The Betrayal

The Betrayal
Praduga mengerikan


__ADS_3

Kembali ke rumah sakit xxxxxxx


Pusat kota


Swiss.


Yavuz tidak menjawab ucapan Jessica, dia masih menelisik bola mata perempuan dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.


Kepala nya terasa berdenyut-denyut saat ini, meskipun soal Jessica terasa begitu rumit, menyakinkan nya sangat sulit tapi ada yang dia suka dari sosok dihadapan nya itu saat bicara.


"Dan aku tidak siap tidur dengan laki-laki yang berbeda mister, yang bukan ayah dari anak ku, bagaimana bisa aku mengotori janin yang tidak berdosa atas banyak dosa-dosa ku?"


dari ucapan perempuan tersebut setidaknya dia yakin anak didalam sana tidak terjamah oleh bibit lain, dan dia yakin perempuan dihadapan nya bisa menjadi ibu yang tepat untuk melahirkan generasi penerus nya.


Dia wanita yang baik.


Itu yang terlintas didalam kepala nya.


"begini..... bagaimana cara menjelaskannya, oke wajah ku memang tidak tampan dan mungkin sedikit seperti iblis"


Yeah mereka bilang saat marah dia seburuk itu, anak buah nya bahkan takut jika sudah melihat nya marah.


"tapi yang jelas aku tidak bertopengkan dewa, ditambah lagi aku bukan kriteria laki-laki yang penuh dengan janji juga tidak pandai bermulut manis atau mendustai perempuan karena aku sejak dulu tidak pernah tertarik pada perempuan"


dia bicara dengan sangat terus terang pada Jessica, realitanya dia tidak pernah tertarik untuk menjalin ikatan sejak dulu hingga sekarang pada perempuan manapun.


baginya kaum perempuan terlalu ribet, mereka bahkan bisa membuat kehidupannya menjadi kacau balau karena perempuan baginya terlalu cengeng, mata duitan, tidak konsisten, pengekang, overprotektif, cerewet, terlalu pengatur dan entah lah dia malas memikirkan kelemahan para perempuan yang membuat nya cukup tidak suka hidup di antara mereka.


dan dia tidak siap untuk membuat komitmen dengan siapapun, karena itu meskipun orang tuanya mendesaknya untuk menikah dengan berbagai macam perempuan pilihan mereka, hingga hari ini tidak ada satu perempuan pun yang membuat dia tertarik.


bahkan meskipun perempuan itu katanya Kuat dan lain sebagainya bagi nya semakin kuat perempuan itu akan semakin membahayakan dirinya juga, karena dia bersifat mendominasi dan menguasai, juga tidak suka diatur atau dikekang oleh siapapun.


satu-satunya yang boleh mengaturnya hanya mommy nya, perempuan lain tidak pernah mampu melakukannya.


dan bagi nya pernikahan itu persis seperti neraka, dia tidak akan mampu bertemu dengan perempuan yang sama selama berpuluh-puluh tahun dalam satu kali 24 jam hingga kematiannya tiba, dia tidak akan sanggup melihat wajah yang sama dalam setiap harinya bahkan mendengarkan suara yang sama juga ocehan yang sama.


Bagi nya kaum perempuan benar-benar hanya benalu yang akan menempel pada diri nya.


karena itu dia lebih memilih untuk menanamkan benihnya pada perempuan pilihan yang masih perawan, agar tidak merusak keperawanan mereka satu-satunya cara mereka akan melahirkan dengan cara operasi sesar, menurut dokter terbaik pilih nya hal tersebut tidak akan merusak pada bagian keperawanan gadis pilihannya.


Dan jika orang tuanya mendesak pernikahan dia cukup berkata,

__ADS_1


"yang kalian inginkan hanya penerus FUTTAIM GROUP bukan? maka aku memberikan penerus untuk kalian sesuai kemampuan ku"


dan nyatanya semua rencananya kacau balau, malam itu mereka menanamkan benih pada gadis perawan lain yang tidak dia kenal.


