The Betrayal

The Betrayal
Informasi yang Mengejutkan dirinya


__ADS_3

Setelah melewati makan malam bersama dan mendapat kan tiket honey moon dari sang mertua, bayangkan bagaimana perasaan Tiffany saat ini, dia cukup kehilangan kata-kata atas apa yang diberikan oleh sang mertuanya.


Dru beberapa kali meremas telapak tangan nya, Seolah-olah tahu bagaimana perasaan istri nya saat ini.


"Terima kasih banyak, mom, dad"


Ucap Tiffany dengan penuh rasa haru, menatap mertua nya satu persatu dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


"Bukan hal yang besar, kami memikirkannya dengan keras apa yang seharusnya di lakukan, kalian sama sekali belum mendapatkan bulan madu bersama, jadi berpikir apakah tidak sebaiknya memberikan sedikit hadiah untuk kalian"


Mommy Lana Lan bicara, menatap menantu nya dengan senyum tulus nya.


"Daddy mu bilang tiket bulan madu akan jadi berguna untuk kalian melewati bulan madu bersama, liburan kesana juga cukup bagus, ada beberapa keluarga Hillatop dan Xavier yang bisa kalian kunjungi di sana juga nanti nya"


Lanjut wanita itu lagi.


Tiffany menganggukkan kepalanya, mendengarkan cerita dari mommy mertuanya dengan seksama, sangat berterima kasih atas pemberian mertua nya.


"He em, aku pikir tempat itu destinasi yang baik, ditambah lagi ini bisa jadi waktu nya Dru sedikit beristirahat dari penat dan aktifitas lelah nya, mom"


Dia pikir ini bagus untuk kesehatan Dru juga, dokter Theo berkata Dru butuh waktu istirahat dari stress nya, butuh destinasi terbaik untuk melegakan beban di hati nya, mengistirahatkan diri dan melupakan segala hal yang membuat rumit pemikiran nya dan liburan bulan madu pilihan paling baik untuk mereka saat ini.


"Itu bagus, mommy harap kalian mendapatkan liburan bulan madu terbaik kalian nanti"


Mommy Lana lan kembali bicara, menyentuh telapak tangan Tiffany secara perlahan.


"Perhatikan Dru dengan baik, mommy mempercayakan semua nya pada mu, sayang"


Ucap wanita itu lagi kemudian.


Tiffany mengangguk kan kepala nya, menatap dalam bola mata Wanita tersebut untuk beberapa waktu.


Ditengah pembicaraan mereka tiba-tiba suara seseorang mengejutkan mereka.


"Tiff?"


Seketika Perempuan tersebut menoleh diikuti dengan yang lainnya.


Tiffany membulatkan bola mata nya saat sadar siapa yang ada di hadapan sisi kanan dirinya.


Itu adalah teman semasa SMA dan kuliah nya.


"Oh ya ampun"


Perempuan itu melonjak kaget, tidak bertemu untuk waktu yang cukup lama membuat dia cukup terkejut dan merindu. Akhirnya memilih sedikit izin untuk menyapa teman nya pada mertua dan suaminya, agak menggeser tempat dan mengobrol sedikit sambil bertukar nomor handphone.

__ADS_1


"Aku cukup terkejut kamu ada di Paris"


Gadis tersebut bertanya bahagia, menatap Tiffany tidak percaya, bahkan cukup terkejut mengetahui kenyataan Tiffany telah menikah.


"Tidak mengabarkan kami jika kamu menikah dengan..."


Dia bertanya tapi berusaha untuk menggantung kalimat nya.


"Aku mendengar soal pernikahan kamu yang gagal dengan Sean"


Dia tahu soal berita tersebut di mana Tiffany tidak jadi menikah bersama Sean, tapi jelas terkejut saat tahu Tiffany malam menikah dengan penerus keluarga Xavier.


mereka memang jarang berkomunikasi biasanya setelah lulus sekolah atau kuliah, masing-masing dari mereka sibuk dengan kehidupan sendiri-sendiri, tapi tidak dipungkiri terkadang mereka mendapatkan informasi dari beberapa teman soal teman-teman yang lainnya, dan kehidupan memang berjalan seperti itu adanya untuk semua orang.


