelaki yang ia benci.
__ADS_1
" Argh!! Seharusnya aku tidak terlalu dekat saat menusuknya," keluhnya kesal menarik- narik bagian operasinya yang hanya menutupi tubuh bagian depannya karena tali di belakangnya sudah tidak terikat sempurna .
Titania berjalan mandar-mandir. berpikir apakah dirinya perlu mandi dan berganti Pakaian dulu. setidaknya ia harus membersihkan darah menjijikan yang melekat di tubuhnya pikirnya lagi. ketika tiba-tiba pintu ruangan ruang operasi tempatnya berada terbuka dengan kasar.. sehingga mengejutkannya.