The Betrayal

The Betrayal
Menyenangkan istri


__ADS_3

Masih di Penthouse suit presiden Wilson hotel


Jelang makan pagi.


"Akhhhhhh"


Tiffany terkejut saat dia baru menyelesaikan sesi membersihkan tubuhnya, dimana dia masih menggunakan bathrobe nya dan melilit kan kepala nya dengan handuk mandi, Dru langsung mengangkat tubuh nya tanpa aba-aba, hal tersebut membuat Tiffany terkejut setengah mati, membulatkan bola matanya dan melingkarkan leher Dru dengan kedua belah tangannya.


"Kakak mengejutkan ku"


Ucap Tiffani cepat, menatap Dru yang bergerak membawa nya ke arah meja makan.


"Karena hari ini tidak dalam keadaan baik-baik saja, aku melarang kamu untuk banyak melakukan aktifitas" Dru bicara, sedikit mengulumkan senyuman mahal nya, dia bergerak ke arah meja dan kursi makan dimana koki dan pelayan penthouse baru saja menata berbagai macam makanan di atas meja.


Mereka melirik kearah Dru yang menggendong Tiffany, berbisik dengan perasaan berdebar-debar penuh iri.


"Mereka memperhatikan kita kak, isshhh itu sangat memalukan" Wajah perempuan tersebut memerah, merasa malu karena semua orang belum benar-benar pergi dan melihat mereka.


Dia jadi malu sendiri.


"Itu bukan masalah" Bisa-bisa nya Dru menjawab seperti itu, dia kemudian memilih satu kursi makan, meletakkan Tiffany secara perlahan.

__ADS_1


Koki dan pelayan langsung buru-buru menundukkan kepala mereka begitu Dru menatap kearah mereka, seolah-olah baru kepergok mengintip para perempuan muda langsung merasa malu, menundukkan kepala mereka dengan cepat kemudian berbalik dan pergi buru-buru dari hadapan Dru dan Tiffany.


"Pagi ini aku akan melayani istri ku dengan segenap hati"


Dru berkata cepat, meraih secangkir teh dan meletakkan nya ke hadapan Tiffany lantas secara perlahan dia menggeser sepotong sandwich ke arah sang istri nya.


"Kak aku tidak sakit"


Tiffany protes, agak aneh rasanya karena dia diperlakukan seperti perempuan yang tidak bisa melakukan aktifitas apapun.


"Seharusnya aku yang melayani kakak"


"Bukankah tidak harus menunggu sakit untuk memperlakukan pasangan secara istimewa?"


Dru pads akhirnya bicara, menghentikan kegiatan tangan nya dan dengan perlahan dia membiarkan diri nya menatap sang istri nya.


"Kapanpun selama kita mau dan memiliki waktu luang terutama liburan seperti ini, aku pikir itu hal yang pantas untuk dilakukan, jadi bukan karena kamu sakit aku harus melakukan nya, tapi karena pasangan suami istri memang harus nya saling menyenangkan"


"Mungkin pernikahan kita masih seumur jagung tapi didalam rumah mommy selalu berkata Rasulullah pun menyenangkan istri nya, dan Rasulullah berkata jika menyenangkan istri tersebut termasuk perkara yang menguatkan tali kasih sayang diantara sepasang suami istri,ini adalah variasi dalam cara bermuamalah dengan istri. Dan tidak diragukan lagi bahwa diantara cara mu’amalah yang memiliki pengaruh yang sangat kuat adalah berusaha untuk menyenangkan hati istri. Menyenangkan hati orang lain secara umum merupakan ibadah, apalagi menyenangkan hati seorang istri secara khusus yang telah banyak berjasa kepada suaminya. karena istri lah yang pada akhirnya telah bersusah payah mengurus kebutuhan-kebutuhan suaminya, dialah yang mengurus anak-anak, dan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya yang tidak diragukan lagi akan besarnya jasa seorang istri bagi suaminya. Mommy berkata tidak ada salahnya jika seorang suami memberikan hadiah “yang agak bernilai” untuk istrinya dan jika dia memang tidak mampu untuk melakukan demikian maka senangkanlah hati istrinya dengan cara-cara yang lain nya, bahkan dengan perkataan yang baik atau tindakan yang juga lebih baik atau bantuan ketika dia kesulitan terkadang tanpa sadar lebih bermakna dari pada harta yang banyak."


Dru bicara sambil mengembang kan senyuman nya, menatap dalam wajah Tiffany sambil tangan kanan nya menyentuh lembut wajah istrinya.

__ADS_1


"Aku masih belajar menjadi suami yang pantas untuk kamu, jangan ditertawakan"


Dia terlihat malu, mengulum senyuman nya untuk beberapa waktu.


Tiffany buru-buru menggelengkan kepalanya, dia langsung menjawab.


"Tentu saja aku tidak akan menertawakan kakak, aku malah begitu tersentuh"


Jawab Tiffany dengan cepat, dan tanpa malu-malu dia menyambar wajah sang suami kemudian dalam hitungan detik dia membiarkan bibir mereka menyatu antara satu dengan yang lainnya.


Dru jelas terkejut, dia tidak menyangka dapat bonus luar biasa di pagi hari, Perempuan tersebut mencium suami nya untuk waktu yang agak lama.


"Tiff, aku rasa ada yang bangun"


Laki-laki tersebut bicara sedikit menggoda saat Tiffany melepas ciumannya.


Mendengar ucapan suami nya, seketika Tiffany terkekeh kecil.


"Ini bulan madu, tentu saja boleh jika dia bangun tiba-tiba"


Bisa-bisa nya sang istri menjawab dengan nada menggoda dan begitu manja.

__ADS_1


__ADS_2