The Betrayal

The Betrayal
Pemeriksaan baby


__ADS_3

Kembali ke rumah sakit xxxxxxx


pusat kota.


Jessica menatap Yavuz yang sejak tadi mondar-mandir dihadapan nya, laki-laki tersebut terlihat gelisah persis seperti setrikaan panas yang hilir mudik siap menggosok kain apapun yang ada dihadapan nya, membuat Jessica mengernyit kan Kening nya melihat kelakuan laki-laki yang dia anggap punya kelainan dalam soal orientasi seksual tersebut yang kata nya gay.


Seorang dokter perempuan terlihat memeriksa kondisi kehamilan nya, mencoba memeriksa tekanan darah Jessica kemudian ingin tahu apa jenis kelamin dari bayi yang dikandung Jessica saat ini.


Dia jelas penasaran dan tidak sabar ingin tahu apa jenis kelamin baby Jess didalam sana, dibalik siapa ayah biologis nya, bagi Jessica bayi itu tidak bersalah dan akan dia sambut dengan bahagia Ketika lahir ke dunia, bahkan dia berusaha memperhatikan penuh soal makanan yang dia konsumsi agar sang baby tidak merasa tersiksa didalam sana.


Tidak terlintas sedikitpun untuk Jessica membuang nya sejak dulu hingga hari ini, mungkin karena Jessica merasa dia sendiri, maka kehadiran kehidupan lain di tubuh nya seolah-olah menjadi calon teman terbaik dalam seumur hidup nya nanti.


Dibalik ketidaksabaran Jessica, nyata nya Yavuz jauh lebih tidak sabar dari dirinya sejak tadi.


"Katakan baby nya laki-laki atau perempuan?"


Yavuz bertanya sambil menatap tajam kearah dokter yang tengah meletakkan alat USG kehamilan di perut Jessica.


"Dia sangat berlebihan bukan sayang?"


Jessica berguman didalam hati nya.


Dia pikir Yavuz seolah-olah bertindak seperti ayah dari bayi nya, menampilkan kecemasan dan ekspresi yang melebihi ekspektasi nya, terkadang agak bingung juga melihat sifat laki-laki tersebut, dia pikir sebenarnya dia tidak merasa dirugikan, laki-laki tersebut berhak bertindak sesuka hati nya dan dia bersyukur ada laki-laki yang memperhatikan baby nya dengan cara sedikit berlebihan, meskipun agak risih tapi dia menghargai hal tersebut.


"Kita akan melihat nya dengan baik Yav...."


Dokter perempuan yang ada dihadapan Jessica berkata cepat, Jessica pikir mereka seperti nya sahabat baik, melihat bagaimana dokter perempuan itu memanggil Yavuz dengan nama nya.


"Kamu patut bahagia,dia memiliki tower menara di sekitar sini"


Dokter tersebut bicara, mengarahkan alat USG nya ke perut Jessica entah ke mana, dia bilang ada tower menara nya disana, menampilkan nya ke layar di sisi kanan Jessica, membuat Yavuz langsung membulatkan bola mata nya dan menatap ke arah layar tersebut dengan perasaan berdebar-debar.


"Jantung nya sangat baik, gerakan nya sangat aktif, bahkan dia tumbuh dengan begitu sehat Yav"


Lanjut perempuan itu lagi kemudian.


Rona wajah Yavuz terlihat berseri-seri, menampilkan binar mata yang berkaca-kaca saat menatap baby di layar USG nya.


"Jadi baby nya laki-laki?"


Yavuz bertanya tanpa mau melihat ke arah dokter tersebut, fokus mata nya tidak mau berpaling seolah-olah apa yang dilihat nya saat ini menjadi obat dari segala rasa didalam hati nya, Yavuz terlalu bahagia.


"He em, baby kalian laki-laki"

__ADS_1


Dokter tersebut kembali berkata.


Jessica agak mengernyitkan dahi nya saat dokter tersebut berkata baby kalian, terdengar aneh di balik telinga nya.


"Jangan lupa berikan aku undangan pernikahan kalian, dan selamat atas kehamilan calon istri mu Yav"


Lanjut dokter tersebut lagi.


Mendengar kata-kata di akhir membuat Jessica membuang pikiran berat dan buruk nya. Iya bukankah mereka akan menikah, orang-orang jelas berpikir baby yang dikandung nya adalah baby Yavuz.


