The Betrayal

The Betrayal
Sekilas masa lalu


__ADS_3

Kembali ke masa lalu


Lebih dari 8 tahun yang lalu.


Brakkkkkkk.


Satu dorongan kasar dan hantaman keras terdengar menggema memenuhi ruangan basket yang ada di sana, kemarahan terlihat jelas dibalik bola mata Dru.


Bugggggggg.


Satu hantaman melesat mengenai wajah Sean muda, Dru benar-benar marah.


"Bajingan, berani sekali kau memanipulasi keadaan, menjadi diri ku dan menipu udumbara?"


Dia pikir Sean tidak akan melakukan nya, dia meminta laki-laki tersebut menemui Tiffany bukan menjadi dirinya tapi mewakili dirinya dan menyampaikan maaf nya tapi Sean dengan licik menipu gadis polos tersebut dan menyamar menjadi dirinya.


Dia kehilangan komunikasi, mommy nya yang tiba-tiba ambruk dan dibawa ke rumah sakit membuat dia menghilang dari kehidupan udumbara nya selama lebih dari 2 bulan, dia pikir pesan nya sampai pada Tiffany sesuai permintaan nya dengan Sean, tapi rupanya lebih dari 2 bulan Sean menjadi dirinya, menipu Tiffany dan mengencani gadis yang di cintai nya.


"Bajingan kau..."


Bugggggggg.


Lagi Dru menghantam Sean dengan bogem mentah nya, membuat laki-laki tersebut terjatuh ke lantai dengan kasar.


Sean meringis, dia yang terjatuh ke lantai berusaha untuk berdiri dengan bersusah payah.


"Maafkan aku Dru, aku tidak berniat membohongi nya, aku mencintai nya"


Bisa nya dengan tidak tahu malu laki-laki tersebut berkata begitu.


"Apa?"


Dru terlihat mendengus, dia menatap jijik pada Sean yang berkata seperti itu pada nya.

__ADS_1


"Bahkan Tiffany mencintai ku Dru, kau bisa bertanya langsung pada nya, dibalik dia melihat ku sebagai Hades atau tidak, kami saling mencintai antara satu dengan yang lainnya"


Dan ucapan Sean membuat jantung Dru seolah-olah siap meledak kapan saja.


Dia ingin memukul laki-laki tersebut sekali lagi, tapi Sean tiba-tiba kembali berkata.


"Mari membuat sebuah taruhan"


Dru seketika menghentikan gerakan tangannya.


*******


Beberapa hari kemudian


Mansion utama keluarga Cullen.


"Bukankah kak Dru tampan?"


Beberapa gadis mulai bergosip soal laki-laki dingin tersebut, membuat Tiffany yang berbalut afron masak menghentikan kegiatan tangan nya, dia mengerutkan keningnya.


"Tapi dia tidak tersentuh"


Gadis lain menimpali, mendekati Tiffany dan membantu gadis tersebut mengolah beberapa menu makanan, kegiatan anak sekolah berkumpul di jam sekolah dan memasak bersama Seolah-olah menjadi hal yang lumrah.


Kali ini mendatangi kediaman salah satu teman mereka, keponakan dari keluarga Xavier yang merupakan teman sekelas mereka.


"Bukankah kalian berdua dekat dengan kak Xia? tidak bisakah menggunakan kak Xia untuk mendekati salah satu dari kami dengan kak Dru?"


Gadis disamping Tiffany bertanya pada Tiffany dan adik sepupu Dru.


"Kak Dru tidak tertarik dengan bocah seperti kita"


Oceh gadis cantik di sisi kiri Tiffany.

__ADS_1


"Levelnya terlalu tinggi, mungkin dia memang suka yang cantik seperti Tiffany tapi dia suka gadis yang usia nya setara dengan dirinya"


Gadis tersebut kembali bicara, dia melirik kearah Tiffany.


"Apakah kamu tertarik dengan kak Dru juga?"


Dan gadis tersebut menggoda Tiffany.


Mendengar godaan tersebut Tiffany menoleh kearah sisi kirinya, dia menatap kearah gadis yang merupakan sepupu kecil kak Xia nya tersebut.


"Tidak, aku tidak tertarik dengan laki-laki dingin itu"


Jawab Tiffany cepat.


Gadis di sampingnya terkekeh, dia membiarkan pinggul nya menabrak pinggul Tiffany.


"Bohong? teman-teman jatuh cinta pada kakak sepupu ku, aku tidak yakin kamu tidak"


Goda nya lagi.


"Apaan, aku tidak suka pada manusia es seperti dia"


Tiffany membuang pandangannya, membalikkan tubuhnya dengan cepat.


"Ommo...."


"Kak Dru"


Seketika Tiffany membeku, menoleh kearah teman-teman nya yang menatap tegang kebagian belakang mereka, Tiffany buru-buru berbalik, menatap netra yang menatap tajam dirinya.


Seketika wajah gadis tersebut memerah.


"Kak.."

__ADS_1


Dia tercekat, membalikkan tubuhnya dengan cepat.


Ohhhh.


__ADS_2