The Doctor

The Doctor
ENAM


__ADS_3

Berisik mungkin kata itu belum cukup untuk menggambarkan keadaan meja makan yang terisi oleh kesembilan member Exo itu. Mereka saling menjahili satu sama lain. Terlebih lagi Chanyeol yang pada dasarnya memang tidak pernah bisa diam. Ia sibuk mencomoti paha ayam yang ada di piring Chen.


Chen yang merasa tidak terima mengambilnya kembali namun kembali di rebut oleh Chanyeol. Karena kesal ia mengambil paha ayam baru dan diam diam mengolesnya dengan sambal. Chanyeol yang tidak menyadari akan hal itu kembali mencomot paha ayam tersebut dari piring Chen. Sementara Chen hanya membiarkannya.


"Satu, dua, tiga..." Dalam hati ia menghitung. Tepat pada hitungan ketiga Chanyeol berteriak dengan hebohnya sambil mengipasi ngipas mulutnya yang terasa terbakar menggunakan tangannya. Chen tersenyum miring. "Makan tuh paha ayam." Ujarnya dengan wajah sangat puas.


"Kau berniat membunuhku hyung.?" tanya Chanyeol dengan wajah memerah lataran kepedasan.


Chen acuh saja. Ia mulai memakan makanannya dengan tenang. "Aku tidak peduli. Salahmu sendiri kenapa menjadi manusia yang usil." ujarnya di sela kunyahannya.


"Haishhh kalian ini. Tidak bisakah makan dengan tenang.? Jangan saling menjahili seperti ini." Suho menasehati setengah menggerutu lalu memberikan segelas air putih hangat kepada Chanyeol.


Tanpa banyak pikir Chanyeol yang kepedasanpun langsung meneguk air hangat tersebut. Namun seperdetik kemudian Chanyeol kembali kalang kabut di buatnya.


"Hyung lidahku terbakar." teriaknya histeris.


*************


Setelah insiden di ruang makan tadi, kini seluruh member Exo tengah berkumpul di ruang tamu sambil menunggu manager mereka guna membicarakan tentang keinginan mereka agar dokter Eunri di ganti saja. Do sudah memberitahu manager mereka sebelum mereka makan malam tadi.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya manager merekapun datang. Setelah menanyakan tentang keadaan Chanyeol dan jadwal mereka akhirnya sang manager pun membicarakan tentang keinginan mereka.


"Jadi kenapa kalian ingin agar dokter Eunri di gantikan.?" Tanyanya setelah keheningan yang menggantung sesaat.


"Kami merasa risih hyung. Kami mengerti bahwa ia adalah salah satu dari penggemar kami. Tapi tak bisakah ia bersikap profesional saat sedang bekerja.? Harusnya ia bisa membagi waktu antara menjadi EXO-L dan waktu dimana ia menjadi seorang dokter." Do angkat bicara.


Ia juga merasakan hal yang sama dengan beberapa member lainnya. Saat ia memeriksakan tentang kesehatannya, dokter yang terkenal akan kecentilannya itu malah curhat tentang kehidupannya, apa yang ia sukai dan hal hal pribadi lainnya. Sebagai seorang idol ia tentu faham mengapa sang dokter berkata demikian hanya untuk lebih dekat atau ingin di perhatikan olehnya. Itu tidak akan menjadi masalah jika sang dokter bercerita saat di luar jam kerjanya.


"Nado. Sekalipun aku merasa sakit, aku tidak akan mau di periksa oleh dokter itu. Aku sudah kapok hyung." Sehun menimpali.


"Baiklah jika memang begitu. Aku akan membicarakan ini pada ketua Park. Mungkin aku akan mencarikan kalian dokter agensi dari rumah sakit lain."


"Tidak hyung. Kami mau dokter cantik yang bekerja di rumah sakit Haesung." Tolak Chanyeol.


"Ya hyung. Kami sudah melihat kinerjanya. Ia adalah dokter cantik yang hebat. Tipe orang yang tidak mudah menyerah." Baekhyun ikut bicara.


"Tidak ada dokter umum yang lebih muda dari dokter Eunri." Ujar sang manager. "Mungkin orang yang kalian lihat adalah salah satu dokter magang."


"Tidak hyung. Kami yakin itu bukan seorang dokter magang. Bahkan ia terlihat lebih muda dari dokter Eunri." Ujar Sehun.


"Baiklah baiklah. Aku akan menanyakan ini kepada ketua Park. Mengenai keinginan kalian, aku harus mendiskusikan ini juga dengan manager grup lain." Putus sang manager akhirnya.

__ADS_1


**************


"Dokter Rain.." Panggil seorang wanita yang bertugas di bagian informasi ketika Rainia baru memasuki pintu utama rumah sakit.


"Ne..?!"


"Maaf. Tadi ketua Park berpesan agar anda segera keruangannya."


"Ada apa.?"


"Entahlah. Saya tidak tahu."


"Baiklah. Terimakasih." ujar Rainia lalu bergegas pergi.


Ketika Rainia hendak masuk ke ruangan ketua Park, ia berpas pasan dengan dokter Eunri yang tampaknya baru saja keluar dari ruangan ketua Park. Rainia menundukkan kepalanya hormat, namun ia tersentak kaget ketika dokter Eunri dengan sengaja menabrak pundaknya dan menatapnya dengan tatapan sinis.


"Hey.. Apa yang salah dengan dokter itu.?" Gerutu Rainia sambil melihat ke arah dokter Eunri pergi. Tidak mau ambil pusing, Rainia segera masuk ke dalam ruangan. Tentunya setelah ia mendapatkan izin dari sang pemilik ruangan.


