The Doctor

The Doctor
DELAPAN


__ADS_3

Di ruang latihan member Exo, tampak para member sedang berkemas bersiap untuk kembali ke dorm. Sesekali mereka tertawa karena tingkah masing masing member. Terlebih lagi Baekhyun yang memang terkenal akan kekonyolannya. Ada beberapa member yang nampak saling mengusili satu sama lain.


Namun entah apa penyebabnya, sang biang rusuh atau yang fans juluki dengan sebuah happy virus yakni Chanyeol tampak tidak banyak berulah hari ini. Hal ini pun disadari oleh member lain.


"Hyung kenapa kau banyak diam hari ini.? apa kau sakit.?" Tanya Oh Sehun yang melihat sikap Chanyeol yang lain dari biasanya.


"Aku baik baik saja." Ujar Chanyeol namun wajahnya terlihat lesu.


"Apa apaan ekspresimu itu.? Apa kau sedang putus cinta.?" Goda Baekhyun yang mengundang gelak tawa member lain.


Namun sorak tawa mereka sontak berganti dengan ekspresi khawatir ketika tubuh Chanyeol limbung dan jatuh kelantai.


"Hyung..!" Teriak dua maknae serempak sambil mengguncang tubuh Chanyeol yang tidak merespon sama sekali.


"Yakk Park Chanyeol. Jangan bercanda, ini tidak lucu." Panik Suho sambil menepuk pipi Chanyeol.


"Cepat beritahu manager hyung." Pinta Sehun dengan suara bergetar, air mata sudah meluncur dari kelopak matanya. "Hubungi juga dokter Rainia."


Kai berlari secepat yang ia bisa untuk mencari sang manager. Sementara Baekhyun mengotak atik ponselnya mencari nomor ponsel Rainia. Beberapa kali Baekhyun menelpon Rainia namun tak kunjung mendapat jawaban dari sang dokter. Hingga saat Kai datang bersama manager mereka langsung memeriksa suhu tubuh Chanyeol.


"Suhu tubuhnya panas. Ayo angkat ke mobil , kita kembali ke dorm sekarang juga." Ujar sang manager sama paniknya dengan para member Exo.


Sesampainya di mobil Van yang di khususkan untuk member Exo mereka segera masuk. Sementara Chanyeol di baringkan di pangkuan Sehun, Baekhyun masih berusaha menghubungi dokter.


"Dokter. Segera ke dorm. Chanyeol pingsan.!" Ujar Baekhyun berseru panik sesaat setelah Rain mengangkat panggilannya.


"Apa.?" tanya Rainia di seberang sana.

__ADS_1


Belum sempat ia menjelaskan situasinya kepada dokter Rainia, samar samar terdengar suara seseorang yang memanggil dokter Rainia sama paniknya dengan dirinya di seberang sana. Sayup sayup ia juga mendengar suara rintihan juga erangan di seberang telpon."Ah ini tidak baik." pikirnya nampaknya dokter yang ia hubungi ini juga tengah sibuk.


"Arrrghh..." Terdengar erangan frustasi dari dokter Rainia yang membuat Baekhyun sama frustasinya. Sepertinya instingnya benar jika dokter Rainia tengah bergelut dengan banyak pasien di sana.


"Baekhyun-sii dengarkan aku. Rumah sakit Haesung sedang kedatangan empatpuluh pasien gawat darurat sekarang. Aku benar benar sibuk, dokter lainpun sama sibuknya tidak ada yang menganggur saat ini. Cobalah untuk menghubungi dokter lain atau bawa Chanyeol-sii ke rumah sakit lain."


"Kau yang bertanggung jawab sebagai dokter agensi. Jadi kau yang harus menanganinya.!!!" Bentak manager Exo begitu ponsel Baekhyun sudah berpindah ke tangannya. Ia tidak bisa berpikir jernih saat ini karena terlalu panik.


"Aku tahu. Tapi kami tidak bisa berbuat apa apa sekarang selain menangani pasien yang terus berdatangan."


Setelah ucapan Rainia itu sang manager hanya bisa mendengar suara derap langkah dan juga erangan kesakitan dan juga teriakan panik wali pasien.


"Dokter. Dokter Rain..." Panggil manager Exo namun tidak ada tanggapan karena sambungan yang sudah terputus. Membuat sang manager Exo mengomel panjang pendek selama perjalanan kembali ke dorm EXO.


