The Betrayal

The Betrayal
Memangkas kerinduan


__ADS_3

Entahlah berapa lama pelukan terjadi diantara ketiga orang tersebut sejak tadi di mana mereka akhirnya bertemu antara satu dengan yang lainnya dan melepaskan kerinduan yang tidak dapat terbendung lagi.


Jessica berulangkali menangis sesegukan dihadapan mommy Ayana dan Tiffany saking sedih dan bahagianya, bahkan berulang kali juga dia menghapus air matanya dengan punggung tangannya. sungguh tidak menyangka dia akan bertemu dengan kedua orang tersebut saat ini, padahal dia baru saja merindukan kedua orang itu.


dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya saat ini dengan kata-kata, saking bahagianya dia bahkan hampir tidak berani untuk mengeluarkan ucapannya sejak pertemuan mereka tadi melainkan hanya bisa menangis tanpa henti, bahkan para pelayan toko terlihat terharu melihat adegan pertemuan ketiga orang tersebut, meskipun sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi tapi bagi mereka sepertinya ketiga orang tersebut sudah terlalu lama tidak bertemu antara satu dengan yang lainnya.


Hingga pada akhirnya Tiffany dan mommy Ayana membawa Jessica untuk segera menjauh dari sana, mencari tempat duduk terbaik untuk mereka bercerita, melepaskan rindu dan juga bicara tentang banyak hal, mengabaikan siapapun yang ada di sekitar mereka bahkan Tiffany melupakan Dru juga Jessica lupa jika dia pergi dengan Yavuz saat ini.


Mereka pada akhirnya menepi mencari tempat duduk terbaik dan sedikit berusaha menjauhi keramaian, membiarkan diri untuk melepaskan segala kerinduan.


"Apa kamu baik-baik saja?" Mommy Ayana bertanya perlahan pada Jessica sembari menggenggam erat telapak tangan Jessica.


Mereka memilih duduk di sudut sisi kanan bangunan pusat belanja dan makanan tersebut, duduk di atas kursi santai dan mengabaikan orang-orang di sekitar mereka.



Jessica hanya mampu menundukkan kepalanya, masih membiarkan sisa air mata jatuh dan menjawab pertanyaan mommy Ayana secara perlahan.


"Aku baik-baik saja, mom" Jawab nya pelan.


Mommy Ayana menyentuh lembut perut Jessica, mengusap perut Putri secara perlahan.


"Sudah besar dari terakhir kita bertemu, apa kata dokter?" wanita baru bayar lebih tersebut kembali bicara sembari membiarkan telapak tangannya dan jemari jemarinya terus mengelus perut Jessica secara perlahan.


"Apa bayi nya sehat? katakan pada ku, apakah anak perempuan atau anak laki-laki?" Kini Tiffany bertanya, perempuan itu berusaha untuk memangkas jarak, dia tahu Jessica masih merasa takut pada dirinya, tidak dipungkiri peristiwa kemarin pasti masih menyisakan luka di antara mereka.


kesalahan pahaman yang terjadi benar-benar tidak bisa dielakkan, karena pada saat itu posisi mereka tidak dalam keadaan mampu menjelaskan dan tidak dipungkiri Tiffany benar-benar sudah saya paham dan dia tidak sempat berpikir dengan jernih atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Sean.


Sejujurnya dia cukup merasa bersalah dengan keadaan, oleh karena itu ingin memperbaiki semua nya saat ini, berharap agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka juga tidak ada kecanggungan yang terjadi dalam hubungan mereka. Dia ingin mereka memperbaiki semuanya kembali dan menjadi keluarga yang seperti dulu lagi.


Mendengar pertanyaan yang dilaporkan oleh Tiffany seketika membuat Jessica mengagumkan kepalanya dengan cepat kemudian menjawab.


"Bayi nya baik-baik saja, dokter bilang bayinya laki-laki" Jawab Jessica pelan, dia masih membiarkan punggung tangannya menghapus jejak air matanya, berharap air mata tersebut tidak tumpah terus-menerus namun nyatanya dia masih tidak bisa menampung air matanya tersebut.


melihat tangisan Jessica yang tidak mau berhenti membuat Ivan secara perlahan mendekatkan diri pada Jessica kemudian dia membiarkan jemari jemarinya menyentuh pipi gadis tersebut.


