The Doctor

The Doctor
SEMBILAN


__ADS_3

"Siall..!!" Umpat manager Exo entah sudah yang keberapa kalinya ketika orang yang di hubunginya tidak juga menjawab panggilannya. Begitupun dengan Do Kyung Soo dan Byun Baekhyun, keduanya tidak henti hentinya mondar mandir bak setrikaan di depan pintu dorm dengan ponsel yang menempel di telinga masing masing.


Member yang berada di kamar Chanyeol semakin panik kala suhu tubuhnya yang semakin naik. Wajahnya sudah seputih kertas dengan tubuh yang menggigil hebat. Sehun menangis semakin keras sambil memeluki tubuh hyungnya itu. Member lainpun tak kalah paniknya.


"Kemana dokter dokter itu.??!!" manager Exo setengah berteriak saking kesalnya.


Baekhyun masih berusaha menghubungi dokter Rain maupun dokter Eunri. Begitupun dengan Do yang juga terus menghubungi Min Hyun ataupun ketua Park namun hasilnya nihil. Satupun tidak ada yang menjawab panggilannya mereka.


"Oh tuhan...!" Baekhyun menjerit frustasi seiring tubuhnya yang merosot ke lantai.


************


Sementara kita tinggalkan dulu kepanikan yang melanda dorm exo. Kita beralih pada dokter Rainia yang situasinya juga tampak sedang gawat.


"Suction..!" perintah dokter Rainia ketika terjadi sesuatu pada tubuh pasiennya. Dokter Ahn sebagai asisten bedahnya secepat kilat melaksanakan perintah Rainia.


"Siapkan defibrillator..!" Seru Rainia tegas. Lalu seorang perawat menyiapkan defibrillator untuk kemungkinan terburuk.


Tanpa diduga, seorang tiba tiba menyerobot masuk ke ruangan operasi dokter Rainia. Perawat bermarga Han muncul dengan panik serta wajah yang sepucat mayat. Membuat atensi semua orang beralih padanya namun tidak pada dokter Rainia yang masih berjibaku dengan tubuh pasiennya.


"Perawat Han. Apa yang anda lakukan disini.?!" pekik salah satu perawat yang ada di ruangan itu.


Ini bukan hal yang lumrah terjadi di ruang operasi. Jelas sudah bahwa mereka yang tidak mempunyai kepentingan tidak di perbolehkan memasuki ruang operasi. Apa apaan perawat satu ini.? Mengapa menerobos dengan seenak jidatnya. Tidakkah dia tahu bahwa tindakannya tersebut bisa saja membahayakan pasien ketika dokter yang menanganinya kehilangan fokus.?


"Yaa kalian.. Tetaplah fokus...!" Teriak Rainia kesal. Tidak ada yang berani membantah, mereka kembali berkonsentrasi pada pasien.

__ADS_1


"Dokter. Pasien yang di tangani dokter Eunri....." Ujar perawat Han tidak melanjutkan kembali ucapannya. Ia berfikir sejenak, apakah dokter Rainia akan mendengarkannya atau tidak.? Mengingat hubungan dokter Rainia dan dokter Eunri yang cukup rumit. Apalagi saat ini dokter Rainia juga tengah berusaha untuk menyelamatkan pasiennya. Tanpa di perintah otaknya mengingat kembali kejadian tiga hari yang lalu.


Flashback..


"Dokter Rain. Kau akan menggantikan dokter Lee sebagai asisten operasi lagi." Ujar ketua Park.


"Kenapa bukan dokter Eunri saja.?" Rainia bertanya.


Pasalnya, sejak ia mengambil alih tugas sebagai dokter agensi SM Entertainment, dokter Eunri mulai bersikap tidak baik padanya. Dan Rainia terlalu malas untuk mengurusi urusan yang tidak penting itu. Ia hanya ingin bekerja dengan tenang dan kembali ke negaranya.


"Dokter Lee sendiri yang memintamu untuk hal ini. Ia sudah memberikan kepercayaannya padamu. Jadi, kau tidak diperbolehkan menolak." tegas ketua Park.


Oh lagi lagi kata kata sakral itu. Ia benar benar tidak bisa menolaknya. Ia menghembuskan nafasnya kasar.


