
Antheres malam kamu ke. menapak dingin keenam perempuan berusia di antara awal 20-an hingga akhir 30 hanya yang jelas sekali gemetaran. mereka saling berhimpit-himpitan, seperti ikan kaleng yang hanya bisa ia menikmati ketika keluarganya masih hidup di awal ia tiba di asylum. bukan hanya ikan kalengan,tapi segala macam jenis daging.
Tadinya,Antheres mengira, para peneliti itu tidak peduli Apakah mereka juga bergizi atau tidak. bahkan terlalu cair seperti bubur.
Remaja itu terkekeh mengerikan. matanya menatap kacang wajah ketakutan itu satu persatu. sepertinya aku sedang beruntung hari ini karena serkasnya tidak kusangka, setiap orang yang telah menambah kesengsaraan kami dengan memotong anggaran makan kami berada di tempat yang sama. betapa bodohnya, ajaknya
," menat6 sinis pada pelayan yang semakin ketakutan itu.
" Ma- maafkan kami. kami tidak bermaksud.Ta- tapi kami butuh uang.
"Hahahaha! kalian butuh uang padahal gaji kalian hampir 4 kali lipat gaji pala ya di tempat lain? Betapa tambaknya, memotong permohonan maaf salah satu Skala yang tampil berjongkok tepat dihadapan mereka. bukan kabar bohong tidak baik? bukan begitu kata kalian saat kami mempertanyakannya? desisnya
lagi. kali ini anthares bukan hanya bicara,kerena tangannya dengan cepat mencengkram rahang salah satu pelayanan yang berada paling dekat dengannya.
"" Untuk apa punya lidah jika digunakan untuk berbohong," fisiknya diterima barang yang gemetar ketakutan . dan sebelumnya ia mampu berteriak, Selain itu sudah terbatuk-batuk tersedak darahnya sendiri dan mengalir deras dari lidahnya yang terpotong diiringi jeritan tangis yang susah payah dilakukan akibat darah yang banjir di dalam mulutnya.
setelahnya, satu persatu pola yang itu melakukan harian sama persis. seperti paduan suara yang dipimpin oleh dirigen yang buruk" diam! "
teriak anthares marah. Telinganya seperti ditusuk- tusuk dengan jarum ketika pelayan- pelayan itu terus menjerit rasanya kepalanya hampir pecah kerenanya.
Mengikuti teriakan anthares dan pelototan marahnya, parabola yang itu berusaha diam, meskipun sulit karena sakit ya mereka alami. namun beberapa di antara mereka masih berani merangkak meminta ampunan pada anthares hingga aslinya membuat remaja itu muat dan melangkah menjauh mengambil sebuah pisau karatan.
__ADS_1
yang berada di salah satu rak penyimpanan barang tidak terpakai .
" Kukira akan menyenangkan bermain dengan kalian tapi nyatanya telingaku sakit mendengar suara kalian tidak merdu desisnya sambil memutar pisau berkarat itu di tangannya. membuat para yang itu kembali mundur dan saling berhimpitan titik menjauh dari anthares yg nampak lebih membahayakan.
" kali ini kali yang akan mati tanpa rasa sakit. tenang saja, tawanya sambil mengorek leher keenamnya. namun tidak sesuai dengan ucapannya, gorokanya jelas menyakitkan karena pisau
karat. bukanlah senjata yang cukup tajam untuk memotong . akibatnya cerita Maling King ketakutan kembali berkumandang tapi mereka tidak mampu melarikan diri dari anthares karena sebelum mereka berhasil melangkah sedikit anthares semestinya.
di sisi lain, terus tertahan Sebelum berhasil mengajar Titania ia menghilang entah ke mana. wajah kesal tanpa jelas di wajahnya ketika yang ia temui adalah 10 orang penjaga yang sering merunduk mereka saat
mereka sedang mabuk .Ugh, rasanya peles ingin langsung membunuh mereka saja titik tapi tidak akan menyenangkan jika mereka langsung mati Bukan . jadi remaja lelaki itu memilih diam dan mengobservasi pergerakan Para penjaga.
sebuah kesalahan fatal karena felix meski wajahnya seperti malaikat, Iya mirip seperti Titania terlalu suka menyiksa orang dibanding membunuh dengan cepat seperti anthares. dan saat mereka menyadarinya,semuanya telah terlambat.
felix Tiba-tiba tiba menghilang membuat kesepuluh pria kekar itu kebingungan.
" You're too slow! " desisnya di belakang salah satu pria itu dengan mengalungkan sebuah pisau lipat di lehernya." It's boring!" ujar felix dengan nada malas kemudian menusuk mata kiri pria yang ia rangkul dari belakang.
ketika Si pria itu berteriak kesakitan dan merenggut Felis bergerak cepat menghindari pukulan dan senjata api yang ditunjukkan padanya dengan menyayat setiap anggota tubuh penjaga yang ia lewati .
" akan membasangkan jika kalian Langsung matikan? kata beres dengan wajah males melihat orang yang kesakitan penjaga-penjaga yang berkelimpangan merintih di depannya.
__ADS_1
"
Let's play then," senyumnya menawan.
lalu tengah melompat- lompat kecil seperti anak-anak yang diajak ke taman bermain, felix mendekati mereka dan memulai pekerjaannya.
" Aku akan menyadari kalian dengan sangat cantik," ujarnya.
felix yang biasanya tampak seperti remaja yang penuh perhitungan berubah menjad monster yang mengerikan ia menyiksa setiap penjaga yang ada tanpa ampun. apalagi saat ia mengingat bagaimana mereka berusaha melecehkan karena wajahnya. bagaimana iya bisa melupakan tindakan memalukan mereka pikirnya. karenanya, Iya akan berusaha sebisanya untuk membalas segalanya. Bukankah Setiap manusia harus mengembalikan hadiah yang ia terima dengan hadiah yang lebih.
seperti lepas kendali felix dari mulai mencongkeli mata setiap mata yang berani melihatnya lalu ia melanjutkannya dengan mengiris setiap pasang telinga,dan tidak lupa memotong tangan yang sudah berani menodongkan senjata ke dirinya. tidak ada penjaga yang berhasil menghentikannya karena kecepatan Felix
. saat penjaga itu menoleh dan berusaha menangkis, remaja itu sudah bergerak di sisi lain yang terbuka. terus begitu hingga ada satupun dari mereka yang memiliki bentuk tubuh yang utuh .
" kau tahu... Aku sebenarnya tidak suka mengajari diriku dengan darah, ujarnya, menatap ke arah para penjaga yang sedang merintih gemetar.tapi kerena ini adalah rencana yang tiba- tiba. seperti nya tidak terlalu buruk, kekehnya.
felixkembali bergerak cepat mengambil senjata api yang berada paling dekat dengannya.. karena suara kalian sudah terlalu mengganggu, kurasa lebih baik menyelesaikan ini dengan cepat. lagi pula aku tidak ingin semakin Tertinggal dari tita katanya lagi katanya lagi sambil menembak setiap penjaga yang merintih di depannya.tepat di tengah kepala mereka.
" Argghh, aku puas sekarang! Terima kasih sudah mau bermain denganku ! " kata felix ramah sambil membungkukkan tubuhnya pada tubuh- tubuh yang bergelimpangan mengenaskan di depannya.
" titahonay,wait format mereka! " teriaknya melangkah menuju ke arah di mana ia percaya Titania pergi.
__ADS_1