The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 27


__ADS_3

"Jadi bagaimana ? Kau sanggup sendiri?" anthares memastikan kesiapan kakaknya yang telah memakai baju serba hitam Rambut Hitam panjangnya juga sudah diikat satu agar tidak mengganggu.


beberapa sudah berlalu sejak mereka makan mini market dan barang yang dipesan oleh anthares sudah datang. jadi malam ini adalah waktu mereka bereaksi . Titania bahkan sempat terkejut ketika mengetahui barang pesanan anthares.ia tidak tahu darimana adiknya menemukannya tapi tidak berniat bertanya karena ia pasti akan diledek olehnya .


" kau meragukanku ? sini Titania sambil menyilangkan kaki jenjangnya. Duduk seperti bos di atas tempat tidurnya.


" tidak, hanya khawatir . Kenapa sih kau selalu negatif thinking ? kesal anthares ,tapi tetap melangkah mendekati titania,memasangkan ear piece, barang yang ia tunggu- tunggu kedatangannya.


" Dan kau menyebalkan!" gerutu titania.


" Aku sudah mengetes earpiece yang kau gunakan kepada Felix kemarin secara teganganmu sangat sensitif, tidak mungkin aku mengetesnya dirimu," dan kemarilah. setidaknya kau harus tahu denah lantai dasarnya."


" kau akan memaduku kan? tanya Titania, tapi tetap melangkah mendekat, meskipun ia malas mempelajarinya.


selama beberapa menit, anthares sibuk menerangkan rencananya pada titania dan Felix apa yang menjadi rencananya.dan begitu Jadi dinding menunjukkan pukul 01 .00 mulai tersiap untuk pergi.


" kau yakin sudah siap ? " Felix menetap khawatir pada sosok rompi yang sedang meregangkan tubuhnya.


" tenang saja, felix Aku akan melakukan dengan sempurna . lagi pula ada aku dan ares bukan? hal yang akan memantauku dan akan memastikan keberhasilanku memeluk Felix dan mencium pipinya sehingga merona. kau akan menunggu aku pulang kan?godanya sa


mbil mengedipkan mata.


" Bisakah kalian menundanya? kita akan kehabisan banyak waktu jika kalian melanjutkannya!" protes anthares.malas melihat kakaknya dan Felix yang terlihat seperti sepasang kekasih yang terlihat seperti akan berpisah dalam waktu yang lama.

__ADS_1


****


Titania berdiri di bawah pohon Rindang yang ada di bagian Sisi minimarket seberang kantor polisi. bersembunyi di dalam kegelapan malam titik dengan menggunakan pakaian terbagi dan ala Ninja menikmatinya menata tajam ke arah pintu masuk kantor polisi yang terang benderang . memperhatikan dua puisi yang berjaga di pos jaga dengan fokus . kemudian,sesuai rencana yang dikatakan oleh anthares,titania melesat menuju ke bagian belakang gedung kantor polisi.


" aku sudah, lapor titania sambil bersendar di dinding belakang, di bagian yang tidak terkena sinar lampu.


" tunggu, aku sudah memantau keadaan tunggu aba-abaku baru bergerak ,ujar anthares melalui earpiece yang menempel di telinga titania.


saat Titania mengeksekusi rencana, Felix dan anthares memantaunya melalui gedung pertokoan 5 lantai yang berada sejajar dengan minimarket.Felix bertugas untuk memantau memakai teropong, sedangkan anthares Menurut segala sistem komputer yg berhubungan dengan kamera pengawas di kepolisian.


melalui Ujung terapannya, felix bisa melihat beberapa polisi yang keluar hanya untuk merokok sambil meminum kopi. mereka sepertinya polisi yang sebagian tugas jaga malam Selain itu tidak ada pergerakan yang berarti dalam dan terlihat sangat Lenggang namun agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, Felix kembali memastikan sehingga ia memberikan sinyal aman pada anthares.


" Tita, kau siap? kau masih ingat denah yang kuberikan kan ? langsung menuju tempat penyimpanan barang bukti , jangan iseng melihat-lihat !" cerocos anthares melalui earpiecenya.


