
Masih di masa lalu
di sisi yang berbeda
Malam kejadian.
"Sialan" Khan mengumpat saat dia kehilangan jejak Sean.
Setelah membayar seorang pelayan untuk memberikan obat pada minuman yang di tegak oleh Sean, dimana minuman tersebut di berikan beberapa tetes obat halusinasi, mereka berencana untuk membuat Sean tidur dengan seseorang malam ini, mereka membayar seorang perempuan nakal dari club malam xxxxxxx untuk menemani Sean, mengaku Sean membayar nya dan membuat Sean berhalusinasi melewati malam panas bersama.
mereka sengaja melakukan hal tersebut agar mereka mampu membuat Sean melepaskan Tiffany, agar laki-laki tersebut membatalkan pernikahan dengan Tiffany dalam skandal yang mereka buat.
Rencana ini disusun dengan tidak mudah karena mereka tidak bisa menempatkan sembarang perempuan untuk tidur bersama Sean mengingat mereka tidak mungkin membayar gadis baik-baik untuk laki-laki tersebut, tapi juga tidak mungkin menghancurkan reputasi Sean secara kasar mengingat laki-laki tersebut merupakan putra dari O'Beroy meskipun Sean bukan anak kandung mereka.
Tapi nyata nya saat rencana berjalan mereka baru tahu Sean merencanakan hal mengerikan pada Tiffany, pada akhirnya mau tidak mau mereka menarik Tiffany untuk pergi lebih dulu baru membuat perhitungan dengan Sean. Namun sayangnya laki-laki tersebut rupanya menghilang tanpa pernah mereka duga.
"Ada yang melihat kemana laki-laki itu?" Khan bertanya pada beberapa bawahan nya, kepalanya terasa berdenyut-denyut saat ini karena dia pikir persoalan ini malah bergerak semakin menjauh.
Para bawahannya dengan cepat menggeleng kan kepala mereka, sebenarnya mereka bingung ada berapa orang yang membuat rencana malam ini, Khan, Dru, Jessica, jebakan Sean untuk Tiffany dan entahlah mereka melihat ada perempuan yang membawa Sean kemudian kenapa ada bagian orang-orang Futtaim yang ikut bergerak.
Kepala mereka seketika terasa ingin pecah karena keadaan malam ini.
tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari orang-orang yang membuat laki-laki tersebut bergerak dengan cepat dia berusaha untuk melacak keberadaan Sean dan terus menghubungi Dru yang bergerak mencoba untuk diam-diam membantu Tiffany.
******
Disisi lain.
Dru mengerutkan keningnya saat melihat seorang gadis membawa Tiffany.
"Kak Dru?" Itu adalah Noura, dia bersyukur melihat laki-laki tersebut saat ini, Jessica menghilang setelah menegak minuman laknat dari Sean, dia bergerak seorang diri dalam kecemasan, masih mencoba menghubungi Jessica tapi gadis tersebut meminta nya membawa Tiffany lebih dulu. Dia sangat khawatir soal Jessica tapi tidak berani membuka suara nya pada siapapun.
"Please jangan mengacaukan semuanya" Itu yang diucapkan Jessica pada nya.
"Dia baik-baik saja?" Dru bertanya, menyambar tubuh Tiffany kemudian menggendong nya dengan cepat ala bridal style, gadis itu tidur tidak sadarkan diri.
"Aku pikir dia salah minum, Sean...." Noura menghentikan kata-kata nya.
"Bajingan itu" Sean terlihat mengerat kan rahangnya.
"Kakak bisa membawa nya ke kamar ku, ini akan baik-baik saja, aku bisa menjaga Tiffany, kakak cukup memberikan penjagaan di pintu masuk, aku agak takut karena...." Noura bicara dengan perasaan gugup.
__ADS_1
gadis tersebut sebenarnya cukup takut jika dia kebablasan bicara, berusaha untuk menenangkan dirinya yang sebenarnya tidak baik-baik saja. Kekhawatiran nya tentang keberadaan Jessica benar-benar mengganggu perasaannya saat ini.
"apa ada sesuatu yang salah?" Dru berusaha untuk bertanya pada gadis di samping nya tersebut.
Noura buru-buru langsung menggeleng kan kepalanya dengan cepat.
"bukan masalah semua baik-baik saja, aku bersyukur Tiffany tidak apa-apa, Sean memberinya obat yang aku tidak tahu apa, aku benar-benar panik, apakah hubungan mereka tidak baik-baik saja kak?" dia bicara dengan cepat berusaha untuk memancing keadaan, ingin tahu apakah laki-laki di sampingnya tahu perbuatan buruk Sean.
