
Rainia mengamati Min Hyun yang lumayan tinggi, tubuh Rain hanya sampai lehernya saja. Padahal, Rain sudah memakai sepatu berhak setinggi lima sentimeter. Rambut Min Hyun terlihat rapi tak kalah gaul dengan potongan rambut boyband, matanya yang sipit namun memiliki bola mata hitam yang sempurna. Jangan lupakan lesung pipinya yang dapat membuat para wanita menjerit histeris karenanya.
"Mau ku antar sekarang.?" Tanya Min Hyun namun tak ada tanggapan dari Rainia. "Dokter Rain.?!" Panggilnya lagi.
Rainia tersadar dari lamunannya, wajahnya sontak bersemu. Namun dengan cepat ia mendatarkan kembali ekspresi wajahnya. Rainia hanya mengangguk merespon panggilan dokter Min Hyun.
Tingkah Rainia membuat Min Hyun tersenyum. Ia mulai berjalan yang di susul Rain di belakangnya.
"Dokter, berjalanlah di sampingku" Ujar Min Hyun ketika melihat Rainia hanya mengekor di balik punggungnya saja.
"Ah ne." Rain kemudian berjalan di samping Min Hyun lalu memasuki lift.
Sesampainya di lantai yang mereka tuju, Min Hyun membuka pintu salah satu ruangan yang akan di tempati oleh Rainia selama dua tahun kedepan selama berada di rumah sakit Haesung.
Bersama Min Hyun, Rainia memasuki ruangannya. Terlihat bersih dan rapi. Ada sofa dan meja di samping kanan pintu, sedangkan di sisi kiri ada pintu lagi untuk ruang ganti dan toilet. Di tengah ruangan terdapat meja yang cukup besar satu kursi yang akan Rainia duduki dan dua kursi di depan untuk di tempati oleh keluarga pasien saat akan berkonsultasi dengan dokter Rainia. Di samping kiri meja kerjanya terdapat rak buku berukuran sedang, beberapa buku milik Rain sudah terpajang di sana beserta buku mengenai kesehatan lainnya. Di samping meja ada lampu berdiri dan gantungan berdiri yang terbuat dari kayu jati. Di gantungan tersebut sudah menggantung jas dokter Rain.
"Ini ruanganku.?" Rain menolehkan kepalanya pada Min Hyun." Aku rasa ini terlalu besar."
Min Hyun tersenyum. "Semua dokter memiliki ruangan yang sama. Lantai ini di khususkan hanya untuk ruangan dokter termasuk dokter spesialis. Tapi loker untuk perlengkapan operasi ada di koridor dekat ruang operasi. Dan biasanya ruangan yang di pakai untuk berkumpul adalah ruang istirahat dokter."
"Lalu dimana ruangan dokter umum.?"
"Ada di lantai bawah. Ruangan dokter umum hanya tidak ada sofa dan ruang ganti saja. selebihnya sama dengan dokter spesialis." jelas Min Hyun.
"Lalu mengapa saya di tempatkan di ruangan ini.?" tanya Rain lagi.
"Entahlah. Ayahku yang menyiapkan ruangan ini untukmu."
Rainia hanya mengangguk tanda mengerti.
"Kau tidak memakai jas doktermu.? Kurasa sudah banyak yang menunggu kehadiran kita di ruang rapat."
__ADS_1
Rainia mengangguk lalu menyimpan tasnya di meja dan bergegas memakai jas dokternya. Tak lupa ia mengambil nametag yang tergantung dan melihat identitas beserta foto dirinya di sana.
"Kajja." Ajak Min Hyun. Rainia kembali mengangguk, lalu keluar dan menutup pintu ruangannya.
"Kurasa hari ini kau hanya melihat lihat rumah sakit dan mungkin hanya membantu sedikit. Bagaimanapun kau harus beradaptasi terlebih dahulu kan.?" Min Hyun membuka pembicaraan saat menuju ruang rapat. Rainia hanya mengangguk tanda mengerti.
Setelah berdenting pintu lift terbuka. Terlihat dokter dokter mulai berjalan menuju ruang rapat yang pintunya terbuka lebar. Rainia melangkahkan kakinya keluar di ikuti Min Hyun yang berjalan di belakangnya. Tanpa menoleh ia berkata.
"Jangan berjalan di belakangku Sunbae.!" ujarnya mengikuti nada bicara Min Hyun saat di lobi tadi. Membuat Min Hyun terkekeh kemudian berjalan di samping Rainia.
"Mau aku beritahu sesuatu.?" Bisiknya seraya mensejajarkan tingginya dengan Rain.
"Apa.?"
"Neo neomu neomu yepuda Rain-ah." Bisik Min Hyun dengan tersenyum.
Tak ingin di goda lebih lanjut Rainia mempercepat langkahnya meninggalkan Min Hyun yang terkekeh geli melihat tingkahnya yang terlihat manis.
Well. Siapa sangka selama ini ia mengetahui bahwa putranya adalah sosok pria yang terkesan dingin pada perempuan. Kini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat putranya menggoda dokter yang berasal dari Indonesia tersebut.
******************
Hampir delapanpuluh persen dokter yang memiliki peranan penting di rumah sakit Haesung telah berkumpul di ruang rapat yang di gelar pagi ini oleh ketua Kim. Pemilik serta pemimpin utama rumah sakit dan para dokter disana. Setiap dokter duduk berkelompok berdasarkan tugas dan spesialis masing masing.
Ketika semua dokter di pastikan hadir dan duduk dengan rapi, ketua Kim mulai memasuki ruang rapat dan berdiri di depan semua dokter audiens.