" sebentar lagi, tunggu aba- abaku...three two one, CCTV off, you can runtuh now! " perintah anthares.


Titania yang langsung meleset dengan melompat dinding yang lalu mendarat di lapangan parkir gelap dengan sempurna . dengan berhati-hati, Titania melesat dari bayang satu mobil ke mobil lainnya sampai tiba di sisi pintu darurat yang ada di belakang bangunan .


dengan mudah ia menjalin masuk karena pintu itu sepertinya tidak pernah dikunci atau dijaga . sepertinya para polisi itu begitu mempercayai kamera pengawas mereka.jadi mengabaikan penjagaan.


begitu masuk, Titania kembali bersembunyi di sebelah locker besok yang berjejer rapih, sambil menunggu perintah selanjutnya anthares yang sudah memanipulasi kamera pengawas untuk memantau daerah koridor tempat kakanya berada


" Tunggu di sana. ada polisi yang lewat, " peringat anthares.

__ADS_1


Tanpa di beri tahu pun, titania bisa mendengar percakapan kedua polisi yang berjalan melewati tempatnya bersembunyi Iya bahkan hampir tersedak ketika salah satu polisi itu hampir mendekat arahnya karena merasa ada yang tidak beres. untungnya, rekan di sisinya adalah orang yang tidak sensitif , sehingga sebelum polisi itu melangkah, ia sudah dihentikan lebih dulu oleh rekannya.


" bergerak sekarang titik lorong sudah kosong. setelahnya, kau bisa langsung lari menuju kantor penyimpanan data titik kau ingat ada di mana kah ?"


" berisik! " desis titania yang dijawab dengan kekehan anthares.


" ****! tita, naik ke atas sekarang. ada seorang yang datang, anthares kembali memerintah titania dengan cepat, ketika gadis itu baru saja tiba di depan pintu penyimpanan data.


dengan modal, Gadis Remaja itu menggunakan kedua kaki jenjang dan tangannya untuk menjejak dinding kanan kiri lorong dan merayapnya ke atas. menempelkan dirinya di bagian langit-langit untungnya daerah tempat ruang datar berada kekurangan cahaya sehingga bayang-bayang bukanlah hal yang patut ditakutkan .


" Get ready, tita. polisi itu sepertinya akan masuk koran data . Jadi kau tidak perlu menungguku membukanya kata Adiknya lagi. jadi begitu pintunya terbuka kau harus menyelinap!dalam hitungan mundur bersiaplah, Three...two...one...now!' desis anthares.


Seiring aba- abang anthares,titania melompat seringan mungkin dan mendesak masuk dengan cepat sebelum pintu kembali tertutup lalu langsung berlari ke sisi terujung untuk menghindari polisi yang baru saja masuk.


" hidupkan kameramu, kita aku harus Melihat bagian dalam untuk membantumu dan diam di tempatmu. bersembunyi sampai polisi itu keluar. jangan lakukan hal yang aneh-aneh dan tidak usah menjawabku. Aku akan memberitahumu saat sudah aman.


betapa keinginannya Titania menjawab adiknya yang terbaca di telinganya. rasanya ingin sekali memakai dirinya. memangnya hanya anthares yang bisa tahu apakah polisi itu sudah keluar atau belum tidak mungkin telinga sensitifnya tidak akan mendengar bunyi pintu terbuka bukan .


"Now do your work! hurry! " teriak anthares sesaat setelah polisi yang sebelumnya berada di yang sama dengan Titania keluar membuat telinga Gadis itu sakit.


" Shut up, Ares! caramu menyakiti telingaku umpat Titania yang kini menelusuri rak-rak tinggi yang berjajar membentuk Barisan . setiap kota berisikan data kasus diurutkan berdasarkan data. semakin tua kasus semakin tampak kotor dan berdebu karena tidak pernah lagi dijamah.


di atas gedung, anthares dan Felix berjaga-jaga menatap semua kamera pengawas yang telah dimanipulasi oleh anthares. sambil terus memantau pergerakan kakaknya di dalam ruang datar melalui kamera yang dipasang di kecamatan Titania

__ADS_1


__ADS_2