The Angel Of Deart

The Angel Of Deart
chapter 22


__ADS_3

di dunia laki-laki harus menghadapi tentara militer dengan senjata api Namun karena merasa malas dan bermain, dalam hitungan detik ia sudah berlari menyusuri dinding di bagian kanan .kemudian tanpa bisa di ikuti oleh mata normal., Iya tiba-tiba sudah berada di tengah-tengah mereka. sambil menggenggam kedua katananya, tanpa ada peringatan ia bergerak lincah, menembak setiap orang yang berada di dekatnya.


tidak sampai lima menit, setelah dari tentara militer telah tewas di tanganya. mereka benar-benar kecolongan. dan begitu mereka akhirnya sadar apa yang terjadi tentara militer yang tersisa justru malah memuntahkan peluru ke sembarang arah tempat ketika Titania merayap ke langit-langit dengan menjejakkan kaki jenjangnya ke masing-masing di dinding keridor. menonton tentara yang Justru malah membunuh rekam mereka sendiri. Sepertinya kalau empat tentara yang mereka temui kali ini


adalah tentara baru yang mudah panik.


Dari atas, Titania dengan santai menonton kekacauan di bawahnya. hingga tidak ada lagi sisa tentara yg hidup.


" Stupid desisnya melompat turun sambil sesekali menendang tubuh yang bernyawa dan bergelimpang agar ia mudah melangkah .


" Tita! " teriak anthares begitu melihat kakak kembarnya. sudah menemukan mereka? " tanyanya lagi,merangkul nyaman bahu sempit titania.


"Not yet, terlalu banyak tikus disini! gerutu Titania. Iya mendengus dan mengerucutkan bibir plumnya.tampak sangat mengemaskan, jika saja tubuhnya tidak berlumuran darah.sunguh sangat kontras.


Kurasa aku tahu dimana mereka. Tapi sebaiknya tunggu Palestina, Iya pasti terlalu kasihkan bermain, kata anthares, menurut tubuh kakaknya ke daerah lorong yang terlihat lebih kosong.


" Jadi siapa yang telah kau bunuh?" tanya remaja perempuan itu sambil bersender di dinding lorong yang kosong.

__ADS_1


Di sisinya, anthares mengendikkan bahunya seraya menjawab," hanya para pelayanan yang selalu merinding kita. setelahnya,aku tidak menemukan siapa pun. menurut mu, apakah masih ada banyak orang yg tersisa? "


" Tunggu. " Titania menyuruh adiknya Dian ketika ia berusaha menajamkan telinganya. berusaha mendengar suara apapun yang ada di dalam gedung sepertinya tidak titik seluruh tentara yang mereka hubungi sudah mati. tidak ada peneliti, jawabnya setelah memastikan .


" Apa menurutmu ada yang kabur?"


" tidak . sejak awal aku tidak mendengar suara mesin mobil sedikit pun. Jadi kemungkinannya sangat kecil. kecuali kalau mereka mencoba melarikan diri menggunakan kaki mereka tapi sepertinya kecil kemungkinan .


" baiklah titik-titik Kalau begitu Kau mah biar kita Menyusuri hutan setelah kita menyelesaikan yang ada di sini untuk berjaga-jaga, ucapnya .


Titania mengganggu menyetujui ucapan anthares ketika tiba-tiba tangan Felix melingkar di pinggangnya dan berbisi tepat di celengannya dengan nada suara paling rendah yang ia bisa . kerena ia tahu kalau titania terlalu sensitif dengan sua ra sekecil apa pun.


" tidak juga tapi aku mulai bosan. jadi ayah selesaikan. terlalu lama berada di sini membuatku semakin mual gerutunya dengan wajah imutnya. hampir membuat felix kembali ingin memeluknya jika tidak segera ditahan oleh bisa-bisa mereka tidak akan selesai hari ini jika ia membiarkan mereka kemah pikirnya.


ketiganya berjalan santai sambil sesekali menendang setiap pintu ruang hingga terlepas dari engselnya mencari sumber kesakitan mereka selama ini hanya sekedar memastikan tidak ada orang yang tertinggal sebelum melanjutkan pencarian mereka ke lantai bawah tanah,tempat yang anthares yakini sebagai tempat persembunyian para peneliti yang telah menyakiti mereka


tidak ada satupun dari gedung akhirat itu yang luput dari pandangan mereka hingga mereka tiba di tempat di mana mereka mendapatkan penyiksaan mengerikan mereka.

