
Mansion utama keluarga Xavier
Setelah selesai permainan putar botol
Kamar Dru dan Tiffany.
Dru menaikkan ujung alisnya ketika dia melihat Tiffany bergerak mengabaikan kehadiran nya, seolah-olah gadis tersebut tidak melihat nya, menganggap nya bayangan semu atau hantu yang sejak awal tidak ada di kamar dimana mereka tempati saat ini.
Pilihan menginap benar-benar buruk, dia cukup bingung harus tidur dimana karena tidak ada kursi sofa disana.
1 kasur ukuran standar tanpa kursi sofa didalam nya.
"Tidak bisakah berikan kamar ku saja Mom?"
Dia bertanya pada mommy nya dengan perasaan tidak nyaman, kenapa mereka di letakkan bukan di kamar Dru yang selalu ditepati nya tapi di kamar tamu pikir nya.
"Gina sedang hamil muda, kamu tega membiarkan sepupu mu yang hamil tinggal di sana?"
__ADS_1
Mommy nya menjawab cepat, menerangkan kondisi sepupu dari keluarga daddy nya dengan cepat.
Yeah Gina tengah hamil, kamar yang nyaman dan luas jelas akan sangat baik untuk ditempati oleh ibu trimester pertama, kamar mandi luas dan enak untuk di datangi, kamar tamu sebenarnya tidak buruk, tapi jelas tidak seindah dan senyaman kamar milik nya saat masih bujangan.
Dia tidak berani protes, hanya bisa diam dan mengangguk kan kepala, membiarkan Tiffany memutuskan dan gadis tersebut menyetujui nya.
Lalu kini dia gelagapan sendiri, tidak tahu harus tidur di mana karena tidak ada kursi sofa sama sekali di sana, dia pikir apa dia harus tidur di lantai tapi bagaimana dengan alasnya? tidak ada karpet sama sekali di dalam ruangan kamar tersebut, seingatnya seharusnya di karpet di sana tapi sepertinya mommy nya meminta pelayan melepaskan karpet tersebut dan membersihkan nya, mungkin kotor karena sering ada tamu yang menginap disana.
Dru kembali menatap Tiffany yang kini terlihat melewati dirinya dari arah yang cukup jauh, masih mengabaikan nya dan tidak mempedulikan kehadiran nya, dia sebenarnya ingin mengajak gadis tersebut bicara, berdiskusi dimana seharusnya dia tidur malam ini, takut jika dia tidur di kasur yang sama, Tiffany akan membencinya.
Masuk kedalam kehidupan gadis yang patah hati karena cinta mungkin tidak mudah, menyakinkan Tiffany untuk menikahi nya saja sudah membuat dia cukup panas dingin karena takut di tolak, apalagi mengambil resiko tidur satu kasur tanpa izin.
"Halal Dru, kamu bebas tidur disampingnya bahkan menyentuhnya"
__ADS_1
"Jangan Dru meskipun halal dia belum berkata dia mencintai kamu dan melupakan Sean"
"Kau pikir istri mu laki-laki? yang menyatakan cinta lebih dulu laki-laki bukan perempuan"
"Jangan dengarkan dia, tunggu istri mu berkata dia mencintai mu dan melupakan Sean, baru boleh tidur disampingnya"
Suara mereka terus saling sahur menyahut antara satu dengan yang lainnya membuat kepala laki-laki tersebut terasa berdenyut-denyut tidak menentu.
entah sebenarnya mana yang benar dan salah dia tidak tahu, hingga membuat dia merasa kepalanya berputar-putar seperti iklan lawas puyer bintang tujuh.
Yakkkkk kalian sebenarnya baik atau buruk?!.
Dru ingin sekali berteriak atas bisikan dan ocehan di atas kepala dan dibalik telinga nya tersebut.
Ditengah kegelisahan nya, tiba-tiba dia melihat Tiffany keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk mandi, gadis tersebut melirik kearah nya beberapa waktu kemudian membuang pandangan nya dengan cepat.
Sejenak Dru mematung saat dia melihat penampilan istri nya tersebut.
__ADS_1
Apa?.
Seketika dia menelan ludah nya, saat menyadari penampilan gadis tersebut cukup mengganggu pandangan nya.