The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 4


__ADS_3

Jam di dinding di nakas sudah menunjukkan pukul lima sore ketika anak kembar itu kembali mendengar Suara-suara berisik didalam rumah mereka. Membuat keduanya terjaga dari tidur mereka dan kembali waspada.


Keduanya menegang. berusaha keras mendengar apa yg sebenarnya terjadi di rmah mereka dari tempat mereka berada. Berharap bukan orang yg sama yg kembali memasuki rumah kediaman mereka.


Berbeda dengan kesunyian di ruangan itu, kedaan rumah mereka justru ramai kerena banyaknya polisi yg berusaha mengamankan barang bukti yg tertinggal.


Saat si kembar ketiduran, banyak hal yg telah terjadi dirumah mereka. Awalnya bermula kerena laporan salah seorang teman kakak pertama mereka, Aries.


Anak sulung keluarga Adams itu memiliki janji dengan salah seorang teman sekolahnya untuk pergi ke geme canter baru hari ini, dan ia meminta temannya untuk menjemput kerena ia mengetahui dimana tempatnya.


Ates alasan itulah, teman Aries datang. namun, entah berapa kali pun membunyikan bel, tdk ada satupun yg menjawabnya, kerena penasaran, ia akhirnya memutuskan untuk memutari rumah menuju pekarangan belakang dan mengintip di jendela dapur yg biasanya memang tdk pernah tertutup tirai. Dan ketika sebuah pemandangan mengerikan menyambutnya, ia beteriak sekuat tenaganya. menarik perhatian warga


yg sedang melintas.


Dengan shock, menangis, dan terbatas, lelaki berwajah manis itu mencoba menceritakan pemandangan menakutkan yg ia lihat dirumah temannya sebelum akhirnya pingsan akibat trauma yg ia saksi.


Beberapa petugas keamanan distrik diutus mencari kebenarannya. Dan ketika mereka kembali, tanpa harus mereka bicara pun, orang yg melihat raut wajah mereka pasti mengerti apa yg telah mereka lihat.


Setengah jam kemudian, distrik Silk Road yg biasanya tenang kini diramaikan dgn suara serine mobil polisi dan ambulance yg meraung-raung. banyak orang yg berkerumun disekitar rumah, meski tdk ada yg berusaha masuk kerena mendengar bagaimana keadaan jenazah yg ada di dalam rumah keluarga Adams.


Polisi bergerak cepat, mereka membagi tugasnya masing-masing. Sebagai sibuk mengamankan daerah kejadian serta mulai mencari informasi mengenai kejadian.

__ADS_1


Mereka yg masuk kedalam rumah langsung disuguhkan dengan keadaan rumah yg berantakan.dari sana saja mereka bisa menyimpulkan klau orang yg melakukan pembunuhan sedang mencari sesuatu. Namun untuk tahu apa yg dicari, tentu mereka harus menyelidiki lebih dalam.


Dan begitu memasuki daerah dapur, mereka maru menemukan salah satu jenazah yg mungkin dilihat oleh remaja dan penjaga keamanan yg pertama yg melihat nya. Jenazah seorang lelaki paruh baya terkapar mengenaskan dan seorang remaja lelaki yg wajahnya hancur.


Tim Forensik dengan cepat mengurus jenazah dan mulai merekam segalanya. berusaha agar tidak ada yg tertinggal.


Sebagian dari mereka lantas bergerak ke lantai dua, dimana, mereka menemukan jenazah lain dengan keadaan yg menyedihkan dibandingkan jenazah dibawah. jenazah dua orang perempuan. salah satunya berusia paruh baya, seumuran dengan jenazah lelaki yg ada di bawah dan satunya terlihat remaja.


Pandangan menjijikkan yg membuat dua polisi diantara mereka berlari secepat kilat keluar rumah dan memuntahkan isi periksa mereka di selokan


Butuh waktu lama bagi mereka untuk merekam dan mencari informasi sebanyak yg mereka bisa kerena kedaan tempat kejadian yg berantakan. mereka baru bisa menyelesaikannya ketika menunjukkan pukul 7.


