The Betrayal

The Betrayal
Menjabarkan kenyataan


__ADS_3

Bayangkan bagaimana terkejutnya Tiffany mendengar apa yang diucapkan Noura saat ini panjang lebar, menceritakan soal apa yang terjadi pada malam itu yang sesungguhnya.


Hal itu membuat Tiffany kehilangan kata-kata, dan dia pikir.....


"Daddy Gao yang menangkap mereka?" dia bertanya sembari mengernyitkan keningnya. Cukup terkejut saat tahu daddy nya langsung yang di telpon Noura untuk datang menggerebek Jessica.


"malam itu mereka tidak pernah melakukan apapun berdua Tiff, aku yang membawamu dan aku yang memindahkan Sean, tapi aku kehilangan Jessica semalaman, saat kembali keadaannya begitu kacau dan di tangannya terdapat sebuah luka dimana sepertinya dia baru saja menjalankan menggunakan jarum infus, dia benar-benar terlihat kacau tapi Jessica hanya berkata sepertinya ada sesuatu yang salah terjadi" Noura bicara sembari mencoba mengingat apa yang terjadi pada pagi hari itu.


"dia tidak pernah tidur dengan Sean, tapi yang membuatku bingung adalah bagaimana bisa dia hamil setelah satu bulan setengah lebih ketika peristiwa tersebut berlalu, aku sendiri yang mengantarnya ke kamar Sean, Tiff. Dan ini benar-benar membuatku terkejut" lanjut gadis tersebut lagi kemudian dia bicara apa adanya tentang kenyataan soal Jessica.


"semuanya jebakan, dia mencoba membatalkan pernikahanmu karena dia tahu Sean bukan laki-laki yang baik untukmu, tapi aku pikir malam itu sepertinya dia terjebak pada satu hal yang lainnya" Dan Noura menghentikan ucapannya dengan cepat, membiarkan bola matanya menatap bola mata Tiffany untuk beberapa waktu.


Tiffany terlihat diam dan dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, apa yang diucapkan oleh gadis di hadapannya tersebut cukup membuatnya terkejut, dan setelah sekian lama berlalu di mana dia telah mengusir Jessica atas kemarahannya di mana dia berpikir Jessica telah mengkhianati nya bersama Sean, kenapa baru hari ini dia tahu apa yang terjadi kepada gadis tersebut dan baru hari ini dia tahu malam itu apa yang terjadi antara Jessica dan Sean.


Daddy Gao?!.


tiba-tiba saja dia berpikir kenapa daddy nya menyembunyikan semua hal tersebut dari dirinya hingga selama ini, dan dia pikir apakah mungkin mommy Ayana nya tahu apa yang terjadi pada Jessica selama ini.


"Tiff?" Suara Noura mengejutkan dirinya.


"aku cukup sulit dan bingung untuk menyimpulkan semuanya, dan aku sangat terkejut atas apa yang kau ucapkan Noura, kenapa tidak ada yang memintaku untuk tahu lebih cepat atau kenapa Jessica tidak bilang padaku tentang sifat Sean juga rencananya dulu?" dia bertanya pada gadis di hadapannya itu untuk berapa waktu.


Noura terlihat menggigit bibir bawahnya.


"maafkan aku Tiff, aku pikir mungkin kamu tidak akan mempercayai apa yang diucapkan oleh Jessica atau aku soal Sean, terkadang cinta mampu membutakan seseorang dan mereka mungkin sulit mempercayai apa yang diucapkan oleh orang lain dan itu membuatku berpikir memberitahukan padamu soal Sean mungkin akan menjadi rumit, ada ketakutan tersendiri bagaimana jika kamu tidak akan mempercayai ucapan yang tidak memiliki bukti" Ucap Noura panjang lebar.


dan pada akhirnya Tiffany diam tidak melanjutkan pertanyaannya.


"Apa kau tahu di mana Jesica?" tiba-tiba saja segurat kekhawatiran dan jutaan rindu menghantam dirinya.

__ADS_1


Noura menggeleng kan kepala nya secara perlahan.


"Maafkan aku, aku tidak tahu Tiff"


******


Masih kembali ke masa kemarin


Mansion Utama Dru dan Tiffany


Ketika mommy Ayana dan daddy Gao berkunjung.


"Dad...."


Tiffany bicara, sengaja menghentikan langkahnya untuk beberapa waktu, menatap punggung daddy nya yang ada dihadapan nya.


Mendengar Tiffany memanggil diri nya, tuan Gao buru-buru menghentikan langkah kaki nya, dia berbalik dan menatap putri nya.


Tuan Gao bertanya, mengembang kan senyuman nya ke arah putri kesayangannya tersebut.


Tiffany terlihat diam untuk beberapa waktu menatap daddy nya sembari meneliti wajah laki-laki di hadapan tersebut dengan seksama.


"Tiff?"


Tuan Gao kembali bertanya, kali ini dia agak mengerut kan keningnya, menatap putrinya tersebut yang menatap nya dengan tatapan yang sedikit aneh.


"tidakkah daddy ingin menjelaskan padaku tentang Jessica dan kejadian malam itu?"


perempuan itu bertanya dengan begitu lancar, sengaja menatap wajah daddy nya dengan lekat, tidak membiarkan pandangannya lari kemanapun.

