The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 18


__ADS_3

pintu ruang operasi terbuka. mengajukan Titan daya yang menata tinggi ke arah dua orang yang baru masuk dengan tergesa-gesa.


" Oh....ternyata kalian," ujar titania tak acuh. Iya meneruskan langkahnya yang berhenti karena kedatangan tiba-tiba anthares dan Pelix menuju lemari tempat biasanya para peneliti itu menaruh pakaian operasi. ia sungguh-sungguh ingin cepat mengganti pakaiannya.


kau tidak apa? darah Siapa itu yang ada di bagianmu? di bagian mana kau terluka hingga darahnya sebanyak itu ? cerocos Felis khawatir hingga merendengi Langkah kaki titania.


Sedangkan anthares justru sibuk memindai ruang operasi dan menumbuhkan Benjamin yang teronggok tidak bernyawa di salah satu dinding yang terlihat hampir hancur .


Apa yang orang itu lakukan padamu hingga ia berakhir seperti itu, Dita? desis anthares, mengatakan giginya sambil menahan amukannya. ia menolak menatap Titania yang sedang mengajak-ngajak isi lemari dan pelix yang terus mau jadi Sisi kakaknya.


"Sesuai yang kau pikirkan komares, wajahnya menjawab anthares. " dan ini bukan darahku, tenang saja. hanya terlalu marah pada tua bangka itu sampai aku tidak bisa lagi membiarkannya, garamnya menjawab pertanyaan Felix.


"Jadi dia menyentuhmu? dan Kaulah membunuhnya? Kenapa tidak kau siksa dulu? tanya anthares dingin.menatap jijik pada tubuh yang tidak lg bernyawa.


" Aku terlalu marah sampai lupa untuk melakukannya," titania membanting pintu lemari kesal. sepertinya ia tidak menemukan baju yang layak untuk kenakan.


" kalau begitu biar kau banyak potong tubuhnya, thesis Felix, hampir melesat ke arah Benjamin tapi ditanggung oleh Titania .

__ADS_1


" Lupakan Felix! Aku butuh mandi dan ganti baju titik darahnya menjijikan titik jadi Bisakah kita pergi dulu sebentar sebelum ada yang datang? bujuknya dengan muka cemberut menggemaskan titik Titania telah tumbuh menjadi gadis remaja yang menggemaskan karena pipinya yang gembel dan mata besinya yang seperti mata rusa . wajahnya terlalu sempurna untuk diangkat sebagai manusia karena ia lebih mirip seperti boneka hidup untuk tingginya, sebagai remaja berusia 6 tahun , di dunia termasuk tinggi meski tidak bisa mengalahkan felix dan anthares.


melihat kalau gambarnya memperlihatkan raut menggemaskan ,antheres mengeluh sambil mengomel. " Huekk! Stop it, Tita, " keluhnya malas.


berbeda dengan Felix yg justru menata Titania terpanah titik benar titik kau harus mandi titik tubuh berhargamu tidak boleh berlumuran darah orang menjijikan sepertinya, katanya, menampilkan senyuman malaikatnya yang mematikan sambil mengangkat tubuh Titania dengan mudah dan mengandungnya. " Apa yang kau lakukan tanda tanya kita tidak terluka titik kurasa ia bisa jalan sendiri cemooh Anthares menatap jijik pasangan menyebalkan yang ada di depannya.


" Luka itu bukan hanya yang terlihat di fisik, Ares. kakakmu pasti masih terkejut setelah mendapatkan uang kurang ajar. tersenyum lebar titik matanya melengkung seperti bulan sabit dan kulit putihnya seakan bersinar seperti orang suci sungguh pemandangan hampir membuat anthares kembali mengumpat.


Ketiganya memang menjadi sangat dekat secara Hanya mereka yang berhasil selamat selamat lebih dari beberapa tahun percobaan. dan kedekatan mereka Lebih dari Sekedar Sahabat saat beberapa orang mengalami hal menyakitkan yang sama mereka akan menjadi lebih dekat dibanding saudara-saudara sekalipun. Dan itu yang terjadi pada mereka. namun untuk kasus felix, remaja berkulit putih dengan wajah malaikat itu mencintai Titania lebih dari sekedar saudara .