Noura sebenarnya tahu dari Jessica, Tiffany pernah jatuh cinta pada Dru, dia pikir kenapa mereka tidak bersama dan menikah? mereka terlihat begitu cocok antara satu dengan yang lainnya, dibandingkan Sean, kak Dru jelas di atas segala-galanya. Bahkan ketampanan paripurna nya sangat mempesona, gadis seperti nya saja langsung berdebar-debar melihatnya.
Dru terlihat tidak menjawab apa yang diucapkan oleh gadis tersebut hingga pada akhirnya laki-laki itu berkata.
"jangan khawatirkan soal apapun, lupakan ini semua dan katakan pada Tiffany jika kamu yang membantu nya untuk kembali ke kamar" Ucap laki-laki tersebut cepat sambil melirik ke arah gadis yang ada di sampingnya itu.
dan percayalah apa yang diucapkan oleh Dru cukup membuat gadis tersebut terkejut.
"aku tidak boleh mengatakan jika kakak yang membantunya hingga membawanya ke kamar?" Noura mencoba untuk mengulangi ucapan yang diberikan oleh laki-laki di samping nya tersebut.
Dru tidak menjawab, dia hanya menggangguk kan kepala nya dan terus melangkah ke depan.
"katakan padaku kamar yang mana?" laki-laki itu bertanya dan ingin tahu ke mana Noura akan membawa Tiffany.
"kamar bagian sisi kiri nomor xxxxxxx" Noura menjawab dengan cepat apa yang ditanyakan oleh Dru.
********
Masih di masa lalu
di sisi yang berbeda
jelang pagi kejadian.
Dru langsung membulatkan bola matanya saat dia menyadari.
"Jessica diam-diam berusaha untuk menghentikan apa yang dilakukan Sean" salah satu bawahannya bicara dengan cepat, langsung melaporkan pada dirinya apa yang terjadi, laki-laki itu terlihat panik saat bicara pada Dru.
Dan bayangkan bagaimana bagaimana inspirasi laki-laki tersebut saat ini.tanpa berpikir dua tiga kali dia langsung bergerak dari posisinya untuk pergi dari sana, tidak dia hiraukan apapun yang ada di sekitarnya karena yang dia hiraukan adalah Jessica.
Oh shi..t apa yang kamu lakukan Jessica? apa kau sudah gila?!.
laki-laki tersebut melangkahkan kakinya dengan cepat sembari dia berusaha untuk menyambar handphonenya, dia berusaha untuk menghubungi seseorang namun nyatanya orang yang dihubungi sama sekali tidak bisa terhubung pada pagi hari ini.
__ADS_1
"Dimana gadis itu sekarang?" Dia bertanya cepat.
"dia sepertinya kembali ke hotel di mana Tiffany berada, aku pikir seperti nya...." Laki-laki disamping Dru menghentikan ucapannya.
"Ini cukup tidak baik-baik saja, tuan" Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Dru seketika langsung menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa?"
"Dia...."
******
Kamar hotel xxxxxxx.
Sean mencoba untuk menyadarkan dirinya dari rasa sakit di kepala nya saat ini, bisa dia rasakan seluruh tubuh nya terasa begitu berat dan juga kepalanya benar-benar sakit, dia memijat kepalanya sembari masih memejamkan bola matanya di mana cahaya matahari menerpa tepat kearah wajah nya saat ini.
Entahlah dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi tiba-tiba saja dia menegang, sepertinya semalam ada yang salah dengan dirinya.
Dia bermimpi ber'cinta dengan Jessica.
Percayalah laki-laki tersebut langsung membuka bola matanya dengan spontan, dia pikir sepertinya kejadian semalam bukan halusinasi atau mimpi, laki-laki tersebut buru-buru langsung menoleh ke arah sisi kiri.
dia masih berharap apa yang dia pikirkan tidak terjadi, namun di detik berikutnya laki-laki itu langsung membulatkan bola matanya.
Oh shi .t.
Dia mengumpat dengan tatapan tidak percaya saat dia melihat Jessica tanpa tertidur lelap di sampingnya nyaris tanpa busana, satu bercak darah terlihat telah mengering di sisi berbeda pada sprei kasur mendominasi berwarna putih dimana mereka berada saat ini.
Brakkkkkkk.
Satu hantaman keras pada pintu kamar mengejutkan dirinya, Dru Seketika terkejut dan langsung menoleh kearah pintu kamar tersebut, diikuti Jessica yang menggeliat perlahan dari tidurnya.
"Ada apa ini?!." Sean tercekat.
Bugggggggg.
satu hantaman keras melesat menghajar pipi nya, Dru menampilkan jutaan kemarahan di balik wajah tampan dan dingin nya.
"Brengsek" Umpat laki-laki tersebut penuh kemarahan.
__ADS_1
"Apa-apaan ini?" Dan satu suara lainnya memecah keadaan.
"Dad?" Dan Sean seketika tercekat saat melihat calon ayah mertuanya berdiri di sana di ambang pintu dengan jutaan kemarahan nya.