
"Tiff aku .."
Dru berusaha menahan perasaan nya, mencoba bicara sambil ingin membuang pandangan nya tapi Tiffany lagi-lagi berkata.
"Lupakan saja"
Dia pikir apa yang dia ucapkan pada Dru seperti nya sia-sia, dia siap beranjak tapi tiba-tiba Dri bertanya.
"Kamu mencintai Sean?"
Pada akhirnya Dru memberanikan diri bertanya, menghilang kan semua rasa takut di hati nya.
Mendengar pertanyaan seperti itu membuat Tiffany mengerutkan keningnya.
"Aku mencintai nya, sangat"
Dan Tiffany pada akhirnya menjawab dengan cepat, membiarkan diri terus menatap laki-laki dihadapan nya dengan perasaan bergejolak.
Mendengar jawaban Tiffany seketika membuat Dru menciut.
Tiffany terlihat menghela kasar nafasnya, dia pada akhirnya berusaha memejamkan sejenak bola mata nya kemudian berkata sambil membuka kembali bola matanya.
"Itu dulu saat aku pikir dia seseorang yang aku kenal dan setelah aku tahu dia bukan seseorang itu, aku cukup kecewa di buatnya"
Dia pada akhirnya berkata dengan cepat.
"Mari menatap masa depan dan lupakan soal Sean, cukup katakan pada ku apa kakak mencintai ku?"
Dan Tiffany kembali bertanya dengan cepat kearah Dru.
Dru masih belum menjawab.
"Mau tahu siapa yang aku ceritakan dan aku bicarakan?"
Pada akhirnya Tiffany membuka, cukup kesal melihat respon Dru yang benar-benar di luar ekspektasi nya.
Kenapa ada manusia ke kaku suami nya coba?.
__ADS_1
"aku berusaha menebak-nebak"
Dru masih berusaha berkilah.
Tiffany pada akhirnya menatap kesal kearah Dru, dia mendelik kesal, ingin sekali mengambil centong nasi atau bahkan alat penggorengan untuk menimpuk kepala laki yang ada dihadapan nya tersebut.
Tiffany pikir apa mungkin orang pendiam sekaku Dru? dia sudah memancing dan mencoba menjabarkan cerita tapi alih-alih mendapatkan jawaban memuaskan Dru malah berkata dia sedang menebak-nebak.
"Apa aku harus bilang pemeran utama nya kakak dan sahabat baik nya Sean? benar-benar menyebalkan"
Gadis tersebut bicara dengan kesal, dia kemudian menjijtkan kaki nya dan di beberapa detik kemudian.
Buggggg.
Gadis tersebut melompat dan menabrakkan kepalanya pada kening Dru.
"Akhhhhhh Oh god"
Dru jelas terkejut, selain karena ucapan Tiffany, hantaman di keningnya yang diberikan Tiffany membuat kepalanya berdenyut-denyut, refleks dia melepaskan pelukannya dari gadis tersebut, menegang Kening nya dengan cepat yang terasa sakit bukan kepalang.
Sudah sudah payah menghilangkan harga diri, bertanya dan menunggu jawaban manusia kaku, alih-alih mendapatkan nya malah menjawab.
Ha...he...ho...ha...he..ho...
"Menyebalkan"
Dia mengoceh dan berusaha mendekati kasur.
"Aku bisa menjadi jauh lebih tua dengan cepat menghadapi laki-laki seperti kakak"
Dia terus mengoceh, mengabaikan Dru dengan persamaan kesal.
"Aku pikir aku seharusnya menikah dengan laki-laki yang mencintai ku, bukan dengan laki-laki yang tidak mencintai ku, aku baru patah hati ternyata di buat semakin patah hati"
Dia terus mengeluh dalam keadaan tidak jelas, memporak-porandakan lemari kecil dan mencari pakaian serap atau apapun yang ada disana.
"Apa aku harus mencari laki-laki lain dan mulai berselingkuh"
__ADS_1
Dru yang mengikuti nya sejak tadi sambil memegang kening nya dan berusaha bicara namun tidak memiliki kesempatan seketika terkejut, dia langsung menganga mendengar ucapan Tiffany.
"Apa? se.. lingkuh?"
Laki-laki tersebut gelagapan, menarik lengan Tiffany dengan cepat.
"Biarkan aku bicara dulu"
Sungguh sial, ini kali pertama dia tahu bagaimana rasanya berdebat dengan seorang gadis yang di namai istri.
"Apa susah nya menjawab pertanyaan ku?"
Tiffany meradang, dia menjadi tidak sabaran.
"Apa harus aku dulu yang bilang baru kakak berani menjabarkan? aku jatuh cinta pada kakak sejak masih di bangku sekolah Dasar, cinta ku bertepuk sebelah tangan, jatuh cinta pada sahabat pena, ternyata salah sasaran"
Demi apapun dia benar-benar meluapkan kekesalannya, membuang harga dirinya dan berkata dia pernah tergila-gila dengan laki-laki bodoh dihadapan nya.
"Apa?"
Dru seketika membeku mendengar ucapan Tiffany, dia membulatkan bola matanya karena terkejut.
"Aku melupakan cinta pertama ku karena sahabat pena ku, nyata nya aku jatuh cinta pada orang yang salah, laki-laki yang bertahun-tahun bersama ku rupanya orang lain yang mengaku dia Hades ku"
Dunia benar-benar terbalik, dia yang harus memulai semua nya lebih dulu saat ini.
"Aku menghilang kan harga diri ku sebagai seorang perempuan, aku bilang cinta pertama ku kakak apa itu memalukan? ah tidak, aku tidak usah malu karena kakak sekarang adalah suami ku, kenapa harus gengsi? gengsi tidak akan membunuh kita bukan?"
Gadis tersebut berusaha mengatur nafas nya yang menggebu-gebu, kesal luar biasa menghantam dirinya.
"Aku memberikan kesempatan sekali lagi, hanya bertanya dan jawab ala kadarnya saja, apa begitu sulit menjawab pertanyaan sederhana ku apakah kakak mencintai aku atau tidak, bukankah jawabannya hanya Ya dan Tidak? itu sangat hmmmppp"
Dan saat gadis tersebut bicara panjang lebar seketika tanpa diduga Dru langsung menarik pinggang nya, melesatkan ciuman nya pada gadis tersebut dengan tidak tahu malu.
menghilangkan semua gengsi nya dan menyambar bibir indah tersebut dengan cepat dan membungkam nya agar tidak kembali bicara.
Tiffany seketika terkejut, dia yang di landa kemarahan dan emosi mendalam menghadapi laki-laki kaku dan tidak paham perasaan seseorang tersebut jelas langsung membeku, Tiffany yang ditarik paksa langsung menahan kedua tangan nya pada dada Dru, dan Ketika ciuman terjadi seketika gadis tersebut membulatkan bola matanya dengan sempurna.
__ADS_1