
mereka sudah pasrah dengan segala kemungkinan yang terjadi jadi ketika Titania dan kekuatannya yang tidak bisa berhasil mencoba pintu halaman setebal 10 aluminium hanya dengan tendangannya ketiga peneliti itu sudah tidak lagi heran, lalu segalanya berjalan seperti gerakan lambat .ketika 3 anak yang biasanya tempat tidak berdaya di depan mereka kini mendominasi mereka.
Dan ketika akhirnya 3 anak remaja itu akhirnya masuk, dan berdiri di depan mereka sambil menyeringai titik mereka merasa kalau malaikat maut atau angel of death telah tiba . dan siap membuat perhitungan dengan mereka yang telah berbuat dosa pada mereka.
"Hohoho!" tawa felix menatap kelima orang yang berdiri menempel dengan dinding ." Hello there, " sapanya riang," Apa kalian menunggu terlalu lama? remaja itu tersenyum manis. Jika saja lima peneliti itu tidak tahu apa yang terjadi mereka mungkin akan terpanah menatap senyummu malaikat itu. namun kerena mereka telah mengetahui yang sebenarnya , senyuman itu justru menjadi lebih mengerikan .
"maafkan kami . kami tidak bermaksud membuat para peneliti terhormat yang merupakan Tamu Istimewa kami menunggu lama Katanya lagi.
Saat felix bicara, anthares memilih duduk di kursi beroda sambil melipat tangannya. tersenyum meledak sambil berputar-putar memainkan kursi yang ia duduki. sedangkan Titania, menyenangkan dirinya di sisi Daniel meski tahu kalau dirinya tidak Diundang.
Tidak Tidak ada yang lebih mengerikan dibanding melihat orang yang biasanya menjadi korban berganti peran. mereka biasanya berada di sisi dominan kini Berada di posisi korban titik sehingga ketika Perez bergerak dan memukul tungkuk kemerdekaan untuk membuat kalimatnya pingsan mereka, tidak lagi berharap.
5 orang peneliti itu mengerjab-ngerjab ketika seember air di membasahi wajah mereka. kelimanya sama saya menggeleng, berusaha menghilangkan tetesan air yang menggelantung di bulu mata mereka agar mampu melihat lebih jelas.
Di hadapan mereka,berdiri 3remaja yang menatap mereka tanpa emosi, sampean mereka merasakannya. rasa sakit yang luar biasa yang berasal dari ibu jari mereka hingga kebagian rongga. menyadarinya, mereka serempak menarik ke atas. menetap horor kenyataan yang menakutkan titik di mana mereka ternyata sedang digantung hanya dengan mengikat kedua ibu jari mereka .bukan dengan mengikat pergelangan tangan.
Jangan tanya sakitnya , karena mereka merasa sangat tersiksa sekarang. ibu jari mereka dipaksa untuk menahan berat tubuh mereka dan itu sangat menyakitkan titik rasanya seperti bisa putus kapan saja mereka bergerak. karenanya, mereka berusaha meminimalkan pergerakan mereka agar tidak terlalu menyakiti ibu jari mereka meskipun sulit dilakukan karena tubuh mereka terus bergetar takut setiap melihat salah satu dari remaja itu bergerak.
__ADS_1
" Let's see, where should we start? " tanya titania melihat-lihat alat penyiksaan yang ada di ruang itu .
" Bagaimana kalau ini? " tanya antherestanpa bisa lagi menutupi kekurangannya Ketika menemukan berbotol-botol racun yang selalu dimasukkan ke tubuh virus dan sekalian dimasukkan ke tubuh Titania dan antheres.
" That's a good idea, bro, " ujar felix sumringan." oh! ups my bad, " desisnya ketika ia kelebihan memasukkan dosis racun pada suntikannya.
"tidak apa, mereka kan orang dewasa. jadi dosisnya memang harus lebih banyak dari kita," ungkap titania dengan tetap polos dan mengemaskan.
felix tersenyum mengangguk lalu melangkah riang ke arah peneliti yang tergantung dan secara serampangan mulai menusukkantangan suntikan racunnya di leher kelimanya tanpa peduli itu dan pakaian tepat atau tidak. sedangkan vitamin sendiri sedang asyik memotong kuku-kuku kaki mereka, Oh maksudnya menusuk-nusuk tubuh kaki kelima nya melalui sela-sela kuku dengan cueknya. seperti yang sering mereka lakukan kepada Titania.
meskipun Titania terpaksa menyumpal telinganya agar tidak terlalu melukai cedera pendengarnya dan sensitif. sambil terus menyiksa setiap peneliti. hanya salah seorang dari peneliti itu mengompol saking ketakutannya.apalagi air maninya tanpa sengaja mengenai tangan Titania yang sedang menyiksa di bagian kaki.