***************


"Hufftt.." Rainia kembali menghembuskan nafasnya. Bersiap sebelum masuk di Medan peperangan. Pasien tadi harus mendapatkan operasi darurat malam ini juga. Dan dirinyalah yang akan memimpin jalannya operasi. Keadaan malam ini cukup kacau, ruangan operasi penuh. Bahkan harus ada pasien yang mengantri untuk di operasi.


Seorang pria tinggi dan tampan, dengan senyumnya yang merebak seakan memamerkan pesonanya. Masih mengenakan jas dokternya ia berjalan menghampiri Rainia. Dokter pria tersebut tampak bahagia melihat Rainia dari belakang.


"Dokter.." Panggilnya sembari memegang pundak Rainia dari belakang. Membuat Rainia yang setelah melamun berjengit kaget. Rainia mengelus dadanya sejenak, setelah mengetahui orang yang sudah membuatnya kaget matanya memandang tajam pada pria tersebut yang di balas kekehan olehnya.


"Melamun.?" sindir dokter pria itu.


"Anda tidak ada operasi.?" Tanya Rainia yang tidak mau repot repot menjawab pertanyaan dokter Min Hyun.


"Hmm.." Dokter Min Hyun mengangguk. "Professor Wang sedang ada operasi juga, jadi aku yang akan memimpin operasi." Jawabnya dengan ekspresi yang tampak kecewa ketika melihat respon datar Rainia.

__ADS_1


Ia sudah berusaha mendekati Rain, dan juga memberikan perhatian lebih padanya. Berharap Rainia membalas perasaannya atau sekedar mengetahui bahwa ia menyukainya. Namun Rainia tampak biasa saja, tidak seperti apa yang ia harapkan.


"Semoga operasimu berjalan lancar dokter." Ujar Rainia lalu menundukkan kepalanya sejenak sebelum meninggalkan dokter Min Hyun yang masih terpaku di tempatnya berdiri.


***********


Rainia memasuki ruang operasinya. Ia sudah mengenakan masker dan penutup kepala. Beberapa dokter residen, perawat, dan dokter anastesi sudah berada di ruang operasi lengkap dengan alat perlindungan diri masing masing.


Dokter anastesi mengangguk memberikan tanda kepada dokter Rainia bahwa sang pasien sudah siap untuk di bedah. Dua orang perawat membantu Rainia untuk mengenakan sarung tangan dan gaun bedah sebagai perlengkapan pelindungan dirinya. Peralatan medis yang canggih terlihat berjejer lengkap di ruang operasi. Menandakan bahwa rumah sakit Haesung adalah rumah sakit yang berstandar tinggi, dan tentunya dokter dokter di dalamnya juga bukan sembarang dokter. Rainia memulai operasinya.


**************


Sementara itu, ketika mobil Van yang mengangkut para member Exo sampai di depan dorm, mereka segera menggotong Chanyeol yang belum juga sadarkan diri menuju kamarnya dan Baekhyun. Sementara Suho meletakkan termometer di ketiak Chanyeol.


"Suhunya panas sekali." ujar Suho dengan nada khawatir ketika melihat angka 38°c. Membuat Sehun yang memang pada dasarnya gampang menangis jadi makin histeris.


Kai sibuk mengompres dahi Chanyeol, sementara member lain berusaha memanggil dokter Rainia, Min Hyun, ataupun dokter lain yang sebelumnya menjadi dokter agensi mereka. Namun tidak ada satupun yang mengangkat panggilan mereka.


*************


"Secapel...!" dokter Rain meminta sebuah pisau bedah pada perawat untuk memulai operasinya. Ia membelah perut pasien, membuat darah keluar dari tubuh pasien ketika operasi dimulai.


Rainia masih berkutat dengan pasiennya. Beberapa kali ia harus berusaha keras untuk membersihkan darah di lambung pasien dan berusaha untuk menghentikan pendarahan.


"Apa ini.?" Tanya dokter Rainia ketika mendapatkan kejanggalan di tengah operasinya. "Pasien ini pernah menderita kanker perut..!" Ungkapnya kepada timnya.


Semua orang terkejut karena hal ini tidak di temukan pada hasil tes sebelumnya. Dokter Ahn asisten bedah dokter Rainia bertanya dengan khawatir.

__ADS_1


"Dokter. Apa mungkin muntah darahnya juga disebabkan oleh kanker perut.???"


__ADS_2