"Ckckckck mommy lihat? dia masih cengeng seperti dulu, sudah setua ini bahkan sebentar lagi akan melahirkan seorang anak tapi tetap saja seperti ini". Tiffany pura-pura mengeluh sembari mengejek, dia melirik ke arah mommy Ayana dan membiarkan diri untuk terkekeh kecil saat bicara pada Jessica, memangkas jarak dan bersikap biasa-biasa saja terhadap gadis tersebut.


Mendengar apa yang diucapkan oleh putrinya membuat Mommy Ayana ikut terkekeh kecil.


"Ternyata sudah menjadi tua, lihat ada anak yang akan segera hadir di antara kita, dia memang begitu cengeng, padahal mommy sudah tidak menangis lagi, coba lihat bola mata mommy..." wanita itu bicara sedikit meledek tapi penuh dengan candaan, menatap ke arah Jessica dan membiarkan gadis itu menatap dirinya.


mendengar ucapan mommy nya dan Tiffany seketika membuat Jessica berusaha untuk menghapus air matanya sembari ikut terkekeh.


"Aku sedang dalam kondisi terharu, tidak kah mommy dan kamu melihat nya, Tiff? jangan menertawakanku, itu memalukan" akhirnya dia berusaha bicara dan memangkas jarak di antara mereka, menampilkan rumah wajah memerah karena malu, sadar betapa cengengnya dirinya.


tidak dipungkiri dia cukup cengeng jika melewati adegan adegan sedih seperti ini, karena itu dia paling tidak mau diajak untuk menonton film-film sedih, sebab dia sangat mudah menangis sesegukan dan tidak mampu untuk menghentikan air matanya persis seperti anak kecil.


mendengar apa yang diucapkan oleh Jessica membuat kedua orang tersebut masih mengeluarkan tawanya, mereka menikmati kebersamaan dan obrolan panjang mereka, seolah-olah lupa di antara mereka bertiga memiliki pasangan mereka masing-masing.


membiarkan diri untuk saling melepaskan rindu antara satu dengan yang lainnya, membuang segala kesedihan dan kemarahan soal masa lalu yang merupakan kesalahpahaman yang cukup besar di antara mereka


"Jadi ini sudah masuk bulan ke berapa? apalah ada keluhan yang terjadi selama hamil?" Tiffany bertanya cepat, kali ini membiarkan tangannya yang menyentuh perut gadis di hadapan tersebut.

__ADS_1


"Dokter bilang 6 ke 7, hanya kaki yang perlahan membengkak, makan ku jauh lebih banyak dari biasanya dan aku merasakan gendut" Jessica menjawab dengan cepat, menatap kearah Tiffany dengan tatapan yang bahagia dan tidak mengurangi bola mata nya yang terlihat berkaca-kaca.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Jessica seketika membuat Tiffany langsung mengembangkan senyumannya.


"He em, dia sedikit gendut'an mom" Tiffany menjawab cepat.


Mommy Ayana mengulum senyuman, dia kemudian berkata.


"Itu bukan hal yang buruk, ibu hamil memang seperti itu sayang, di trimester pertama belum terjadi peningkatan berat badan, atau jika iya hanya sedikit" Mommy Ayana langsung menjawab dengan penuh semangat.


Mendengar apa yang diucapkan mommy nya, Jessica langsung mengangguk kan kepalanya dengan malu-malu.


"Aku sedikit kurus saat di trimester pertama" Jawab nya pelan.


"Memang seperti itu, pada trimester pertama berat badan akan meningkat relatif sedikit atau belum ada peningkatan sama sekali, bahkan berat badan cenderung berkurang karena muntah-muntah, morning sickness sangat menyiksa biasanya" Lanjut mommy Ayana cepat.