Sementara itu, si kembar yg sebenarnya merasa tegang kerena tdk tahu siapa yg kembali datang kerumah mereka, kini sedikit bisa tenang kerena menyadari kalau mereka adalah polosi. tadinya, mereka hampir kluar dari ruangan itu meminta bantuan. Namun kerena ucapan ayah mereka, keduanya akhirnya memilih untuk tdk melakukanya.


ophalia dan orion terus memantau keadaan rumah mereka dengan menajamkan indra pendengar mereka. mendengarkan apa yg terjadi sambil menempelkan di dinding. berusaha menangkap apa yg terjadi sebanyak mungkin.


Sampai akhir suara serine mobil polisi terdengar menjauh, keduanya akhirnya bisa kembali lega.


"Jadi? " tanya orion yg duduk sambil menggoyang- goyangkan kakinya. Harapan agar sang ayahnya menjemput mereka sudah pupus saat ia bangun. tdk mungkin ayah mereka akan meninggalkan mereka selama itu jika memang tidak terjadi apa-apa, pikirnya.


"Seperti yg Daddy bilang, kita harus keluar dari sini, jawab ophalia sambil memeluk lututnya. "secara diam-diam diam ,katanya lagi.

__ADS_1


Orion mengangguk, merasa klau hanyalah itulah Satu-satunya jalan yg mereka bisa lakukan saat ini.Sesuai permintaan ayah mereka.


mereka berencana untuk kabur saat malam sudah cukup larut. setidaknya cukup gelap untuk menutupi pergerakan mereka. sambil menunggu, ophalia memilih untuk mengisi perut mereka agar mereka tdk kelaparan, dan begitu jam menunjukkan pukul sepuluh mlm, mereka secara perlahan dan hati- hati menekan tombol untuk membuka pintu ruangan yg berada balik nakas.


secara perlahan, keduanya melangkah keluar ruangan. ke dalam kamar tidur mereka yg berantakan. tanpa membuang waktu, si kembar menganti piama mereka dengan pakaian serba hitam. setelahnya, mereka mengambil tas ransel mereka masing-masing dan memasukkan beberapa potong pakaian serta membungkus makanan dan minuman yg ada didalam ruangan.


Setelah mengambil beberapa lembar uang yg ada di dalam ransel ayah mereka, keduanya menutup ruangan tersebut dan memeriksa sekeliling agar setidaknya tidak terlalu terlihat ada yg berubah. Melengkapi penyamaran mereka, keduanya memutuskan mengunaka topi yg berguna untuk menutupi wajah mereka.


Sesuai rencana dan atas permintaan ayah mereka,keduanya memang ingin menghilangkan keberadaan mereka. Jika ada orang yang melihat mereka keluar dari rumah keluarga adams, kemungkinan mereka dikenali sangat besar. sedangkan ayah mereka sudah mewanti-wanti agar mereka mengganti nama mereka. Jadi agar tdk terdeteksi, maka mereka harus memakai pakaian yg bisa membunyikan keduanya di dalam kegelapan malam. dan sebisa menghindari kere CCTV.


Untungnya, kakak tertua mereka keranjingan menonton cerita detektif. jadi mereka bisa meniru banyak hal dari pengalaman membosankan mereka dan mereka menemani Aries menonton.


"Kau siap? tanya ophalia pada orion yg berdiri disisinya.


Orion mengangguk menjawab pertanyaan kakaknya.


Setelah kembali memastikan klau ruangan tempat mereka sembunyi telah tertutup rapat, keduanya lalu menyelinap pergi.


Berjalan keluar rumah bukanlah hal yg mudah, dua anak kecil itu beberapa kali hampir muntah dan membeku akibat melihat keadaan rumah mereka yg berantakan. jangan lupakan genangan darah setengah kering yg mereka lewati dan ingin keluar dari pintu dapur.


Semakin mereka melangkah menyusuri rumah, semakin menipis pula harapan untuk bertemu kembali dengan keluarga mereka. Namun meski sulit untuk tidak menangis dan ketakutan, si kembar terus berusaha untuk bergerak. bagaimanapun, mereka akan mencari tahu apa yg terjadi pada keluarga mereka di perjalanan kabur mereka.

__ADS_1


__ADS_2