"He em, lagu menikah dengan sepupu Defina, kami belum menggelar acara pernikahan,. rencananya setelah kalender bulan baru akan menentukan tanggal pernikahan, kami akan merayakan resepsi nya di Paris"


Tiffany mulai bicara dan bercerita kemudian dia langsung memasukkan nomor handphone nya pada temannya tersebut.


"aku akan mengirimkan undangan pada kalian nanti"


dia berjanji pada gadis di hadapannya itu.


"aku menunggu undangannya, dan teman-teman yang lain juga pasti menunggunya"


gadis itu menjawab dengan cepat dan antusias, kemudian dia buru-buru memasukkan handphone nya ke dalam tasnya setelah mereka bertukar nomor handphone.


ucapkan di situ dengan cepat kemudian dia pikir untuk pergi berpamitan, tapi tiba-tiba dia ingat soal sesuatu.


"aku agak terkejut karena kamu tidak jadi menikah dengan Sean dan beberapa teman berkata jika saya menikah dengan Jessica"


Gadis tersebut mencoba bertanya untuk memastikan karena sejauh ini dia tidak benar-benar mendengar cerita soal tersebut karena dia juga tinggal di luar negeri.


mendapatkan pertanyaan seperti itu Tiffany langsung mengangguk kan kepalanya.


"jadi gosipnya benar?"


gadis tersebut mencoba untuk memastikan jika berita media dengar tidak salah.


"He em"


lagi-lagi Tiffany menganggukkan kepalanya.


mendapatkan jawaban seperti itu membuat gadis tersebut seketika mengerutkan keningnya.


"Lalu bagaimana hubungan kamu dan Jessica?"

__ADS_1


Dia pikir apakah ini benar-benar pengkhianat yang buruk? atau ada kesalahan dalam hubungan mereka,dia takut menebak-nebak.


"Kami kehilangan komunikasi Cukup lama, dia memutuskan keluar dari keluarga Hillatop dan pergi memilih tinggal dengan Sean"


Jawab Tiffany enggan, agak Singkuh dan risih saat di tanya soal Jessica dan Sean.


mendengar Jawaban Tiffany gadis tersebut semakin mengerut kan Kening nya.


"tapi itu aneh"


ucap gadis itu tiba-tiba sembari menatap dalam bola mata Tiffany.


mendapatkan ucapan seperti itu membuat Tiffany sedikit mengernyitkan dahinya.


"apa kamu ingat pada Herdian? laki-laki keturunan Indonesia China teman SMA kita?"


Saat gadis tersebut bertanya begitu, Tiffany berusaha mengingat-ingat soal nama tersebut. dia mengangguk kan kepalanya.


"Dia bekerja di kantor pengadilan negeri bukan?"


Tiffany tidak paham dengan maksud dari teman nya itu.


"Yah itu yang aku dengar dari teman-teman lama"


Jawan nya cepat.


"Lalu?"


Tiffany kembali bertanya masih sambil mengerutkan keningnya, agak penasaran dengan maksud dari gadis dihadapannya itu.


"Ini agak aneh tapi aku bertemu dengan Herdian pada bulan lalu saat berlibur ke Indonesia,kami membuat janji temu dengan teman-teman lama dan saat bertemu Herdian, laki-laki tersebut bilang Jessica dan Sean telah mengurus surat perceraian mereka padahal pernikahan mereka baru berjalan beberapa waktu"


Gadis tersebut bicara, agak ragu-ragu mengatakan nya karena takut salah.


"Aku cukup tidak percaya, tapi Herdian berani bersumpah demi Allah jika Sean dan Tiffany benar-benar telah bercerai dalam keadaan tidak baik-baik saja"


Dan percayalah ucapan gadis tersebut seketika membuat Tiffany terkejut.


"Apa?"


Tanya nya dengan jantung yang berdetak tidak beraturan.


"Saat itu dia mengalami sedikit kekerasan dan Jessica meminta perlindungan seseorang di belakang nya untuk perceraian mereka, Sean bahkan berkata Jessica menekan nya dalam pernikahan mereka"


Dan percayalah seketika Tiffany memundurkan langkahnya secara perlahan.

__ADS_1


"Kau pasti bercanda"


__ADS_2