
Masih kembali pada masa lalu
Mansion kekuarga Cullen.
"Apakah kamu tertarik dengan kak Dru juga?"
Saat Defina menggoda Tiffany seketika wajah Tiffany memerah, dia mengehentikan gerakan tangannya sejenak dengan jantung yang berdetak puluhan kali lipat dari biasanya. Tiffany langsung menoleh kearah sisi kirinya, dia menatap kearah Defina.
"Tidak, aku tidak tertarik dengan laki-laki dingin itu"
Jawab Tiffany cepat dengan bibir sedikit bergetar, pupil mata nya mengecil dan dia cukup takut mengatakan nya.
Defina terkekeh, dia membiarkan pinggul nya menabrak pinggul Tiffany.
"Bohong? teman-teman jatuh cinta pada kakak sepupu ku, aku tidak yakin kamu tidak"
Goda nya lagi, seolah-olah Kalimat tersebut terdengar seperti sebuah ejekan.
Siapa yang tidak tahu kharismatik Laki-laki dari putra tertua Xavier tersebut?!.
Gustave Dru De Pearl (sang penguasa yang bijaksana, pejuangĀ dan dicintai semua orang), dia mencari arti nama laki-laki tersebut di mana-mana, bertanya pada mommy nya dan memancing Wanita kesayangan nya tersebut hanya untuk tahu bagaimana tentang keluarga adik dari kak Xia nya.
"Mommy kenal dekat dengan untie Lana lan?"
Kala itu dia bertanya dengan nada penasaran, ingin tahu cerita soal Keluarga Xavier terutama putra tertua untie Lana Lan nya. Laki-laki dingin yang selalu menatap nya dengan pandangan datar, berkata senyuman nya jelek dan buruk untuk dirinya.
Gadis seusia dirinya dengan seragam SMP terkadang memuja laki-laki dewasa bahkan kakak tingkat, kakak senior bahkan guru di sekolah mereka.
Tiffany tidak memuja satu pun dari mereka, tapi Tiffany selalu tidak bisa bernafas dengan baik setiap kali dia pergi menemui kak Xia dan melihat Dru di antara mereka, laki-laki tersebut mampu membuat wajah nya memerah bahkan jantung nya berdetak tidak beraturan karena.....
Apakah dia jatuh cinta?!.
Tiffany muda menggelengkan kepalanya.
"Untie Lana Lan mu teman baik mommy dan Uncle Tristan mu teman baik daddy mu juga relasi bisnis nya, hmmmmm kesan pertama agak lucu, daddy mu dan uncle Tristan awalnya bermusuhan kemudian menjadi sahabat baik hingga hari ini"
__ADS_1
Mommy Ayana mulai bercerita, mengingat hubungan antara Hillatop dan Xavier di masa lalu.
"Mommy dan daddy menikah lebih dulu kemudian di susul mereka"
Lanjut wanita tersebut lagi.
Mendengar cerita mommy nya membuat Tiffany mengerutkan keningnya.
"Mom dan dad menikah lebih dulu?"
Tanya nya cepat.
Mommy Ayana mengangguk kan kepalanya.
"Lalu kenapa usia kak Xia jauh lebih tua dari aku dan kak Khan? bukankah seharusnya kami lahir lebih dulu?"
Dia jelas bertanya dengan nada penasaran.
Mendengar hal tersebut sang mommy terlihat mengembang kan senyuman nya.
"Di masa lalu ada sedikit tragedi yang terjadi, kamu tahu sayang? anak-anak itu sebuah rejeki dan titipan Allah SWT, dan kalian benar-benar rejeki tidak terduga pada masa itu, saat Xia dewasa kami tidak kunjung mendapatkan kepercayaan untuk memiliki anak-anak namun siapa tahu hal tidak terduga terjadi"
"Kalian hadir di saat mommy mulai menyerah, dan daddy kalian benar-benar luar biasa dalam ke Istiqomah'an nya dan usaha nya"
Sejenak wanita yang Tiffany panggil mommy tersebut diam, Seolah-olah sedang mengenang masa lalu.
"Sebelum kalian hadir dan untie mu hamil Xia, kamu tahu sayang apa yang mommy dan untie Lana lan mu janjikan?"
Dan mommy Ayana menatap dalam bola mata Tiffany, gadis tersebut menggelengkan kepala nya, dia menatap penasaran atas ucapan mommy nya.
"Di Kyoto Jepang mommy berkata pada untie Lana lan mu yang tengah hamil, jika bayi yang lahir laki-laki dan aku memiliki bayi perempuan, berjanjilah padaku memberikannya pada putriku"
Kala itu dia berseloroh dengan nada sedikit bercanda ke arah Lana lan.
Mendengar ucapan nya seketika Lana lan terkekeh.
__ADS_1
"tidak apa-apa meskipun yang lahir nanti bukan bayi laki-laki, aku akan pastikan akan kembali memiliki seorang anak laki-laki dan akan aku akan memastikan melamar putri kakak untuk putraku"
Jika ingat masa itu rasanya dia ingin memenuhi janji itu kedepannya tapi....
Mommy Ayana seketika melirik kearah Tiffany.
Dia tidak mungkin memaksakan hati seseorang bukan? apalagi hati putri nya sendiri.
Dan mendengar cerita mommy nya seketika Tiffany membulatkan bola matanya, dia kemudian bertanya dengan jantung berdebar-debar.
"Lalu apakah mommy masih ingin menepati janji dimasa lalu?"
Tanya nya sambil menggigit bibir bawahnya gelisah.
Lagi Defina menabrak pinggul Tiffany, dia melirik kearah gadis tersebut hingga membuat Tiffany sadar dari ingatannya soal percakapan nya dengan mommy nya.
Defina menaik turunkan alisnya, menunggu jawaban Tiffany apakah benar gadis tersebut juga jatuh cinta pada kakak sepupu nya.
Wajah Tiffany sedikit memerah, dia malu dan tidak mungkin mengatakan tentang perasaannya yang sebenarnya.
"Apaan, aku tidak suka pada manusia es seperti dia"
Tiffany membuang pandangannya, membalikkan tubuhnya dengan cepat. jelas saja gengsi mengakui soal perasaan nya.
"Ommo...."
"Kak Dru"
Seketika Tiffany membeku saat beberapa suara menimbulkan kericuhan, dia buru-buru langsung menoleh ke arah teman-temannya di mana rupanya teman-teman nya terlihat menatap tegang kebagian belakang mereka, Tiffany buru-buru berbalik, seketika dia menggigit bibir bawahnya, gadis tersebut menatap netra yang menatap tajam dirinya.
Lagi wajah gadis tersebut memerah, itu kak Dru, laki-laki yang merupakan cinta pertama nya.
"Kak.."
Dia tercekat, membalikkan tubuhnya dengan cepat.
__ADS_1
Ohhhh apa dia mendengar apa yang aku katakan?!.
Tiffany membatin sambil memejamkan bola matanya, dia buru-buru menepuk-nepuk bibir nya yang sembarangan bicara tanpa melihat situasi terlebih dahulu.