"Selamat pagi. Sebelumnya aku berterimakasih atas kedisiplinan kalian yang datang tepat waktu. Hari ini aku akan mengumumkan bahwa akan ada dokter baru yang akan bergabung dengan rumah sakit kita." Ketua Kim memandang ke arah Rain, kemudian melanjutkan pengumumannya. "Tiga bulan sebelumnya, kita sudah memutuskan beberapa kandidat dokter yang akan menjadi bagian dari rumah sakit Haesung untuk mempererat hubungan antar negara. Dan dua minggu yang lalu kita memutuskan akan merekrut satu nama dari semua kandidat yang lulus dalam kriteria rumah sakit Haesung. Dokter yang kita pilih sekarang sudah berada disini." Ketua Kim kembali memandang Rainia lalu mengangguk sembari tersenyum. "Dokter Rainia silahkan kedepan."
Semua dokter audiens memberikan tepuk tangan kepada Rainia. Rainia berdiri dari duduknya dengan wajah datarnya. Ia menghampiri ketua Kim dan berjabat tangan. Setelahnya ia berdiri di hadapan dokter audiens dan membungkuk hormat dengan senyum tipis yang tercetak di bibirnya. Setelah suara tepuk tangan mereda ketua Kim kembali angkat bicara.
"Dokter Rainia mendapatkan duaratus sembilanpuluh suara dari dokter spesialis, dokter umum, dokter kontrak, dan juga dokter magang. Perlu di ketahui bahwa dokter Rainia adalah dokter spesialis bedah umum." Ketua Kim beralih memandang Rainia. "Dokter Rainia, mulai hari ini kau berada di bawah pimpinan Park Ki Yong selaku ketua spesialis bedah umum. Ketua Park aku harap kau membimbing Rainia dengan baik." Ujar ketua Kim yang di balas anggukan oleh dokter Park.
__ADS_1
"Ah.. Ada satu lagi, tahun ini akan ada dokter agensi baru. Dan rumah sakit Haesung telah mewakilkan dua dokter untuk menjadi dokter agensi." Ketua Kim beralih memandang Min Hyun dan salah satu dokter wanita yang duduk tak jauh dari Min Hyun. "Min Hyun silahkan kedepan dan juga dokter Kim Eunri
Riuh tepuk tangan kembali bergema. Min Hyun berdiri di samping kanan ketua Kim sementara Eunri di samping Rainia.
"Min Hyun dan Eunri telah terpilih sebelumnya sebagai dokter agensi karena memiliki usia yang masih muda. Dan mereka tetap berada di bawah pimpinan ketua Park sebagai dokter agensi utama. Kalian akan menjadi dokter agensi dari SM Entertainment."
Gemuruh tepuk tangan kembali bergema sebagai sorakan bangga atas di percaya kembali rumah sakit Haesung untuk mewakilkan dokter mereka menjadi dokter agensi.
Ketua Kim tersenyum bangga, begitupun dokter Eunri. matanya berbinar saat mendengar SM Entertainment, terlebih idol kesayangannya berada di bawah naungan SM Entertainment hatinya bersorak gembira. Sementara Min Hyun terlihat biasa saja bahkan bisa di katakan tidak ada antusiasnya sama sekali.
"Lee Soo Man selaku presdir dari SM Entertainment meminta pada ketua Park untuk mengirimkan dua dokter sekaligus untuk agensinya. Untuk lebih jelasnya ketua Park silahkan kedepan." ujar ketua Kim.
Park Ki Yong maju ke podium rapat. Ia melihat seluruh dokter lalu terkekeh pelan.
"Yaa.. Kurasa artist dari agensi itu bosan ketika menghadapi dokter yang kurang muda dan banyak bicara soal kesehatan mereka."
Pernyataan Park Ki Yong barusan membuat ruang rapat berisik dengan suara tawa.
"Kemudian mereka membujuk presdir mereka agar mengirimkan dokter cantik untuk idol pria dan dokter tampan untuk idol wanita. Dan tentunya masih muda dan segar." Lanjut ketua Park yang membuat ruang rapat kembali gaduh oleh suara tawa.
"Yakk.. berarti kau mengatakan aku tua dan tidak segar ketua Park.?" Tanya seorang dokter wanita senior yang sudah tak lagi muda.
"Ahh.. Aku tahu kau dokter mereka tahun lalu dokter Oh. Sebelumnya juga ada dokter lain yang sebaya denganmu oleh karena itu, mungkin mereka ingin lembaran baru untuk dokter mereka tahun ini." Jawab Park Ki Yong yang kembali menggugah gelak tawa termasuk dokter Oh. Pertanyaan tadi bukanlah pertanyaan serius. Lagi pula ia sudah kepalang untuk mengurusi Byun Baekhyun yang benar benar membuatnya pusing.
"Bagaimana dengan jadwalnya.? Apa mereka bertugas di hari yang sama.?" Tanya dokter Oh.
"Tidak. Aku sudah membuatkan jadwal untuk mereka. Dokter Eunri akan bertugas di hari Senin dan Kamis, sementara dokter Min Hyun pada hari Rabu dan Jumat."
Semua yang ada di ruang rapat mengangguk mengerti.
"Baiklah. Rapat kita berakhir hari ini. Aku mohon untuk saling mengingatkan dan membimbing satu sama lain agar rumah sakit kita semakin maju kedepannya." Tutup ketua Kim meninggalkan ruangan rapat yang diikuti dokter lainnya.
__ADS_1