"Arghh!" teriaknya kesal menyebabkan emosinya naik lalu tanpa disangka-sangka menjepit leher orang yang telah mengencinginya sampai patah. setidaknya ia mati lebih cepat dengan sakit yang lebih minimal dibanding 4 orang lainnya.
penyiksaan kepada empat orang sisanya terus berlanjut selama hampir 2 jam hingga anthares merengek Kalau iya sudah mulai bosan yang ingin cepat keluar dari asylum terkutuk Ini. lagipula ke-4 peneliti itu sepertinya sudah tidak sanggup bertahan jika dilihat dari kondisi mengenaskan mereka dan tidak mampu mereka itu bereaksi. mendengus malas, titania menuruti keinginan adiknya. ia melemparkan tang yang sedang ia genggam dan menyudahi siksaannya. Begitu juga dengan felix yang langsung berdiri di sisi titania.
" Berterima Kasihlah Kepada adikku karena jika menurutiku, aku masih belum puas menyiksa kalian. karena apa yang kami lakukan belum sebanding dengan penyiksaan 9 tahun kalian! " kesal Gadis itu. Iya lalu mengambil katananya dan memanggal keempat peneliti yang tersisa tanpa ragu.
__ADS_1
" sekarang apa? titania bertanya kepada anthares sambil mengalah tangannya yang penuh darah . sedangkan felix hanya duduk tenang di salah satu kursi, menunggu rencana Anthares selanjutnya.
" Aku akan mengurus semua data dan perangkat elektronik. sambil mencari tahu apakah mereka sempat melaporkannya atau tidak.. sedangkan kalian kumpulkan barang-barang yang tidak akan membuat kita mencurigakan jika kita menggunakannya. kita butuh uang untuk hidup kita selanjutnya, ujar Adik kembar Titania sudah mulai sibuk mengetik kode-kode sulik . membiarkan titania dan felix melakukan tugas mereka yang tadi ia sudah sebutkan.
" oh! jangan lupa hancur kan semua bukti tertulis untuk berjaga-jaga . Meskipun aku akan membakar tempat ini nanti karena ada baiknya melakukan keamanan ekstra, " kata anthares lagi.
ketiganya bergerak secara sistematis .Titania mengumpulkan barang berharga seperti yang diminta oleh anthares,dibantu oleh felix.lalu setelah semuanya selesai demi kesenangan pribadi, felix juga Mulai mengambil sample racun, cairan kimia, hingga obat-obatan yang bisa ia temui dalam jumlah kecil . Iya hanya perlu ukuran simple karena ia mampu membuatnya jika ia sudah mempelajarinya.
ketika mereka sudah menyelesaikan semuanya tanpa ada barang bukti sedikitpun yang tersisa, anthares,titania,dan kembali ke kamar mereka. membersihkan diri lalu berganti pakaian. Titania dan anthares kemudian menggendong tas ransel mereka. tas ransel yang sama dengan yang mereka gunakan saat mereka kabur dari rumah mereka. namun kini, di dalamnya bukan lagi pakaian tapi kekayaan yang berhasil mereka kumpulkan dari asylum.
mereka tidak ingin mengambil resiko dengan membawa pakaian dari asylum. karena mereka tahu kalau pakaian itu memiliki kode. sehingga mereka sulit kabur. dan anthares merasa terlalu merepotkan Jika ia harus mengurusnya. maka daripada membuang waktu mereka memilih mengambil baju mirip pelayan dan penjaga. walaupun terlihat kebesaran di tubuh mereka . tapi tidak apa titik namun mereka bisa membeli baju baru ketika sudah sampai di kota.
di kamar sebelah, pelix juga melakukan hal yang sama dengan si kembar. tapi bedanya, Iya tidak memiliki benda yang mengandung memori. jadi Ia menggunakan tas yang berasal dari asylum. tentunya setelah mendapatkan kode hijau dari anthares yang memeriksanya terlebih dahulu.
setelah titania,anthares dan felix melangkah keluar asylum setelah anthares memasang bom buatan dan menggunakan ponsel yang ditaruh di microwave. dan tepat setelah mereka belasan meter jauhnya, hasil itu meledak akibat ledakan dari bom buatan anthares dan cairan cairan kimia yang menjadi penelitian para peneliti.
ketikanya memandangi asylum terbakar tempat penyiksaan mereka untuk terakhir kalinya sebelum melangkah pergi dan menghilang dalam kegelapan hutan.
__ADS_1