
Dokter Rainia duduk di kursinya sembari memijat pelan pelipisnya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia kehilangan salah satu atau bahkan kedua pasiennya jika operasinya gagal. Lisensi dokter ya bisa saja di cabut atau bahkan mendekam di balik jeruji besi.
"Dasar wanita bodoh.! Tidak berguna.! Bisa bisanya dia melakukan kesalahan seperti itu. Kesalahan yang benar benar bodoh dan tidak perlu untuk dilakukan oleh seorang dokter sepesialis seperti dirinya. Bagaimana cara ia lulus dari universitas.?? Wahh aku benar benar sulit mempercayai ini. Untungnya kedua pasien selamat tidak berakhir di meja operasi." Rainia mengutuk ketika mengingat akan operasi tadi. Ia benar benar tak habis pikir.
Rupanya berita dokter Rainia yang melakukan dua operasi sekaligus itu cepat sekali menyebar ke seluruh penjuru rumah sakit bak wabah. Itu pula yang menjadi penyebab dokter Min Hyun berdiri tepat di pintu ruangan Rainia yang memang tidak tertutup rapat itu.
Umpatan yang dikeluarkan oleh bibir dokter Rainia itu sontak membuatnya urung melangkah masuk. Ia berniat menanyakan tentang keabsahan berita yang di dengarnya dari penghuni rumah sakit. Di dengar dari umpatan dokter cantik itu sepertinya memang benar begitu adanya.
Min Hyun menatap Rainia tidak percaya atas kegilaan wanita itu. mengoperasi dua pasien sekaligus wanita itu sungguh nekat. Diam diam ia meringis membayangkan bagaimana jika desas desus itu mampir pula di telinga ayahnya. Itu adalah satu hal yang pasti cepat atau lambat ayahnya pasti akan tahu pada akhirnya.
"Kepalaku pusing.!" Keluh dokter Rainia. Menghela nanafas lelah ia membenamkan wajahnya di meja.
Baru saja ia berniat untuk memejamkan matanya sejenak ia di interupsi oleh dering ponselnya yang memekik nyaring, membuat si empunya membuka kembali matanya. Rainia menatap nanar ponselnya yang menampilkan banyak sekali panggilan tidak terjawab dan ratusan pesan masuk dari manager dan beberapa member Exo yang memintanya agar segera ke dorm untuk menangani Chanyeol. Dengan pandangan lelahnya Rainia melirik jam tangan yang melingkar cantik di pergelangannya.
"Pukul dua dinihari. Oh tuhan apa lagi ini...!" Rainia berteriak frustasi.
Tanpa mengganti jas dokternya yang kotor oleh darah pasien, Rainia menyambar kunci mobilnya dan setengah berlari menuju pintu. Wajahnya pucat karena kelelahan, kepalanya yang berdenyut membuatnya terhuyung sesaat. Matanya terbelalak kaget ketika mendapati dokter Min Hyun yang berdiri tepat di pintunya.
"Hey mau kemana kau dengan wajah pucat begitu.?!" Tanya dokter Min Hyun berteriak ketika Rainia pergi dengan buru buru tanpa mengatakan sepatah katapun kepadanya dan mengikutinya ke parkiran.
"Aku harus ke dorm exo sekarang juga. Park Chanyeol pingsan dan harus segera ditangani." Jawabnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Gadis keras kepala. Ia bahkan belum beristirahat." Dokter Min Hyun menggerutu.
__ADS_1
Dokter Min Hyun yang khawatir akan kondisi dokter Rainia pun tak mau berdiam diri lagi. Ia segera pula masuk kedalam mobilnya menyusul Rainia, mengikutinya dari belakang. Jalanan cukup lengang. Namun Min Hyun tetap saja khawatir kalau kalau terjadi sesuatu pada wanita keras kepala itu.
Apalagi ia tahu jika Rainia bekerja dari pagi hingga sore. Ia yakin Rainia bahkan belum sempat beristirahat ketika pihak rumah sakit menghubunginya meminta bantuan karena pasien yang membludak.
