
Jessica tersentak dari tidur lelap nya, secara perlahan dia menggerakkan jemari-jemari tangannya, beberapa bagian tubuh terasa pegal dan bagian kaki rasanya ada yang berat juga sakit.
Perempuan tersebut membuka bola matanya secara perlahan ketika dia merasa kepala nya sedikit berdenyut-denyut untuk beberapa waktu, begitu membuka bola matanya, cahaya lampu di atas nya menyilaukan bola mata nya, membuat perempuan tersebut memejamkan sejenak bola matanya karena terkejut dengan efek silau nya.
Dia menutup pandang nya dengan telapak tangan nya untuk beberapa waktu, mencoba membiasakan diri dari cahaya lampu disana.
Sejenak dia diam, mencoba mencerna apa yang terjadi hingga pada akhirnya satu keterkejutan Menghantam dirinya, Jessica buru-buru menyentuh perut nya dengan panik, mencoba untuk merasakan apakah sesuatu yang buruk terjadi pada kandungan nya.
Hahhh?!.
Dia meraba-raba perut nya takut dan gelisah, menampilkan ekspresi wajah cantik penuh kekhawatiran.
"Kandungan mu baik-baik saja"
Satu suara bariton mengejutkan dirinya, membuat Jessica refleks menoleh ke asal suara, seketika Jessica membulatkan bola matanya,. menatap satu sosok laki-laki yang kini bergerak mendekati nya.
Jessica seketika bangun dari posisi tidurnya, mencoba mundur dan melindungi perut nya.
"Aku bukan orang baik, tapi tidak sedikit pun terlintas dalam pikiran berniat jahat untuk melukai kamu atau janin didalam sana"
ucap Yavuz secara perlahan, berusaha bertahan pada posisinya dan memilih untuk duduk tepat di samping Jessica, bola mata laki-laki tersebut menatap kearah perempuan itu lekat membuat Jessica terlihat mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.
Dia pikir dia pernah melihat wajah laki-laki disampingnya tersebut, berusaha mengingat nya untuk beberapa waktu. Cukup lama hingga akhirnya saat satu aroma menyeruak masuk ke balik hidung nya, Jessica Langsung ingat pada laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Hahhh mister...?"
Dia pikir laki-laki itu yang membeli rokok di mini market dimana dia bekerja.
Jessica mempraktekkan tangannya, membuat kode rokok pada laki-laki tersebut.
Melihat bagaimana Jessica menggerakkan jemari-jemari indah dan tangan nya, membuat laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya. agak sulit untuk dirinya tersenyum karena Yavuz bukan type laki-laki yang mudah tersenyum kepada orang lain.
"Yah itu aku"
Jawaban nya begitu datar, meskipun dia mencoba menekan sehalus mungkin kalimat nya, dia sadar dia sangat tidak ramah ketika bicara dengan siapapun.
Jessica melihat ekspresi tegang di wajah laki-laki tersebut, membuat perempuan itu mencoba mengembangkan senyumannya, dia terlihat menundukkan kepala, berbaik sangka karena berpikir laki-laki tersebut pasti tidak sengaja melintas, mencoba menyelamatkan dirinya dari kejaran orang-orang mengerikan semalam.
Dia menunduk kan kepalanya berkali-kali, sangat berterima kasih pada dewa penolong yang sudah sukarela membantu menyelamatkan diri nya.
"aku tidak tahu bagaimana cara membalas Budi atas kebaikan anda mister, jika satu hari anda meminta bantuan ku, aku akan berusaha sebaik mungkin membantu anda, anda menyelamatkan dua nyawa sekaligus"
Dan ketika Jessica tanpa sadar mengucapkan hal tersebut, Yavuz langsung mengunci ucapan Jessica, menganggap dia menggenggam satu kartu untuk balas saja atas apa yang dia lakukan, seolah-olah mengabaikan jika Jessica sebenarnya korban dari apa yang dia lakukan pada kehidupan dan masa depan nya.
"Aku akan mencatat nya"
Ucap laki-laki tersebut tenang.
__ADS_1
Jessica diam untuk beberapa waktu, berpikir dia memang pantas membayar kebaikan orang lain yang berjasa dalam hidup nya, tidak melulu dengan uang, ada berbagai macam cara untuk membalas kebaikan orang lain menurut prinsip hidup nya.
tidak terjadi percakapan di antara mereka, hingga kemudian tiba-tiba Jessica tersadar.
"Dimana orang-orang itu?"
Dia ingat bagaimana keadaan orang-orang yang mencoba mencelakai nya.
Mendengar pertanyaan Jessica, Yavuz menjawab dengan ringan.
"Aku memusnahkan mereka hingga mereka tidak akan pernah bertemu dengan kamu lagi di muka bumi ini"
dan hal tersebut seketika membuat Jessica terkejut.
"Ya?"
Jantung nya terasa tidak baik-baik saja, cara bicara laki-laki tersebut mengingatkan nya pada seseorang.
"Jika ada yang melukai kamu atau Tiffany, kakak pastikan orang itu tidak akan lagi bertemu dengan kamu di muka bumi ini kecuali di akhirat nanti"
Kak Khan.
Jessica seketika menelan salivanya.
__ADS_1