__ADS_1


Bagaimana kau bisa tahu mereka ada disana? " tanya titania takjub.


"Mereka pasti berusaha mencari cara agar mereka selamat dan untuk itu, mereka butuh jaminan.


hasil peneliti yang menyatakan kalau mereka berhasil menciptakan anak super ," jelas anthares di sela-sela perjalanan mereka menuju ruangan paling ujung di lantai bawah tanah. uang itu adalah ruang data di Simpan sekaligus tempat dana peneliti berada. karenanya, mereka memanggil tentara untuk melambatkan kita tapi ternyata kita menang lebih mudah dibanding yang mereka perkirkan , " tawanya.


"Jadi sekarang mereka terperangkap seperti tikus kerena tidak berhasil keluar tepat waktu kerena data yang mereka undah belum sepenuhnya selesai," katanya lagi, berdiri tepat di depan ruangan satu-satunya yang memiliki pintu aluminium dengan penjagaan super ketat. dua yang dulu sempat dimasuki anthares demi memanipulasi data mereka sehingga kemampuan mereka tidak bisa dideteksi.


sesuai pemikiran anthares kelima peneliti itu memang mengunci diri mereka di ruang data. mereka berusaha untuk mengundang semua hasil percobaan mereka saat tidak setiap percobaan Mereka sibuk dengan tentara yang mereka mintai bantuan tidak pernah sedikitpun mereka berpikir kalau tidak remaja itu bahkan lebih mengerikan dibanding yang mereka Perlihatkan .


bodohnya mereka yang terlalu meremehkan tiga remaja itu sampai saat mereka sibuk mengunggah data dan mengamankan harta kekayaan mereka di dalam tas tidak ada seorangpun yang memperhatikan monitor CCTV-.jadi mereka tidak tahu kalau rencana mereka sudah berantakan.


Dan begitu akhirnya ada seseorang yang memperhatikannya semua sudah terlambat karena titania,anthares,dan felix sudah berjalan turun ke lantai bawah tanah . kini mereka tidak lagi bisa melakukan apapun selain berharap pintu ruangan tempat mereka berada cukup kuat untuk melindungi mereka . karena satu-satunya jalan keluar adalah peran tempat 3 remaja itu berjalan ke arah ruangan mereka berada .


4 orang diantaranya kini sibuk menggeser barang-barang berat kebalik satu-satunya pintu di ruangan. berharap semua barang itu bisa menahan kekuatan mereka. sedangkan salah satu dari mereka hanya menatap monitor CCTV dengan tatapan kosong .melihat yg mereka mintai pertolongan telah tewas tidak berdaya. Daniel,orang yang sedang menonton rekaman CCTV sungguh tidak menyangka kalau subyek penelitian mereka akan sekuat dan secepat itu. Sampai rekaman CCTV tidak mampu menangkap beberapa gerakan Titania lakukan jika saja ia tahu lebih cepat Iya mungkin sudah menjadi orang kaya sekarang Iya mungkin tidak akan lagi terdampar di tempat terpencil yang berada di antah Berantah .


seharusnya ketika ia mencurigainya, ia tetap menyelidikinya hingga mendapatkan hasil yang memuaskan titik sayanya penyesalan datang terlambat dan dia terlalu sadar kalau kemungkinan Iya bisa tetap hidup sangatlah tidak mungkin .

__ADS_1


Lelaki itu kemudian menoleh ke arah keempat rekannya yang berdiri kaku, menatap kosong ke arah pintu yang telah mereka halangi dengan barang berat. mereka sepertinya tahu kalau mereka juga tidak akan hidup lebih lama lagi kini satu-satunya Keinginan mereka hanyalah mati dengan cara paling tidak menyakitkan, meski mereka tidak yakin Apakah harapan mereka bisa terpenuhi atau tidak mengingat dosa yang telah mereka perbuat selama bertahun itu tanpa peduli Apakah Antheres,titania, ataupun felix merasakan kesakitan atau tidak.


__ADS_2