"Tapi berat badan ibu hamil akan meningkat tajam saat sudah memasuki trimester ke 2 hingga 3. Penyebab kenaikan berat badan saat hamil tidak hanya dikarenakan tingginya nafsu makan yang sering terjadi pada ibu hamil"


"Kita biasa nya mengalami peningkatan berat badan karena saat tidak hamil, rahim seorang perempuan hanya berukuran sebesar jempol saja, yaitu hanya memiliki ketebalan 1,25 cm dan panjang sekitar 7,5 cm dengan berat 50-50 gram.


"Namun, saat kita sedang memasuki masa kehamilan, ketebalan dinding rahim menjadi meningkat. Hal ini mengakibatkan berat rahim selama masa kehamilan bisa mencapai 1-2 kilogram. Ini semua belum termasuk berat janin, pertambahan lemak, bertambahnya produksi air susu ibu, peredaran darah melebar, dan lain sebagainya."


"Perut ibu hamil juga karena dititipi air yang kerap menyumbang kenaikan berat badan. Ini berupa cairan air ketuban yang bisa mencapai 1 kilogram. Cairan ketuban ini tidak hanya berisikan air saja, melainkan juga mengandung elektrolit, protein, dan nutrisi penting yang membantu tumbuh kembang janin, jadi jangan khawatir dengan sedikit gendut di kehamilan, dan alasan terakhir dan yang paling utama dari kenaikan berat badan saat hamil karena adanya bayi di dalamnya. Ya, bayi yang ada di dalam kandungan Anda bisa menyumbang berat hingga 3,5 kilogram. Maka tak heran kalau berat badan ibu hamil menjadi naik drastis. itu bagus sayang" Jelas mommy Ayana dengan cepat dan akurat.


Jessica mengangguk cepat, dia setuju.


"Jadi katakan padaku, kamu....". Sebenarnya Tiffany ingin sekali bertanya dengan siapa Jessica datang kemari namun tiba-tiba dia merasa perutnya kembali, udah buat itu langsung menutup mulutnya dengan cepat kemudian bola matanya segera mencari arah toilet yang ada di sana.


melihat apa yang terjadi pada Tiffany yang tiba-tiba berdiri dan menutup mulutnya membuat mommy Ayana mengerutkan keningnya diikuti oleh Jessica.


"Tiff?" Jessica tidak kalah terkejutnya.


Tiffany sedikit kesulitan untuk menjawab pertanyaan kedua orang itu karena dia merasa isi perutnya akan tumpah saat ini juga, perempuan itu hanya memberikan kode, di mana dia berkata seolah-olah dia akan melupakan kembali isi perutnya.


dan di detik berikutnya perempuan itu secepat Kinan beranjak dari sana dan menuju ke arah toilet yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka.


Mommy Ayana jelas saja semakin mengernyitkan dahi nya, dia fikir Ada apa dengan putrinya tersebut.


******


Disisi lain.


kedua laki-laki itu mengikuti tiga orang yang berjualan dengan cepat di hadapan mereka di mana bisa mereka lihat Tiffany, Jessica dan mommy Ayana berusaha untuk mencari tempat duduk yang paling memungkinkan untuk menghindari semua orang dan berbicara bersama.


saat ini perasaan Yavuz jelas tidak baik-baik saja, berbagai macam perasaan berkacamuk menjadi satu di dalam hatinya, ucapan Dru benar-benar mengganggu dirinya saat ini.


Jessica putri bungsu Hillatop.


"Sayang mommy dan daddy mau memperkenalkan kamu pada salah satu Putri Hillatop" ucapan dari suaminya kala itu membuat dia mengernyitkan keningnya.


"aku tidak tertarik pada perjodohan, mommy bisa mengatur nya untuk Veer atau Bee" kalau itu dia menjawab dengan cepat karena tidak suka dipertemukan dengan para perempuan-perempuan atau gadis-gadis pilihan orang tuanya.


masih berpikir lama untuk mau menikah atau menjalin hubungan dengan seseorang, dan yang jelas sekali dia belum tertarik pada pernikahan sama sekali karena sejauh ini tidak ada gadis yang berhasil membuat hatinya menginginkan mereka mampu membuat dia berpikir untuk mengikat janji dan membuat komitmen bersama.

