
Kembali ke kediaman utama Dru dan Tiffany
Teras kamar
Dini hari.
begitu sambungan telepon terhubung di ujung sana kepada seseorang, Tiffany langsung berkata.
"Halo?"
Dia sebenarnya cukup enggan melakukan ini, karena dia tahu apa yang akan didengarnya atas jawaban nya diseberang sana.
"aku juga terkejut karena pada akhirnya generasi Hillatop dan Cullen menghubungi ku juga"
Suara di seberang sana terdengar bertanya dengan nada cukup terkejut.
"Kau membuat ku hampir mati berdiri, nona"
__ADS_1
Sahutan nya benar-benar membuat Tiffany ingin tertawa mendengar nya, bukan senang tapi sedikit mengejek.
"kali ini aku benar-benar serius, anggaplah aku sedang berusaha untuk menampilkan sosok yang sebenarnya dari Putri penerus Hillatop dan kemenakan dari Cullen"
pada akhirnya Tiffany menjawab dengan kata-kata yang begitu tenang mengingatkan pada sosok di seberang sana jika dia memiliki adik kuasa untuk memberikan perintah.
bisa Tiffany dengar kekehan di ujung sana, kemudian suara di sebelah sana berkata jika dia menunggu perintah terlalu lama.
"aku menunggu terlalu lama katakan apa maumu, nona muda?"
begitu dia mendengarkan sahutan di ujung sana Tiffany berkata.
Ucap Tiffany pelan dari balik handphonenya, pandangan bola matanya menatap lurus ke arah depan, dia bicara kepada seseorang yang ada di seberang sana dengan cara yang begitu serius.
sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini atau mencoba menghubungi seseorang di seberang sana tapi tidak tahu kenapa namun feeling seorang istri berkata pasti ada sesuatu yang terjadi pada suaminya di masa lalu dimana dia melihat ada beberapa keganjilan terjadi dalam ikatan yang dibuat Dru dan Heidi.
dia hanya ingin membuat drum lepas dari beban tanggung jawabnya pada heading karena bajunya ini terdengar sedikit egois tapi perasaan yang berkata seharusnya ini bukan tanggung jawab dari suaminya.
__ADS_1
dia hanya berusaha untuk menyelidiki dan mencari celah jika memang apa yang dia pikirkan benar adanya itu artinya suaminya bisa melepaskan tanggung jawab dari gadis yang terlibat perihal kecelakaan di masa lalu.
"aku masih mencoba untuk meraba-raba tapi aku ingin kamu menyelidikinya hingga tuntas dan aku ingin memastikan sesuatu apa yang terjadi pada malam itu"
Tiffany kembali bicara di mana bola matanya sama sekali tidak terlepas menatap ke arah pepohonan yang berdiri sejajar di ujung sana di mana terdapat beberapa bagian taman di samping kediaman milik sang suaminya.
bisa dia dengar jawaban dan sahutan dari ujung sana hingga pada akhirnya dan perempuan tersebut mematikan handphonenya secara perlahan, namun sebelumnya dia berkata.
"aku memberikan kamu waktu tidak lebih daripada satu minggu, pastikan kau mendapatkan banyak informasi untuk ini semua"
dan setelah itu panggilan Tiffany tertutup begitu saja.
begitu dia telah mematikan handphonenya perempuan tersebut terlihat diam untuk beberapa waktu seolah tengah memikirkan sesuatu hingga pada akhirnya Tiffany secara perlahan menghilang kemudian dia menoleh ke arah dalam kamar di mana bisa dia lihat sang suami masih terlelap di atas kasur mereka.
pada akhirnya secara perlahan Tiffany melangkah bergerak masuk kembali ke arah dalam dan menutup pintu teras kamar dengan gerakan hati-hati, sengaja tidak terlalu mengeluarkan suara berisiknya karena takut itu bisa mengganggu tidur sang suami.
dia bergerak kembali mendekati Dru dan perlahan mulai naik ke atas kasur di mana sang suami masih terlelap saat ini.
__ADS_1
"Tiff?"
Tiba-tiba saja suara Dru mengejutkan diri nya, membuat Tiffany yang baru ingin mendapatkan posisinya langsung membulatkan bola matanya dan menoleh ke arah Dru.