The Betrayal

The Betrayal
Masih dalam keadaan menegang


__ADS_3

Jessica berusaha untuk menyelamatkan diri ketika kaki nya di tarik oleh salah satu laki-laki ditengah teriakan melengking nya, begitu dia mencoba melepaskan diri nyata nya dia gagal, tubuh nya terhempas ke lantai tapi kedua tangan Jessica berusaha untuk menahan tubuh nya, dalam keadaan tidak baik-baik dan terdesak nya dia masih berusaha melindungi bagian perut nya.


bagi gadis tersebut tidak ada yang salah dengan kehamilannya, bayi yang ada di dalam perutnya sama sekali tidak memiliki dosa-dosa sedikit pun, sejak awal tidak pernah terlintas sedikitpun di dalam hatinya untuk melenyapkan bayi itu dan menganggapnya sebagai penghalang dalam hidupnya.


karena itu ketika tubuhnya ditarik dan dia terjatuh dia berusaha untuk melindungi bagian perutnya, karena itu adalah bagian dari dalam hidupnya, satu-satunya alasan Jessica mampu bertahan dengan kedua kakinya hingga saat ini di mana ketika semua orang membuang dirinya.


dalam keadaan bersusah payah satu laki-laki lainnya dengan cepat langsung menjambak rambutnya dan membalikkan tubuhnya, bisa dilihat isap tangis Jessica yang pecah sembari kedua belah telapak tangannya saling menyatu dan memohon agar dia dilepaskan oleh kedua laki-laki tersebut.


"Apa yang kalian inginkan? aku mohon, aku sedang hamil..."


dia terus memohon meminta agar dilepaskan, sedikitpun tidak mengenal kedua orang tersebut dan apa maunya, tapi seketika terlintas juga di atas kepalanya jangan-jangan kiriman seseorang memerintahkan untuk melenyapkan dirinya.


dia pikir apakah mungkin laki-laki itu akan melenyapkannya, mungkinkah kedua orang yang ada di hadapannya itu merupakan kaki tangan atau bawahan dari sosok yang sangat dia benci tersebut.


Jessica terus menangis sembari memohon, dia berusaha untuk melarikan diri kembali.


Alih-alih mendengarkan apa yang diinginkan oleh Jessica atau bahkan iba dengan tangisan perempuan yang ada di hadapan mereka, nyatanya kedua orang tersebut malah tertawa terbahak-bahak di tengah malam mencekam di mana tidak ada satupun orang yang melewati jalanan tersebut, seolah-olah mendapatkan jackpot besar ini adalah kesempatan emas untuk mereka, melakukan apapun yang mereka mau terhadap Jessica dan melenyapkan perempuan tersebut sesuai dengan perintah tuan mereka.


"kehamilan bukan menjadi masalah besar untuk kami menikmati tubuh kamu, sayang"


kalimat yang diucapkan oleh salah satu laki-laki tersebut membuat Jessica begitu muak dan mual mendengarnya, dia merasa jijik dan juga histeris, bener-bener takut dengan apa yang terjadi di mana kini kedua orang tersebut berbagi tugas, satu laki-laki berusaha menahan tangan nya dan mencoba melecehkan nya, satu laki-laki lagi mencoba menahan kaki nya dan berusaha membuka celana nya.


Bayangkan bagaimana histeris nya Jessica, dia memberontak dan berusaha menendang laki-laki yang di bawah, tangan nya sekuat tenaga berusaha untuk melepaskan diri dari laki-laki di atas nya.

__ADS_1


"Tidak... Jangan.....please....... bajingan...."


Jessica terus berteriak histeris dan berusaha melepaskan diri, entah bagaimana caranya dia mampu menerjang laki-laki di bawa sana hingga terjengkang ke belakang kemudian dia berusaha untuk melepaskan diri dari laki-laki di atas nya.


"Sialan....ikat kaki nya"


"Kau pikir aku membawa tali?"


Perdebatan terjadi di antara kedua orang tersebut, Jessica berusaha untuk melarikan diri namun kali ini rambut nya di Jambak dengan cara mengerikan dari arah belakang, membuat Jessica seketika berteriak sambil meringis, menahan tangan laki-laki tersebut yang mencengkram erat rambut nya dari arah belakang.


"Kau benar-benar sulit untuk di atur, tidak heran tuan begitu membenci mu dan ingin kami melenyapkan mu tanpa menundanya"


Laki-laki tersebut seperti nya kesal pada perlawanan yang diberikan oleh Jessica.


Ucapan laki-laki tersebut terdengar menjijikkan, dia mana sudi melakukan nya, bagi Jessica meskipun dia belum tahu siapa ayah dari anak yang ada di dalam kandungan nya, dia tetap akan menjaga harga dirinya, tidak akan menodai janin yang ada didalam rahim nya.


"Bunuh aku seperti keinginan kalian, jangan berharap aku mau melakukan nya"


Dengan suara bergetar Perempuan itu bicara, dengan suara nya yang mulai melemah, perempuan tersebut pada akhirnya tanpa diduga memiringkan tubuhnya dan menggigit refleks lengan laki-laki tersebut.


"Akhhhhh....Kauuuuu..."


Seketika laki-laki itu melepaskan cengkraman nya karena rasa sakit dari gigitan Jessica, Perempuan itu berusaha untuk lari tapi laki-laki satu nya dengan cepat kembali meraih tubuh nya, menghempaskan nya ke lantai dengan kasar dan....

__ADS_1


"Akhhhhh..."


Rasanya sesuatu terasa begitu sakit untuk Jessica.


Plakkkkkkk.


Satu tamparan tiba-tiba saja mendarat di pipi nya, rasa nyeri, sakit, terombang-ambing bercampur aduk menjadi satu diiringi keterkejutan dirinya.


"Ja...lang...apa kau tidak bisa diam sialan"


laki-laki di atas nya mengumpat, menampar nya sekali lagi kemudian tiba-tiba.


Klatakkkkkk......


Dia mengeluarkan pistol nya secara mendadak, membuat Jessica terkejut setengah mati, laki-laki tersebut meletakkan ujung pistol tepat di atas Kening nya.


"kau membuat ku marah, ja..Lang sialan..."


Laki-laki tersebut kembali mengumpat, dia bersiap menarik pelatuk pistol nya dan Jessica seketika berkata.


"Bunuh aku...."


Ucap Perempuan tersebut pelan sambil memejamkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2