Mulanya Min Hyun keberatan ketika kepala UGD meminta Rainia kembali ke rumah sakit. Mengingat Rainia bekerja dari jam enam pagi dan baru pulang jam enam sore. Namun mau tidak mau ia akhirnya menyetujui juga akan keputusan dokter Do In Bom karena rumah sakit sangat kewalahan menangani empatpuluh pasien kecelakaan yang dilarikan ke rumah sakit Haesung. Apalagi setelah beberapa bulan ia bekerja di rumah sakit ini Rainia memiliki rekor tercepat dan akurat dalam menangani pasien. Tentu saja ia sangat di harapkan dan di butuhkan untuk menghadapi masa masa kritis saat itu.
***********
Rainia berlari menuju kamar yang di tempati oleh Chanyeol ketika pintu dorm di buka oleh Do yang diikuti oleh Baekhyun yang mengekor di belakangnya. Belum lagi Rainia sampai di kamar Chanyeol ia mendapat bentakan dari manager Exo.
"Kemana saja kau itu ha.? Kenapa lama sekali. Apa kau menunggu Chanyeol benar benar sekarat baru kau akan datang.?" Bentak manager Exo.
Rainia berusaha tidak memperdulikan bentakan manager Exo itu meski ia harus mati matian menekan segala emosi yang mengendap dalam jiwanya. Rainia mengeluarkan stetoschopnya dan mulai memeriksa keadaan Chanyeol. Kamar Chanyeol kini penuh oleh member dan juga manager mereka. Sementara dokter Min Hyun turut pula berdiri di muka pintu kamar Chanyeol. Rainia memegang kening Chanyeol memeriksa suhu tubuhnya, dan menyalakan senter medik pada mata Chanyeol.
"Kemarin lusa. Demamnya datang dan pergi. Tapi tadi pagi dia terlihat baik baik saja." Jawab Baekhyun.
"Demamnya tinggi." Jelas Rainia dan mulai memasangkan infus pada Chanyeol. Setelah cairan infus terpasang iapun menyuntikkan obat lewat cairan infusnya.
"Pencernaannya juga kurang baik karena dia banyak minum Soju dan bertemu angin malam. Tapi ia tidak menjaga pola makan dan tidurnya yang teratur." Imbuhnya. "Kapan terakhir kali ia begadang dan minum Soju.?"
"Semalam." Jawab Do.
"Kapan dia akan sembuh.?" Tanya manager Exo.
__ADS_1
"Paling cepat dua hari dari sekarang." jawab Rain.
"Jadwal comeback exo sudah semakin dekat. Tidak bisakah kau membuatnya sembuh lebih cepat.?" Tanya manager Exo dengan suara meninggi.
"Aku seorang dokter, bukan seorang peri yang bisa menyembuhkan penyakit hanya karena aku mengayunkan stetoschop ku.! Lagi pula jika kau khawatir karena jadwal comeback exo yang semakin dekat, lalu kenapa kau tidak mengawasi mereka dengan lebih ketat.?" Tanya Rainia dengan suara yang tak kalah tingginya. Ia sangat lelah hari ini. Lihatlah manager ini malah menyalahkannya atas apa yang terjadi. Bukan maunya untuk datang terlambat.
Manager Exo tertunduk setelah menyadari kelalaiannya. " Aku minta maaf." Ujarnya lirih.
Semua member Exo terdiam takjub ketika Rainia memberikan teguran yang kelewat tegas pada manager mereka. Termasuk Min Hyun yang sudah bergabung dengan mereka.
"Biarkan ia istirahat. Kalian bisa keluar dari kamarnya, aku akan memantau infusnya beberapa menit." Ujar Rainia.
Semua member keluar dari kamar Chanyeol membiarkannya untuk beristirahat dengan tenang diikuti oleh manager mereka juga dokter Min Hyun. Mereka menutup pintu kamar Chanyeol rapat rapat meninggalkan Rainia merawat Chanyeol di dalam.
Kai yang berjalan berdampingan dengan Sehun yang tak begitu jauh dari Min Hyun membuka pembicaraan.
"Aku tidak tahu dokter Rainia bisa marah."
"Ya." Sehun mengangguk.
"Tapi dia terlihat sexy ketika sedang marah." ujar Kai membuat Sehun terkekeh.
Sementara Min Hyun mendengus tidak suka mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1