"Selamat pagi ketua Park." sapa Rainia seraya membungkuk empatpuluh lima derajat.


"Pagi. Silahkan duduk dokter Rainia." Ketua Park mempersilahkan Rainia duduk di kursi yang ada di depannya.


"Ada apa ketua memanggil saya.?" Tanya Rainia tanpa basa basi. Khas dirinya.


Rainia mengerinyit heran. Inikah sebabnya dokter Eunri bersikap seperti itu padanya tadi.?


"Kenapa harus saya.? Ada apa memangnya dengan dokter Eunri.?"


"Entahlah. Semalaman ada perwakilan dari SM entertainment yang menemuiku dan mengatakan bahwa banyak idol mereka yang merasa tidak nyaman karena dokter Eunri. Sepertinya rumor yang kudengar memang benar adanya." ujar ketua Park yang memang mendengar desas desus tentang dokter Eunri.


"Kenapa harus aku.? Kenapa tidak di gantikan oleh dokter lain saja.?"


"Aku mengerti atas ketidak nyamananmu. Tapi mereka sendiri yang memintamu untuk menjadi dokter agensi mereka."


"Aku tidak mau.!" Tolak Rainia tegas.


"Kau tidak bisa menolak karena Presdir Kim sudah menyetujuinya. Jam empat sore nanti kita akan mengadakan pertemuan di SM Entertainment. Ku harap kau mengosongkan jadwalmu, mungkin ini akan memakan waktu." ujar ketua Park membuat Rainia tidak bisa berkata kata lagi. Rainia hanya bisa mengangguk pasrah.


***********


Rainia melirik jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kirinya. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Ia segera bersiap untuk pergi ke SM Entertainment. Namun sebelumnya ia menunggu ketua Park agar pergi bersama. Ia tidak tahu arah gedung SM Entertainment berada.

__ADS_1


Sesampainya di gedung SM Entertainment, ruangan yang dipakai untuk rapat sudah nampak ramai. Beberapa pria tampak bercanda dan mengobrol. Saat ketua Park dan Rainia masuk, ruangan yang tadinya riuh mendadak menjadi hening. Para idol yang sedari tadi asik mengobrol langsung merapikan duduknya.


Ketua Park memandang ke sekeliling. Meja rapat berbentuk persegi panjang itu tampak hampir terisi penuh.


"Aku harap dokter yang kali ini kuberikan pada kalian sesuai dengan apa yang kalian harapkan." ujar ketua Park membuka pembicaraan.


"Jadi dokter ini yang akan menggantikan dokter Eunri.?" Tanya Kang In salah satu member super junior.


"Woaa.. Aku setuju dengan pilihan kalian." ujar Chen sembari merangkul pundak Baekhyun dan Chanyeol.


"Bukankah ia terlalu muda.?" Tanya Suho pada Kai yang berada di sampingnya dengan ekspresi yang kurang yakin.


"Ya. Kurasa dia adalah orang yang dingin." Kai membenarkan.


"Silahkan jika ada yang ingin bertanya." ujar ketua Park menginterupsi kegaduhan yang di ciptakan para idol tersebut.


"Siapa namamu.? Sepertinya kau bukan orang Korea." tanya Choi Minho member Shinee.


"Panggil saja Rainia. Saya dari Indonesia." Jawab Rainia singkat.


"Matamu sipit dan kulitmu juga putih. Apakah ayah atau ibumu berasal dari negara lain.?" tanya Xiumin.


"Tidak." Rainia kembali menjawab seadanya.


"Berapa usiamu.?" tanya Kang In.


"Duapuluh lima tahun." jawab Rainia.


Semua yang berada di sana tampak kaget setelah mendengar jawaban Rainia. Sementara ketua Park hanya terkekeh melihat reaksi mereka.


"Maaf. Tapi diusiamu yang semuda ini kau mendapatkan gelar dokter.? Kurasa ini kurang masuk akal. Maaf jika kata kataku menyinggung perasaanmu. Apa kau seorang dokter magang.?" Tanya Kang In ragu ragu.


Rainia hanya menampakkan wajah datarnya mendengar pertanyaan salah satu idol itu. Ia tidak merasa tersinggung sama sekali, mengingat untuk meraih gelar dokter harus menempuh waktu yang lama. Sangat jarang ada dokter di usianya yang terbilang sangat muda yang sudah mendapatkan gelar spesialis.


"Saya lulus Sekolah menengah atas di usia enambelas tahun. Menyelesaikan kuliah kedokteran melalui jalur akselerasi. Begitupun ketika menpuh pendidikan spesialis. Saya sudah menjalani masa koas selama dua tahun, dan sudah bekerja selama satu tahun di negara asal saya." Rainia menjelaskan panjang lebar. Semua orang memandang kagum kepada Rainia. Sepintar apa gadis ini.? pikir mereka.


"Apakah sekolah menengah pertamamu juga Lulus dengan jalur akselerasi.?" tanya Xiumin.


"Ya." Jawab Rainia mantap.


"Benarkan kiami tidak salah pilih.?" ujar Baekhyun dengan bangga.

__ADS_1


"Yahh.. Sepertinya kali ini kita mendapatkan dokter yang tepat." ujar Kang In setuju.


Setelah sesi tanya jawab usai, ketua Park dan Rainia segera pamit pulang karena jam sudah menunjukkan pukul enam sore.


__ADS_2