
"Ada yang bisa saya bantu, tuan?"
Dengan polos nya Perempuan berusia 23 tahun itu bertanya, menatap netra laki-laki dihadapan nya yang begitu indah, meskipun tatapan laki-laki tersebut tidak bersahabat tapi Jessica suka melihat warna netra laki-laki tersebut, Seolah-olah dia pernah melihat nya tapi lupa dimana, aroma parfum yang kuat namun begitu lembut menyeruak masuk dalam hidung nya, selama kehamilan dia tidak suka pada banyak aroma termasuk parfum, tapi kali ini dia menyukai nya, berusaha menerka-nerka parfum apa dan dimana bisa mendapatkan nya.
Laki-laki itu belum menjawab pertanyaan Jessica, pandangan bola matanya menatap kearah perut Perempuan itu yang tertutup meja kasir, ingin memastikan sesuatu apakah benar jika perempuan yang di cari nya sedang hamil.
Bola mata nya sejenak mengarah pada lemari kaca dibelakang Jessica, cigarettes menjadi alasan untuk nya melihat gadis tersebut bergerak.
"Berikan aku rokok xxxxxxx"
Laki-laki tersebut bicara, sengaja menyebut rokok yang berjajar paling atas di antara semua nya, dimana kini bola mata laki-laki tersebut kembali menatap kearah perut Jessica.
Mendengar permintaan laki-laki itu Jessica mengangguk, melepaskan senyuman kemudian berbalik, sejenak Jessica menundukkan kepalanya,dia pikir apakah sebaiknya dia membangunkan Zaki? laki-laki itu meminta rokok di barisan paling atas, biasanya Zaki yang bergerak mengambil karena dia agak sulit menjinjitkan kaki nya untuk meraih rokok itu, sangat tidak elegan saat dia memilih kursi untuk naik dan mengambil rokoknya.
Dia baru akan bicara dan membangunkan Zaki tapi laki-laki dibelakang nya berkata.
"Ganti saja"
Jessica agak terkejut, dia berbalik.
Lagi netra laki-laki tersebut bertemu dengan perut Jessica, bisa dia lihat perut itu benar-benar besar seperti harapan nya, perkiraan nya jika tidak meleset usia kandungan perempuan dihadapan nya itu sekitar 6 bulanan.
Meksipun tidak terlalu menonjol tapi sudah cukup terlihat jika perempuan itu hamil.
"Berikan yang xxxxxxx.."
Dan dia meminta, benar-benar mengganti pesanannya pada bagian rokok yang begitu mudah digapai oleh Jessica.
Jessica sedikit lega, permintaan laki-laki tersebut tidak rumit, dia menundukkan kepalanya, kembali berbalik dan meraih rokok yang dia inginkan.
di tengah pergerakannya Zaki seketika tersentak dari tidurnya, dia berusaha untuk meraup kasar wajahnya saat sadar dia terlelap sejenak.
"Oh sial, aku tertidur"
laki-laki itu bicara sambil mengumpat, dia berdiri dengan mendadak dan merasa sedikit sempoyongan, laki-laki di depan kasir tersebut sejenak menaikkan ujung alisnya saat dia menyadari Jessica ada bersama seorang laki-laki.
"Jess biar aku yang selesaikan, duduklah"
Zaki masih mengumpulkan 100% kesadarannya sembari bicara pada Jessica, dia bergerak menuju ke arah komputer kasir, meraih rokok di tangan Jessica dan meminta perempuan tersebut untuk bergeser.
Jessica menurut, dia pada akhirnya mencoba bergeser dan didetik berikutnya Zaki mengeluar kan kembali suara.
"Rokok xxxxxxx mild tuan? Anda tidak mengambil kon...dom nya juga?"
__ADS_1
Terlalu ramah tamah, tapi Zaki muak setiap malam laki-laki biasa nya meminta hal itu di mini market mereka, sekotak rokok, sekotak Kon..dom dan.... sejenak dia menatap ke arah luar kaca.
Bisa dia lihat 2 Laki-laki berdiri di luar Seolah-olah berjaga dan seorang perempuan muda yang usianya mungkin 28 tahunan, dia tahu laki-laki itu kaya raya, di jaga oleh body guard nya dan perempuan yang menunggu adalah Pela..cur pilihan nya.
Mendengar pertanyaan itu seketika membuat laki-laki tersebut mengerut kan keningnya.
