The Doctor

The Doctor
TIGABELAS


__ADS_3

Dokter Jimin berlari kencang. Saking kencangnya, ia sampai sampai menabrak dokter Ahn dan juga dokter Hoo yang rupanya tengah mencari cari keberadaan dokter Rainia.


"Heii.. Kenapa kau berlari seperti dikejar setan berkepala tujuh seperti ini.?" Tanya dokter Ahn.


"Maaf. Maafkan aku. Aku terlalu panik karena dokter Rain tiba tiba pingsan setelah menangani pasien." Jelas dokter Jimin dengan nafasnya yang memburu yang tentunya membuat kedua dokter di depannya kaget.


"Cepat pergi beritahu ketua Park sebelum ia semakin marah." Dokter Ahn yang cepat mengerti keadaan segera memberikan perintahnya pada dokter Jimin. "Biar aku dan dokter Hoo yang kesana." Imbuhnya kemudian. Perawat Yoori dan perawat Wang yang tidak sengaja mendengar perkataan dokter Ahn bertanya karena penasaran.


"Apa yang terjadi.? Kalian kelihatan panik sekali." tanya perawat Wang.


"Dokter Rain pingsan, ayo kita kesana."


Merekapun segera beranjak pergi ke bangsal dimana Rainia di rawat, sementara dokter Jimin sudah pergi sedari tadi menuju ruangan ketua Park.


Setelah menerima laporan yang mengatakan bahwa seseorang yang di tunggunya jatuh pingsan, ketua Park segera meminta dokter yang melapor tersebut untuk mengantarnya ketempat dimana Rainia di rawat. Sesampainya disana, ketua Park langsung mengambil alih memeriksa keadaan dokter yang berada dibawah bimbingannya itu. Sementara dokter Hoo memasangkan cairan infus di tangan Rainia. Baik dokter Ahn, dokter Hoo, bahkan dokter Yoon yang memang menemani dokter Rainia sedari awal tidak ada yang berani angkat bicara. Ketiganya hanya menunduk, takut kalau kalau ketua Park meledakkan amarahnya saat itu juga.


"Dasar keras kepala. Aku memintamu agar segera keruanganku agar dapat beristirahat sejenak dan kau malah menangani pasien. Sekarang lihat apa yang terjadi padamu.?" Omel ketua Park yang tentunya tidak mendapat respon dari dokter Rainia yang memang belum sadarkan diri.


Sebenarnya ia sangat mengapresiasi tindakan berani dokter bimbingannya itu atas loyalitasnya dalam menangani pasien. Namun ia sendiripun tidak dapat membenarkan bahkan menyalahkan tindakannya. Jika dihadapkan dengan peraturan rumah sakit tentu saja tindakan Rainia itu salah karena melanggar peraturan rumah sakit. Tapi dari segi kemanusiaan Rainia telah menyelamatkan pasien bahkan juga menyelamatkan dokter yang mengoperasinya.

__ADS_1


Ketua Park menghela nafas dalam, menerka nerka apa kiranya sangsi yang akan di dapatkan dokter Rainia dari Presdir Kim.


"Sepertinya kau tidak akan bisa menghindarinya." Gumam ketua Park seraya menatap dokter Rainia iba.


"Setelah ia sadar suruh ia agar beristirahat dirumahnya. Aku akan memberinya libur selama tiga hari. Dan perawat Yoori tolong untuk memantau kondisinya, ia perlu beristirahat total." Pinta ketua Park. Setelah memberikan titahnya ketua Park meminta agar semuanya kembali ke aktifitas masing masing iapun segera berlalu dari ruangan itu. Setidaknya itu bisa mengulur waktu sedikit lebih lama. Siapa tahu presdir Kim akhirnya meringankan hukumannya.


Disisi lain seseorang menatap tajam dimana dokter Rainia terbaring. "Hanya seorang dokter baru dan ia mendapatkan begitu banyak perhatian dari dokter lain bahkan ketua Park.? Hehhh cara apa yang digunakan iblis kecil itu untuk menggodanya.??" Dengus wanita itu dengan sinisnya.


