The Betrayal

The Betrayal
Bekerja tidak becus


__ADS_3

Disisi lain


Mansion utama Rayyana.


"Apakah mereka tidak bisa bekerja dengan cepat?." Rayyana terlihat mengeratkan rahangnya, menatap kearah laki-laki yang ada dihadapan nya untuk beberapa waktu.


wanita itu pikir bagaimana bisa pihak kepolisian terlalu lama dalam bekerja hingga mereka tidak berhasil menangkap Dru, mengingat peristiwa kecelakaan suami nya yang telah lewat beberapa hari. Hal ini terasa tidak masuk akal karena polisi bekerja dengan lamban, Rayyana terlihat begitu kesal dibuatnya, baginya polisi yang mereka bayar sangat tidak kompeten sama sekali.


"Mereka bekerja sangat tidak becus hanya menghabiskan uangku dalam keadaan tidak jelas." oceh wanita tersebut lagi dengan perasaan kesal.


"Apa kau tidak lihat bagaimana para polisi lain biasanya bekerja? mereka selalu bekerja dengan cepat dan memuaskan, tapi kau lihat polisi-polisian yang kita bayar? nyatanya hanya menyukai uang dan tidak bekerja dengan sangat profesional." wajib wanita tersebut lagi kemudian.

__ADS_1


laki-laki yang ada di hadapan Rayyana hanya bisa menghela pelan nafasnya, menatap Rayyana untuk beberapa waktu kemudian berkata.


"kita tidak bisa bergerak terlalu tergesa-gesa karena sebenarnya tidak ada banyak bukti yang bisa menyeret Dru pada peristiwa yang menimpa Jourdan." dia bicara dengan cepat, berkata seperti itu karena mereka tidak bisa menyerat Dru saat ini dengan cara mereka, mungkin mereka mampu melakukan penangkapan namun untuk melewati proses lebih panjang lagi pasti memerlukan berbagai macam penyelidikan.


"Minimal lakukan penangkapan pada laki-laki sialan itu, cihhhhh aku heran kenapa sangat sulit sekali untuk melakukan penangkapan padanya seolah-olah dia memiliki banyak koneksi dan orang-orang melindunginya, memangnya siapa dirinya? ini membuatku kesal dengan keadaan." Oceh Rayyana lagi kemudian.


dia tidak berhenti ngoceh dan mengeluh, merasa uangnya telah habis dengan sia-sia tapi para polisi bekerja dengan cara yang sangat lamban dan tolol.


"mereka belum menemukan keberadaannya, surat penangkapan sudah ada tapi Dru dan istrinya terus berpindah-pindah lokasi dalam beberapa waktu terakhir, mereka berkata itu liburan bulan madu." laki-laki di depan Rayyana kembali bicara dengan cepat.


"Apa? bulan madu?." Tanya nya kemudian.

__ADS_1


"Bukankah pasti sangat menyenangkan jika mereka menangkap seseorang yang masih merayakan bulan madu bersama? aku membayangkan bagaimana rasanya ketika seseorang yang tengah merayakan bulan madu dan tiba-tiba ditangkap dan dipenjara atas dasar pembunuhan." Lanjut Rayyana lagi dengan penuh kesenangan.


mendengar ucapan rayana kemudian laki-laki yang ada di hadapannya tersebut berkata.


"Aku pikir kau benar-benar memiliki persoalan dengan keluarga Xavier, sebenci itu kau pada putra Tristan dan Lana lan?." dia bertanya sembari mengerutkan keningnya sembari menetap ke arah Rayyana dengan pandangan tidak percaya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut membuat Rayyana menggenggam erat telapak tangan nya, wanita tersebut terlihat mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu. Kini bola mata Rayyana berpindah pada laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, dia menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu kemudian berkata.


"Jika Dru bukan putra dari Tristan juga Lana lan, aku mungkin tidak akan pernah memikirkan cara untuk membuat dia terlibat dengan keluargaku." Ucap Rayyana kemudian.


"Setidaknya dimasa lalu laki-laki brengsek itu pernah menyakiti perasaan ku." Lanjut Rayyana lagi kemudian.

__ADS_1


Dan ucapan dari Rayyana membuat laki-laki tersebut berpikir dengan keras.


"Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu?."


__ADS_2