"Aku tidak suka membeli barang seperti itu"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
Zaki terlihat diam, menscan rokok ditangan nya Sembari berkata pada Jessica.
"Kamu bisa pulang Jess, Esti sudah tiba"
Tinggg....
Pintu mini market kembali terbuka dan berbunyi, seorang gadis masuk dengan sedikit tergesa-gesa.
"Aku sedikit terlambat"
Gadis tersebut bicara cepat, Bergerak mendekati Zaki dan semua orang, dibelakang nya seseorang ikut masuk, dua laki-laki yang di lihat Zaki. Tanpa mereka sadari masing-masing dari mereka membawa senjata api di pinggang mereka, menatap kearah Jessica tanpa melepas kan pandangan mereka.
"Aku pulang sekarang"
Jessica bergerak pamit, mencoba bergerak dari sana dimana dua laki-laki bersenjata tadi membelokkan langkah dan berusaha mensejajarkan diri, bersiap dengan pistol masing-masing di punggung mereka.
"Jess jangan lewat jalan belakang, meskipun lebih cepat itu gelap dan cukup berbahaya"
Gadis yang menggantikan nya berpesan dengan cepat, membuang pandangannya dan bergerak melewati punggung laki-laki yang berdiri di hadapan mesin kasir.
Dan Jessica tidak pernah tahu dia berada dalam ancaman besar, malam ini bisa jadi dia baik-baik saja atau mati sia-sia.
******
Disisi lain
kediaman Heidi
Puncak menara tersembunyi.
Dalam ruangan gelap gulita, seseorang bicara.
"Kau menemukan nya?"
Satu suara terdengar memecah keheningan malam.
__ADS_1
"Habisi dan jangan biarkan dia melihat matahari besok"
Ucap laki-laki tersebut sambil menyeringai licik.
"Jika dia hidup dan bicara pada Dru atau Khan, maka semua akan hancur berantakan"
Setelah berkata begitu laki-laki tersebut mematikan handphone nya, dia menghisap sisa rokok terakhir nya dan mematikan rokok tersebut kedalam asbak kaca di sisi kanan nya, laki-laki tersebut beranjak perlahan keluar dari sana dengan gerakan tenang.
"Anda akan turun?"
Suara seseorang kembali memecah keadaan.
"Aku rasa belum waktunya anda muncul dan menampakkan diri anda pada nona Heidi, ini akan menyulitkan diri anda sendiri"
Suara itu kembali terdengar.
"Aku hanya ingin melihat nya dan tidak berpikir untuk menyapa nya, Haliandro"
Ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.
Dan begitu laki-laki tersebut melangkah kan kaki nya keluar dari ruangan tersebut diiikuti sosok dibelakang nya, dua wajah familiar muncul di terpa cahaya.
Wajah-wajah yang jelas dikenali oleh semua orang dari keluarga Hillatop, Xavier, Cullen bahkan salah satunya begitu di kenal oleh Jessica yang menjadi mimpi paling buruk dalam hidup nya.
The Betrayal, mereka lupa para pengkhianat selalu ada di mana-mana.
*****
catatan \= stay Fokus Mak yaaaa seperti biasa tidak akan ada yang mampu menebak jalur cerita Mak author bukan? kalau cari novel yang lempeng dan datar-datar aja dengan kisah yang bisa ditebak jangan di mari, kalau mau cerita dengan jutaan teka-teki dan misteri bertahan hingga akhir.
Mak author ga bakal bisa bikin cerita romantika tanpa teka-teki, sampe mati ciri khas Mak author kek nya ga bakal hilang deh Mak, udah usaha banget bikin novel biasa aja dan full romantis subhanallah sulit nya na'udzubilla MAKKKπ€§π€§π€§πππ.
Anggap saja lagi baca novel detektif Conan atau sekelas Agatha Christie wkwkwkwk lebaiiiiiππππ€£π€£π€£.
Akan ada undian di season THE BETRAYAL ya mak, siapa yang beruntung cuzzzzz kasih vote, like san subscribe nya dah, bisa berarti pulsa atau bisa berarti aksesoris cantik dari Mak author.
Love you selangit cakrawala makkkkk
salam cinta dan sayang
Eva Hye Seung
(Nila Kingshop Wati)
Muachhhhhhhhh β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππππ₯°π₯°π₯°πππ.
__ADS_1