Seluruh petugas operasi berbondong menyaksikan siapa lagi korban dokter Eunri kali ini. Sementara sebagian berusaha membantu Rainia berdiri termasuk ketua Park dan dokter Jee Woon. Sebagian lagi masih melongo melihat kejadian tadi.


"Kenapa kau begitu serakah ha..?!!" Bentak dokter Eunri dengan amarah yang meledak ledak.


"Dokter Eunri. Apa yang anda lakukan.?" Sentak dokter Jee Woon. "Dokter Lee sendiri yang memintanya untuk menjadi asistennya. Anda keberatan.??!"


"Tidak dokter. Tapi kenapa harus dia.? Dia hanya dokter baru disini."


"Karena dokter Lee mempercayai kemampuannya." Tukas dokter Jee Woon.


"Kenapa harus dia.?! ujar dokter Eunri setengah berseru sementara jari telunjuknya menuding wajah Rainia lurus lurus. "Bukankah aku juga bisa.?"

__ADS_1


Ucapan dokter Eunri mau tidak mau membuat Rainia tersulut emosi. Tidakkah dia melihat bahwa dirinya juga tidak menginginkan ini.? Mengapa orang ini terus saja menyalahkannya.?


"Apa yang kau maksud dengan kau bisa itu adalah salah mendiagnosa.?!" Tukas Rainia tajam. Ia sangat geram dan sangat muak dengan perlakuan dokter Eunri kepadanya. Toh ini bukan kemauannya.


"Tutup mulutmu wanita ******..!" Hardik dokter Eunri. "Aku tahu kau menggoda dokter Lee agar kau dijadikan sebagai asisten bedahnya." Tuduhnya.


Sontak saja tuduhan tanpa dasar dokter Eunri membuat Rainia semakin murka. Kedua tangannya terkepal dengan kuat. Ia berusaha keras agar tidak melayangkan tamparan keras di mulut kurang ajar wanita di depannya itu.


"Ooo kau tidak memiliki kaca.? Jika aku yang tidak tahu menahu tentang masalahmu padaku dan kau sebut aku sebagai ******. Lalu, apa sebutan yang tepat untuk orang yang terang terangan menggoda suami orang bahkan didepan istrinya sendiri.? RATU ******..?" Tukas Rainia menekankan dua kata terakhir.


Melihat gelagat yang tidak bagus, ketua Park segera menggiring Rainia masuk kedalam ruangan operasi. Meninggalkan dokter Eunri yang mencak mencak ditempatnya. Lagipula ketua Park paham atas kemarahan dokter muda dibawah bimbingannya itu.


Rainia selalu dibuat repot setiap kali dokter Eunri melakukan kesalahan. Bahkan Rainia sempat di tampar oleh wali pasien atas kesalahan yang tidak pernah diperbuatnya. Sekarang lihat.! Apa yang dokter Eunri lakukan kepada orang yang selalu menolongnya di situasi gentingnya.?


Yang lebih membuat Rainia geram, ia nyaris saja mendapatkan surat peringatan atas kejadian tadi jika saja ketua Park tidak datang dan menjelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya kepada ketua Kim.


Rainia membuat catatan pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan bersikap lunak pada dokter Eunri kedepannya. Ia tidak peduli bahkan tidak mau peduli jika dokter Eunri adalah keponakan pemilik rumah sakit Haesung.


Ia benar benar sudah muak. Ia tidak melakukan apapun kenapa dokter Eunri selalu mencari masalah dengannya.?


Jika sebelum sebelumnya Rainia tidak mau mencari bahkan memiliki musuh. Maka mulai saat ini ia mendeklarasikan bahwa dokter Eunri adalah musuhnya mulai sekarang. Kesabarannya sudah benar benar terkuras habis untuk seorang dokter Eunri.


Ia mengingat kembali saat saat ia masih bekerja di rumah sakit Bakti Husada. Memang ada segelintir orang orang yang tidak menyukainya, namun mereka tentunya tidak bisa melakukan apa apa karena kemampuannya di atas mereka. Sehingga membuat mereka tidak bisa berkomentar apa apa tentangnya. Ia tidak peduli jika memang ia kemampuannya tidak sebanding dengan dokter Eunri, ia hanya akan terus meningkatkan kemampuannya. Tapi kenyataannya.? Dokter Eunri bahkan sering mendapatkan masalah karena salah diagnosa dan kesalahan kesalahan lainnya.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2