__ADS_1


Bagi nya pernikahan terlalu ribet dan membuat kepalanya ini pecah.


"Dia gadis yang baik Yav, mommy jamin kamu pasti akan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, kamu tahu Yav? sudah ada beberapa laki-laki yang menginginkan nya dan mencoba mengajukan lamaran untuk nya tapi selalu ditolak oleh mommy dan daddy nya" Kembali ucapan mommy nya menggema dibalik telinga nya.


"Kamu tidak akan menyesali nya"


"Kenapa gadis pilihan nya bisa tertukar?" dan ingatannya pada malam itu cukup menghantam dirinya.


gimana gadis pilihannya untuk melakukan surogasi tiba-tiba tertukar.


"aku pikir pasti ada kesalahpahaman di sini, dia menarik gadis yang salah malam tadi, seperti nya gadis tersebut berada pada waktu yang salah juga di tempat yang salah sehingga membuat gadis itu juga salah dikenali"


"Kenapa dia tertidur, apa ada sesuatu yang salah terhadap gadis tersebut?" dan ingatan-ingatan acak tersebut membuat Yavuz mencoba untuk memijat-mijat kepalanya.


"Kalian harus menikah secepatnya" Dan desakan mommy nya ketika bertemu Jessica.


"Dia benar-benar cantik, kamu lihat? dia benar-benar cocok untuk mu Yav"


"Mommy menyukainya?"


"Siapapun pilihan mu mommy menyukainya, apalagi dia yang telah mengandung baby Yav, itu benar-benar luar biasa..Ohhhh rasanya menyenangkan, menantu dan cucu bisa didapatkan secara bersamaan"


Dan demi apapun Yavuz merasa berbagai macam ingatan dan juga pembicaraan mereka terus menghantam kepala laki-laki tersebut hingga membuat dia berpikir dengan tiba-tiba apa kah mungkin sejak awal sudah ada yang tahu dengan rencananya untuk mengambil seorang gadis dan melakukan surogasi.


Dan dia tiba-tiba Yavuz menyadari sesuatu, kenapa mommy nya langsung menyukai Jessica. Awal nya dia pikir mungkin karena mommy nya terpaksa menerima gadis tersebut karena sudah hamil, tapi entah kenapa tiba-tiba saja saat ini ekspresi mommy dan daddy nya saat pertama kali datang dengan tiba-tiba ke kediaman nya membuat dia berpikir jangan-jangan kedua orang tersebut sudah tahu sejak awal.


Apakah mungkin sejak awal orang tuanya termasuk mommy nya sudah tahu dengan Jessica, memang berencana menukar gadis pilihan nya dan berharap Jessica yang mengandung bayi Yavuz?.


Dibalik ketidaktahuan dia mungkin Jessica juga sama, apa mungkin dia dan Jessica dijebak dengan sengaja dengan permainan nya? dan siapa yang bergerak membantu mommy dan daddy nya?!.


Seketika Yavuz kembali mengerutkan keningnya.


Apakah mungkin?!?


Hafsa?!.


Shi..t.


"Yav?" Dan di tengah berbagai macam pemikiran yang berkaca untuk menjadi satu di dalam kepalanya tiba-tiba seorang Dru mengejutkan dirinya.


"Ada apa?" Yavuz bertanya.


"sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada istriku, tetap awasi kedua orang tersebut, kau tahu? aku akan membunuh mu jika mertua ku dan adik ipar ku menghilang dari pandangan " Ucap Dru dengan nada sedikit ancaman.


mendapatkan ancaman dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut membuat Yavuz mendengus.


"Kau pikir aku akan melepaskan pandangan mu terutama dari Issi ku? kau jangan bercanda " Jawab laki-laki itu dengan nada dingin dan datar.


Issi ku?.


Dru menaikkan ujung alisnya.


Itu terdengar alay dan lebay untuk ukuran seorang mafia seperti Yavuz.

__ADS_1


"Cih.... sangat berlebihan" Ejek Dru kemudian.


__ADS_2