Sebenarnya keadaan itu tidaklah aneh. Setelah berita tentang dokter Rainia yang mengoperasi dua pasien sekaligus itu tersebar keseluruh penjuru rumah sakit, ada beberapa orang yang menaruh respek atas tindakannya. Namun banyak juga yang menganggapnya sombong dan hanya ingin pamer kehebatan karena pembawaan dokter Rainia yang memang sedari awal dingin dan cuek saat pertama kali menginjak rumah sakit Haesung. Terlebih Rainia juga termasuk dokter killer yang tidak mentolerir kesalahan apapun pada dokter magang dan dokter intern, bahkan senior sekalipun.


Sebagagian ada yang kagum atas ketegasan dokter Rainia tapi juga banyak yang merasa tidak terima terlebih Rainia adalah pendatang baru dirumah sakit Haesung.


*************


"Aku sakit apa.?" Tanya Chanyeol serak, matanya menatap dokter Min Hyun untuk meminta jawaban.


"Hanya demam dan gangguan pencernaan. Kau terlalu banyak meminum soju dan juga bergadang. Mulai sekarang kau harus mengurangi mengkonsumsi alkohol dan harus makan teratur dan tepat waktu. Dengan jadwalmu yang padat kau harus menjaga tubuhmu agar tetap sehat." Ujar Min Hyun memberikan saran kepada Chanyeol.


"Dimana yang lainnya.?" Tanya Chanyeol lagi. Atensinya beralih pada jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi.

__ADS_1


"Sebagaian ada yang pergi keluar, ada juga yang didapur, mungkin juga ada yang masih tidur." Jawab Min Hyun lalu memberikan nampan yang sedari tadi dibawanya kepada Chanyeol.


"Sekarang makanlah sup ini lalu setelahnya minum obat. Kau harus istirahat kembali."


"Kenapa kau yang merawatku hyung.? Kemana dokter Rain.?"


"Dinihari tadi setelah memeriksamu ia diminta untuk kembali kerumah sakit. Jadi ia memintaku untuk memantau kondisimu. Barusan aku mendapat kabar dari ketua Park bahwa dokter Rain jatuh pingsan, jadi untuk beberapa hari kedepan mungkin ia tidak akan datang kesini karena harus beristirahat total."


"Apa hyung.? Dokter Rainia sakit.?" Tanya Chanyeol kaget. " Apakah sakitnya parah.?"


"Ia hanya kelelahan dan kurang istirahat karena banyaknya pasien. Makanya ia harus istirahat total. Jadi untuk beberapa hari kedepan kalau ada apa apa kalian harus menghubungiku atau ketua Park." Jelas Min Hyun yang di angguki Chanyeol tanda mengerti.


"Segera habiskan itu dan beristirahatlah." Ujar dokter Min Hyun. "Aku harus kembali kerumah sakit lagi." Ujar dokter Min Hyun lagi lalu keluar dari kamar Chanyeol.


Sebenarnya ia sangat mengkhawatirkan keadaan dokter Rainia. Saat ketua Park memberitahunya tadi ia rasanya ingin segera kembali kerumah sakit saat itu juga namun ketua Park memintanya untuk tetap tinggal sampai Chanyeol sadar. Setelah Chanyeol sadar iapun tidak membuang waktu lagi, ia akan kembali kerumah sakit sebentar. Setelah memastikan bahwa kondisi Rainia baik baik saja ia akan kembali ke dorm exo tentunya setelah membersihkan diri terlebih dahulu.


Sementara itu Chanyeol diam diam merasa bersalah. Karenanya Dokter Rainia harus bolak balik dari dorm kerumah sakit. Ia pasti sudah lelah dan bertambah lelah karenanya. Sebenarnya Chanyeol adalah tipe orang yang tidak gampang akrab dengan orang baru. Namun nampaknya kali ini tidak berdampak pada dokter Rainia, entahlah sepertinya ia merasakan sesuatu yang lain kepada dokter cantik itu. Mungkin nanti setelah keadaannya lebih baik ia akan datang untuk menjenguk dokter Rainia.


*******

__ADS_1


Selamat malam **readers... Semoga kalian sehat selalu..


Maaf telah mbuat anda menunggu.. dan terimakasih atas segala dukungannya**..


__ADS_2