" Terserah! Ayo pergi. Tapi sebelumnya, kau tahu Akang kala mereka tahu Benjamin mati kau mati itu artinya akan berbahaya bagi kita untuk tinggal di sini? ya walaupun mereka tidak bisa melakukan apapun pada kita juga titik namun ...," ucap anthares menatap sungguh- sungguh ke titania dan felix. " jika kita mau benR- benar bebas, artinya kita harus menghancurkan semua data kalau dan menjalani hidup baru. Apa pilihan kalian? "


" Aku ikut apa kata tita, " angguk felix.


" Okay! Kalau begitu Kau mah tunggu apalagi kamu jengger Adek kembali Tania menikmati hitamnya berkilat-kilah jahat. Mari mengambil . Tetapi setelah kita mengganti pakaiannya kekeh anthares, memimpin jalan keluar menuju ke lantai teratas untuk mengganti pakaian mereka.


Dengan kemampuan mereka kemah akan sangat mudah untuk menerima tanpa diketahui orang-orang yang tinggal di asylum titik jadi tanpa berlama-lama kau memberikan telah tiba di kamar si kembar.

__ADS_1


Jadi apa rencanamu? "


" Seperti ku bilang. kajian bebas mengamut . setelahnya, biar ku bereskan semuanya. lalu kita akan hidup bebas dengan identitas baru, tutur anthares sambil menunggu titania selesai mandi.


" Ayo kita mulai. " Suara imut Titania yang baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian bersih terdengar bersama dengan suara-suara pendek yang terbesar ke sadar hingga lantai dasar. sepertinya mereka sudah mengetahui kematian Benyamin dan sepertinya mereka mendatangkan bantuan kata Titania lagi titik kali ini senyuman jahat ikut menyiasi wajah cantiknya.


" benarkah? kalau begitu, apa kau bisa mengurus mereka sendiri? "


" Tidak! Aku akan membantu," ptong felix, tidak setuju dengan ucapan anthares.


" Oh my God, felix. stop it. kau tahu kalau tita jauh lebih kuat dan cepat dibanding kita kan? Iya itu dipersiapkan untuk menjadi fighter," kesal anthares kerena felix terlalu protektif kepada kakaknya yang jelas-jelas berbeda dari gadis biasanya ia bahkan jauh lebih kuat dari lelaki normal terkuat yang ada di dunia.


"Stop it, gays. dan anthares benar, felix.aku bisa melakukannya sendiri, katanya kamu mah mendekati wajah peix dengan tatapan menggoda. biarkan aku mengamuk okey, katanya lagi sambil menggigit bibirnya,menciptakan semburat merah merona di telinga felix yang mati- matian berusaha tenang.


" tapi... kau dan ares Bisa membantuku jika aku terlihat kewalahan walau aku yakin itu tidak akan terjadi ejek titania .


" kau ingin kalau mereka bukan satu-satunya bukan? kau bilang mereka mendatangkan bantuan, peringat anthares menatap tajam kearah kakaknya yang masih terus menggoda baris yang sudah sangat memerah titik kasihan Pelix, pikirnya. remaja itu pasti kesulitan untuk menahan diri tentu saja, eres. Itulah kenapa aku memerlukan senjata di dunia melesat keluar tanpa menunggu jawaban dan menghilangkan sebuah kamar yang ia tahu mirip Benjamin. Iya masih memiliki cukup waktu untuk mengurus tamu yang tidak Diundang jadi tidak perlu terburu-buru. toh mereka semua masih berada di lantai dasar, mendengar cerita berbelit-belit pada penelitian ketakutan.

__ADS_1


dengan langkah ringan dan riang Titania mendekati lemari kaca tempat penyimpanan Katana panjangan titik dengan kasar, yang membuka penutup kata yang memang tidak pernah dikunci dan mengambil kedua Katana yang ada di dalam lemari kaca itu. meski Katana itu sebenarnya adalah sebuah pajangan minimal panjang itu setidaknya mampu memotong daging. dan ditambah dengan kekuatan Titania, memotong tulang manusia tidak akan sulit.


" Ayo kita mulai, " ucapnya riang, sesaat setelah melongakkan kepalanya melalui celah pintu kamarnya. tempat dimana felix dan anthares menunggunya."Mereka sudah mulai bergerak menaiki tangga , katanya lagi kali ini dengan nada suara seperti anak kecil yang baru pertama kali datang ke taman hiburan


__ADS_2