"jangan biarkan mommy nya terlalu agresif dan aktif bergerak, tapi bukan juga terlalu pasif, aku pikir mommy nya kurang istirahat dalam beberapa waktu belakangan, aku akan memberikan resep vitamin dan rekomendasi susu untuk mommy nya"


Dan saat dokter berkata begitu Yavuz langsung mengangguk kan kepala nya, dia setuju jika Jessica jelas kurang istirahat sebelum nya, mengingat pekerjaan di mini market benar-benar buruk, berdiri di depan meja kasir bahkan hingga larut malam, pulang jalan kaki dan melewati jalan yang sangat mengerikan.


"Apa aku sebaiknya menghancurkan mini market sialan itu? ah tidak aku seharusnya menghajar pemilik nya, berani-berani nya membuat mommy dan calon bayi Yavuz kelelahan"


Laki-laki tersebut bicara didalam hati nya, tiba-tiba sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh sang pemilik mini market pada Jessica dan bayi mereka.


"jangan khawatir soal apapun, aku tidak akan membiarkan Jessica kelelahan atau melakukan aktivitas apapun di rumah"


laki-laki tersebut bicara dengan cepat dan menyakinkan perempuan dihadapan nya jika dia tidak akan membuat Jessica bekerja dan kelelahan.


"He em"


"Usahakan sebelum menikah datang menemui Uncle Bern, aku pikir dia terus mencari mu sejak beberapa hari ini setelah mendapat kabar kalian akan menikah"


Tiba-tiba Perempuan tersebut bicara, Jessica yang mencoba membenahi posisi nya dari tiduran ke posisi duduk langsung menatap kearah dokter perempuan tersebut.


Nama Bern agak mengganggu diri nya.


Uncle Bern?!.


Dia pikir dia sering mendengar nama itu di keluarga Hillatop, apa mungkin itu orang yang sama?!.


"He em, aku akan membawa Jessica untuk berkunjung ke sana"


Yavuz menjawab cepat, dia mendekati Jessica dan mencoba membantu gadis tersebut turun dari atas ranjang rumah sakit.


"Sudah membeli peralatan baby nya?"


Lagi dokter perempuan tersebut bertanya, menatap ke arah Yavuz dan Jessica secara bergantian.


Seketika Jessica dan Yavuz saling menoleh antara satu dengan yang lainnya, entahlah kenapa Yavuz pikir wajah polos dan bingung Jessica terlihat begitu manis dan menggemaskan, tiba-tiba membuat laki-laki tersebut merasa tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Apa harus membeli nya sekarang, dokter?"


Jessica membuang pandangannya dari Yavuz, bertanya pada dokter dihadapan nya itu.


"Ini masuk bulan ke 7, aku pikir sudah waktunya membeli beberapa persiapan, hanya tersisa 2 bulan, kalian sudah tahu jenis kelamin nya dan ini waktu yang tepat untuk berbelanja"


Ucap Perempuan tersebut dengan cepat, memberikan saran terbaiknya.


Jessica terlihat berpikir, dia menundukkan kepalanya.


"Tapi...."


Dia mencoba menyatukan kedua tangan nya dengan gelisah.


Bukankah dia tidak punya uang untuk membeli semua barang-barang nya?!.


Jessica jadi merasa berdosa pada baby didalam sana.


"Mommy benar-benar payah"


Batin Jessica Sembari mengehela pelan nafasnya.


"Aku akan membawa Jessica berbelanja nanti"


Seolah-olah tahu apa yang dipikirkan Jessica, Yavuz langsung menjawab.


"Ya?"


Dan Jessica langsung menatap ke arah laki-laki tersebut.


"Tapi..."


Uang nya dari mana? yah uang nya dari mana? itu yang ada di atas kepala Jessica saat ini.


"Itu bagus, beberapa hal sangat perlu di beli karena sudah pasti dibutuhkan dan... apakah kalian akan menikah dalam kondisi Jessica hamil besar?"


Percayalah pertanyaan sang dokter sejenak membuat Yavuz dan Jessica membeku.


Iya, Yavuz seperti nya menyadari soal itu, apakah mereka akan menikah dalam keadaan Jessica hamil besar?!.


Haisshhhh.


Ini benar-benar rumit.

__ADS_1


Laki-laki tersebut terlihat mengacak-acak rambut nya untuk beberapa waktu.


__ADS_2