Sial.


dan hubungan mereka terseret juga terombang-ambing hingga sejauh ini, dia mencari informasi soal Jessica setengah mati, menemukan nya tapi nyawa gadis tersebut dalam kondisi terancam.


Pertama seseorang ingin membunuhnya karena dia mengandung penerus FUTTAIM GROUP.


Kedua seseorang lainnya menginginkan kematian Jessica dimana dia belum menemukan alasan nya.


"intinya adalah jangan khawatir jika aku akan meniduri mu, pertama...."


Yavuz melanjutkan kata-katanya sembari menaikkan jari telunjuk nya tepat dihadapan Jessica.


"aku hanya butuh status pernikahan didepan keluarga ku'


Ucap Yavuz.


Dan anak diperut mu.


"Kedua"


Dia menaikkan kembali Jemari nya.


"aku sama sekali tidak berpikir untuk meniduri mu selama pernikahan kita berlangsung, atau lebih tepatnya aku tidak tertarik kepada perempuan atau bercinta pada mereka apalagi kamu "


lanjutnya lagi kemudian, sombong sekali memang.


dan saat mendengar ucapan laki-laki tersebut membuat Jessica mengernyit kan kening nya, tidak tahu kenapa tapi bola mata Jessica langsung turun ke bawah sana.


"Mister benar-benar tidak normal?"


dia tiba-tiba mengeluarkan pertanyaan seperti itu secara spontan, padahal tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menanyakan hal itu secara langsung.


boleh matanya menatap ke arah milik Yavuz yang benar-benar tidak mengembang, tidak tahu kenapa tapi pikirannya melanglang buana kemana-mana.


"ya?"


mendengar pertanyaan Jessica, membuat laki-laki tersebut sedikit terkejut.

__ADS_1


"Ahhhh jadi mister impoten atau seorang gay?"


ada nada lega di balik ucapannya, Jessica pikir minimal dia tidak perlu khawatir jika laki-laki tersebut berada didekat nya nanti.


What?.


dan bayangkan bagaimana ekspresi wajah laki-laki tersebut saat ini mendengar apa yang ditanyakan oleh Jessica.


Impoten dan Gay?.


dua kalimat itu terdengar sangat mengerikan dibalik telinganya saat perempuan tersebut mengatakannya.


Oh shi..t.


laki-laki itu ingin sekali mengumpat tapi dia mencoba untuk menahannya, tidak percaya jika Jessica berpikir sejauh itu tentang dirinya.


Jessica kemudian menatap wajah Yavuz untuk beberapa waktu, dia menyentuh perut nya secara perlahan sembari berguman didalam hati nya.


Tampan tapi amit-amit jabang bayi, sayang apa kamu mau punya daddy seperti dia?!.


Dan saat dia menanyakan hal tersebut didalam hati nya, satu gerakan terasa diperut nya, membuat Jessica cukup terkejut di buatnya.


Apa? kamu menyetujui nya?!. dia seorang gay dan impoten.


Jessica kembali bertanya dengan perasaan tidak percaya.


Kali ini bukan gerakan, tapi dia merasakan sebuah tendangan nakal disana, membuat Jessica sedikit meringis dibuat nya.


"Akhhhhhh"


Dan yavuz seketika panik dibuat nya.


"What? ada apa? apa sakit? apa waktu nya melahirkan?"


Dan laki-laki tersebut benar-benar panik dibuatnya, mencoba menundukkan tubuh nya, menatap perut dan wajah Jessica secara bergantian.


Ini kali pertama dia terlihat menjadi laki-laki normal yang merasa panik karena hal sepele yang bukan soal mafia-mafia'an.


"Dokterrrrrrrrrr"


Dan apakah dia harus membuat kekacauan serius di rumah sakit saat ini karena ulah baby nya?!.

__ADS_1


__ADS_2