
The Jourdan company.
Semua orang menatap Rayyana sejenak ujian memilih untuk menundukkan kepala mereka tanpa ingin menatap ke arah wanita tersebut, mereka tahu salah sedikit menatap wanita itu akan beresiko fatal, temperamental Rayyana jelas tidak baik-baik saja karena wanita tersebut sering marah dan mengoceh tanpa alasan yang jelas.
Tidak ada karyawannya benar-benar menyukai wanita tersebut, mereka hanya menghormati Rayyana karena Rayyana adalah istri dari atasan mereka, nyatanya jika Rayyana bukan siapa-siapa tentu saja orang-orang itu tidak akan pernah mau menghormati wanita tersebut. terlalu bodoh untuk menghormati wanita seperti itu bagi mereka, tapi karena mereka mencari nafkah di perusahaan tersebut mau tidak mau mereka harus menghormati wanita itu dengan perasaan terpaksa.
Siapa yang tidak mengetahui sepak terjang serta kebusukan dari Rayyana, sejak dulu hingga sekarang wanita tersebut tetaplah merupakan wanita serakah, keji dan tidak tahu malu. Dia hanya istri muda yang merangkak naik ke atas menyingkirkan istri sah Jourdan dengan cara tidak tahu malu, bahkan menyingkirkan anak-anak mereka secara diam-diam, semua orang tahu desas-desus hal tersebut.
peristiwa kecelakaan yang terjadi pada istri pertama tuan Jourdan, kecelakaan putra kandung tuan Jourdan bahkan kini semua orang yang bekerja di sana mulai membuat desas-desus jika bisa jadi kecelakaan yang menimpa atasan mereka tuan Jourdan pasti ada campur tangan wanita tersebut.
Pada akhirnya Rayyana bergerak dengan cepat naik menuju ke lantai atas di mana ruangannya berada, sepertinya mood booster wanita tersebut tidak sedang baik-baik saja, wajahnya terlihat sangat kesal dan penuh kemarahan, menatap semua orang dengan kekurang ramahan juga ketidakramahan.
Brakkkkkkk.
__ADS_1
Suara pintu memecah keheningan, dia membuka pintu dengan kasar, kemudian langsung bergerak masuk kedalam ruangan kerjanya, menghempaskan pantatnya ke kursi kerjanya.
"Kejar mereka di Jerman, pastikan mereka menangkap nya secepat mungkin." Ucap Rayyana dengan cepat kemudian, menoleh kearah laki-laki yang ada dihadapan nya.
"Aku pikir mungkin ini terlalu gegabah." Laki-laki tersebut sebenarnya agak keberatan, dia pikir Rayyana terlalu besar mengambil resiko.
"Aku tidak peduli, terlalu gegabah atau tidak yang aku tahu bergerak sekarang dan tangkap Dru secepat nya." Lanjut wanita tersebut lagi.
Disisi lain,
Mansion utama Khan,
Ruang rahasia.
__ADS_1
Laki-laki tersebut menampilkan bagian gambar di layar proyektor, dia menatap beberapa orang yang ada di dalam ruangan tersebut untuk beberapa waktu.
"Beberapa bukti mengarah pada hal tidak terduga, Dru tidak sepenuhnya bisa dijadikan tersangka pada kecelakaan ayah Heidi, mereka masih mengumpulkan beberapa bukti-bukti saat ini." Dan Khan bicara dengan cepat
"Hanya saja di tengah keadaan mengumpulkan barang bukti sepertinya kita tidak bisa lagi menunda untuk membuka tabir pelaku yang sebenarnya." Ucap Khan kemudian, dia melirik kearah Nyx untuk beberapa waktu.
"Rayyana bergerak terlalu cepat saat ini dan dia berencana untuk menangkap Dru saat ini." Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Sejumput kekhawatiran jelas menghantam dirinya saat ini, di mana dia pikir Rayyana terlalu cepat bergerak saat ini. Sejak awal wanita tersebut memang ingin menjebak Dru dan membuat keluarga Xavier berada dalam keadaan rumit.
Nyx yang mendengar ucapan Khan terlihat diam, dia tidak banyak bicara, mencoba menggesek bagian bibirnya dengan jemari tangan nya untuk beberapa waktu, tatapan matanya kini menatap lurus kearah depan.
"Aku akan mengatur semuanya." Pada akhirnya laki-laki tersebut bicara dengan cepat.
__ADS_1