__ADS_1


Dan pertanyaan putri nya cukup mengejutkan tuan Gao, seketika senyuman di balik wajah laki-laki tua tersebut mulai memudar secara perlahan, kini dia menatap wajah putri nya dengan tatapan yang sedikit sulit untuk di jelaskan.


"Sampai kapan daddy menutup rapat-rapat semua nya dari ku?"


dan kembali perempuan itu bertanya kepada laki-laki yang menjadi cinta pertamanya tersebut, dia membiarkan bola mata mereka bertemu, dimana Tiffany menunggu jawaban daddy nya atas tanya yang dilesatkan oleh nya barusan.


Tuan Gao tidak menjawab pertanyaan nya sama sekali, dia berusaha untuk menetralisir detak jantung nya saat sang putri menanyakan hal tersebut pada dirinya.


"apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu? dan apa yang terjadi pada pagi itu? aku yakin daddy tahu soal sesuatu yang terjadi pada Jessica hari itu bukan?" dan Tiffany bergerak melangkahkan kakinya mendekati laki-laki paruh baya lebih tersebut.


"karena dikalah aku patah hati dan perasaanku hancur oleh pengkhianatan Sean, daddy menampilkan sifat daddy yang begitu tenang, tidak ada seorang ayah pun ia akan tenang saat mengetahui putrinya disakiti, aku memikirkannya beberapa hari ini, kecuali dia tahu orang yang menyakiti putrinya memang tidak pantas untuk hidup bersama putrinya sejak awal, karena selama kebersamaanku bersama Sean, daddy tidak pernah menampilkan kedekatan dengan dia, sangat berbanding terbalik dengan perlakuan daddy dengan Dru" Tiffany mulai bicara panjang lebar dan dia menjabarkan sejuta pemikirannya dalam beberapa hari ini setelah dia bertemu dengan Noura.


"aku merangkai satu persatu benang kusut yang terjadi diantara semua orang, bahkan aku berpikir kenapa kak Khan bahkan mengeluarkan ekspresi yang sama, dia terlihat marah tapi tidak seperti biasa ya bahkan saat aku bilang aku ingin Jessica angkat kaki dari rumah, daddy dan kak Khan hanya diam" Tiffany menatap dalam bola mata daddy nya, dia sengaja menatap bola mata laki-laki tersebut dengan tatapan tajamnya karena dia ingin laki-laki paruh baya itu menjelaskan semuanya dengannya Secara detail dan gamblang.


"lalu kemudian aku mencoba untuk menyimpulkan sesuatu, kehamilan Jessica bukan kehamilan dari Sean, itu artinya ada orang lain yang menanam benih ke dalam rahimnya pada malam itu, di tengah kebingungan Jessica yang menegak minuman yang diberikan Sean" Dia terus menjabarkan apa yang ada di pikirannya saat ini.


Daddy Gao mencoba untuk mendengarkan Tiffany, dia menatap putrinya untuk beberapa waktu di mana bisa dia lihat bola mata perempuan tersebut tampak berkaca-kaca dan dipenuhi dengan sedikit kekesalan juga kemarahan atas kebohongannya.


"pernikahanku dan kak Dru sejak awal memang telah diatur bukan? Jessica mungkin tidak sengaja ingin menggagalkan rencana pernikahanku dengan Sean karena dia mendengar percakapan Sean dan seseorang yang ingin menjebakku, tapi aku pikir pasti ada pernikahan berbeda yang juga telah direncanakan sejak awal tanpa diketahui Jessica, apakah benar begitu daddy?" Dan percayalah ucapan Tiffany benar-benar mengintimidasi daddy nya.


"Sayang... maafkan daddy " Pada akhirnya tuan Gao membuka suaranya, wajah laki-laki tersebut menyiratkan rasa rumit didalam nya.


"Tidak kah daddy tahu bagaimana perasaan Jessica saat ini? dia terlalu polos dalam ketidaktahuan nya? saat dia tahu laki-laki yang ada bersama nya kini adalah ayah dari anak didalam kandungan nya, apa mungkin dia tidak akan marah kepada daddy atau Kak Khan? dan apakah mungkin dia tidak akan kecewa dengan kebohongan semua orang? apa mungkin dia bisa jatuh cinta pada laki-laki asing yang bahkan tidak pernah dia kenal sama sekali " Dan bayangkan bagaimana kemarahan Tiffany saat ini.


"Tiff... sayang..."


"Tiff, dengarkan daddy...." Dan saat tuan Gao ingin bicara, tiba-tiba nyonya Ayana datang dari arah kamar atas, entah kapan dia menuruni anak tangga yang jelas wanita itu sudah ada di hadapan mereka bertanya menampilkan raut wajah khawatir nya ke arah putri dan suami nya.


"Kalian bertengkar?" Tanya Wanita tersebut dengan perasaan yang berkacamuk menjadi satu.

__ADS_1


Oh God. Tiffany hanya bisa menghela kasar nafasnya saat dia melihat mommy nya, dia khilaf dalam kemarahan nya, bicara terlalu kencang hingga membuat wanita paruh baya lebih tersebut mungkin Mendengar tiap detail ucapan nya.


__ADS_2