
Kembali ke hotel xxxxxxxx,
London.
Dru bergerak perlahan masuk ke kamar hotel dimana dia dan Tiffany berada, pulang sedikit terlambat daripada target yang diharapkannya karena pekerjaan yang harus dia selesaikan, meskipun dia meninggalkan Tiffany di dalam hotel namun yang jelas telah meletakkan penjagaan di beberapa sisi untuk sang istri, karena dia tahu meninggalkan Tiffany sendirian jelas bukan pilihan yang bijak karena mengingat berbagai macam resiko yang mungkin akan terjadi.
begitu laki-laki tersebut bergerak masuk ke dalam kamar hotel bisa dia lihat jika Tiffany telah terlelap dalam tidurnya, hingga membuat Dru perlahan bergerak masuk ke dalam kamar tersebut dan mendekati sang istrinya. Dia sengaja tidak membuat pergerakan signifikan dan juga tidak ingin menimbulkan kebersihan atau kebisingan yang membuat istrinya mungkin bisa terjaga dari tidur lelapnya karena mengingat hari sudah cukup malam saat ini.
Dia paham perempuan hamil biasanya membutuhkan istirahat yang cukup sehingga tidak akan mengganggu kesehatan janin dan sang ibu, karena itu drum memilih untuk langsung naik ke atas kasur secara perlahan kemudian dia mencium lembur bibir istrinya untuk beberapa waktu dan mencoba untuk berbaring dengan gerakan hati-hati di samping Tiffany di mana tangannya secara perlahan memeluk istrinya.
__ADS_1
Nyatanya ketika dia berpikir gerakannya aman dan tidak akan membangunkan istrinya tiba-tiba saja Tiffany membalikkan tubuhnya dan berkata,
"Kenapa pulang terlambat?." perempuan itu bertanya sembari masih memejamkan bola matanya, Tiffany mencoba untuk sedikit membuka bola matanya yang terasa begitu berat.
Dia memang telah terlelap di dalam tidurnya namun sejatinya seorang istri tidak akan benar-benar bisa tidur dengan tenang jika suami mereka belum pulang, istilahnya mereka melakukan tidur ayam dan langsung terjaga saat mendengar sesuatu atau merasakan sebuah pergerakan. begitu dia merasa gerakan yang terjadi di atas kasur dan tiba-tiba sebuah ciuman beserta bibirnya dia seketika terjaga dan menyadari jika sang suami telah kembali.
Dru jelas terkejut, dia langsung menjawab sambil menyentuh itu lembut pipi istrinya.
Tangan Dru terus menyentuh lembut pipi istrinya dan mengusapnya secara perlahan, membiarkan pandangan mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Kamu menungguku hingga semalam ini, benar-benar maafkan aku hmmm." lanjut laki-laki tersebut lagi.
Tiffany terlihat mengembangkan senyumannya, dia balik menyentuh wajah suaminya secara perlahan kemudian berkata.
"Aku khawatir sesuatu yang buruk terjadi karena itu berusaha untuk menunggu tapi nyatanya aku malah terlelap begitu saja tanpa bisa dikendalikan." Ada rasa sesal yang terjadi karena Tiffany tiba-tiba terlelap begitu saja dan sempat tidak menyadari kepulangan suaminya.
"jangan khawatir soal apapun, tidak ada hal buruk yang akan terjadi." Dan Dru memastikan jika dia baik-baik saja dan tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan terhadap dirinya.
Pada akhirnya mereka diam untuk beberapa waktu dimana netral mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya. Seolah-olah ada yang mereka pikirkan masing-masing saat ini di mana Tiffany terlihat mencoba untuk merangkai kata-kata pada saat ini.
__ADS_1
"Katakan pada ku Dru," dan Tiffany kembali membuka suaranya.
"Apakah sesuatu yang buruk sebenarnya terjadi tanpa sepengetahuan ku?." Tanya perempuan tersebut kemudian dengan bola mata yang terus menatap dalam netra suaminya.