The Betrayal

The Betrayal
Pemikiran sedikit tidak masuk akal


__ADS_3

Mansion Utama Yavuz


Kamar utama Jessica.


Senyuman terus mengembang dibalik wajah cantik Jessica, dia menatap kearah mommy Ayana dan Tiffany sejak tadi, dua orang yang dia rindukan terus bicara dan bercerita, berbaring disampingnya dimana mommy Ayana sejak tadi sibuk mengelus lembut perut nya sedangkan Tiffany sesekali memainkan ujung rambut Jessica yang panjang nya.


Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat ini jelas begitu bahagia dan dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata, kerinduan yang menggebu selama beberapa waktu ini pada akhirnya terobati dengan cepat, cukup tidak menyangka jika Allah mempertemukan mereka dengan cara yang sangat cepat, tidak pernah terbayangkan di dalam diri Jessica kalau mereka akan bertemu dan membagi kerinduan yang mendalam.


"Lalu apa kata dokter? laki-laki atau perempuan?" Tiffany bertanya dengan antusias, mengikis jarak yang sempat terjadi karena kesalahpahaman soal Sean di masa kemarin.


perempuan tersebut seolah-olah memang sengaja melupakan kejadian yang menimpa mereka soal Sean kemarin, tidak ada yang membicarakan laki-laki itu lagi di antara mereka, dimana Tiffany malah lebih tertarik untuk tahu soal anak diperut Jessica dan laki-laki yang akan menikahi nya.

__ADS_1


"Dokter bilang bayi nya laki-laki" Jessica menjawab dengan perasaan bahagia, dia menjelaskan apa yang dijelaskan dokter kepada hingga berpindah informasi ke Tiffany dan mommy Ayana.


"Ini begitu manis, jika aku hamil anak perempuan aku pikir apakah mereka bisa menikah?"dan Tiffany bicara dengan asal, memikirkan soal kapan dia hamil dan bisakah anak-anak mereka menikah nanti.


Mendengar apa yang diucapkan Tiffany mommy Ayana langsung menjawab.


"Itu tidak masalah, dalam Islam selama tidak ada nasab nya maka sah-sah saja, tapi dalam keluarga itu akan menjadi perselisihan dan perdebatan panjang, orang-orang akan memperbincangkan soal hubungan anak-anak yang di katakan tidak masuk akal, jangan berpikir yang aneh-aneh, kalian bersaudara jadi jangan mengharapkan hal yang tidak-tidak sayang, itu tidak lucu" Wanita baru banyak tersebut bicara dengan cepat dia pikir apa yang dipikirkan oleh putrinya agak berlebihan.


Perempuan tersebut sejenak menyentuh permukaan perut nya sendiri, berpikir kapan dia juga bisa hamil?! melihat perut Jessica jadi agak iri, tapi..... bukankah anak-anak itu rejeki? bukan masalah jika Allah belum memberikan kepercayaan dan belum menghendaki.


"Lupakan saja, aku tidak benar-benar memikirkan nya, jika menjadi menantu ku, aku pastikan memiliki mertua seperti ku akan sedikit mengerikan, aku ini cerewet dan memiliki banyak aturan". Tiffany bicara dengan cepat

__ADS_1


"lalu katakan padaku bagaimana laki-laki ingin menikahimu? cukup aneh karena dia tiba-tiba benar-benar ingin menikahimu, apakah dia mencintaimu?" Kali ini Tiffany bertanya penuh selidik, dia pikir agak aneh jika seorang laki-laki tampan dan mapan menyukai saudara perempuan nya yang tengah hamil tersebut.


mendengar pertanyaan dari Tiffany seketika membuat Jessica sedikit gelisah, dia jelas saja melakukan perjanjian pernikahan karena sama-sama menginginkan keuntungan bersama Yavuz, bukan karena dia mencintai laki-laki tersebut dan laki-laki itu mencintai dirinya. agak takut jika Tiffany mengorek informasi pada dirinya soal laki-laki tersebut, karena itu dia berusaha untuk membuang pandangannya sembari berkata.


"Mom, Tiff...apakah kalian berdua lapar?" dan secepat kilat dia bertanya kepada kedua orang itu, berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dan takut jika Tiffany kembali mempertanyakan hal yang tidak-tidak.


dia tahu perempuan itu begitu pandai menginterogasi seseorang, sejak dulu tiap kali menyimpan sebuah kecurigaan Tiffany akan menginterogasinya dan ingin tahu soal apa yang disembunyikannya secara dalam, jadi kali ini dia takut jika gadis itu mempertanyakan soal pernikahan dia dan Yavuz lebih dalam lagi.


Mendengar apa yang dipertanyakan oleh Jessica membuat Tiffany sejenak berpikir.


"bukan masalah, aku pikir aku sedikit lapar saat ini" pada akhirnya perempuan tersebut menjawab dengan cepat dan dia seolah-olah lupa dengan apa yang dipertanyakan nya tadi pada Jessica.

__ADS_1


__ADS_2