
Saat ini dalam ruangan bawah tanah mafia Demon Rose terlihat dua orang pria yang satu sedang tersenyum iblis melihat pria lain dalam penjara.
"Si-siapa kamu?kenapa membawaku kesini"ucap pria di penjara.
"Ha-ha-ha, baiklah sebelum bermain kita berkenalan dahulu, nama ku Rian king dari mafia Demon Rose"ucapnya mengangkat sudut bibirnya.
"King mafia Demon Rose,kenapa??aku tidak pernah membuat masalah dengan mu"ucap pria di penjara.
"'Sigh.. Sarmael kan, apakah kamu tahu bahwa kamu sudah menyinggung orang penting di MDR"ucap Rian.(MDR singkatan dari mafia Demon Rose ya)
"Ti-dak, aku tidak tau"ucap Sarmael gugup karena king dari MDR terkenal sangat kejam dan tidak pandang bulu, bukan hanya dia tapi keluarganya pun akan di bantai dengan kejam bila membuat masalah dengannya.
"'Sigh... kesalahan sendiri saja tidak tau, maka kematianmu tidak akan mudah"ucapnya menyeringai.
"prok..prok"suara tepuk tangan Rian memanggil bawahannya. Datang lah bawahnya membawa seorang pria paruh baya dengan wanita paruh baya.
"Ayah...Ibu..."teriak Sarmael saat melihat orang yang di bawa oleh anggota MDR.
"A-apa yang ingin kamu lakukan kepada mereka"teriak Sarmael kepada Rian. Rian hanya melihat Sarmael dengan jijik. Lalu menatap orang tua Sarmael dengan senyum devil.
"Hehehehe.. karena kamu membuat ku kesal maka aku akan menghukum orang tua mu karena tidak bisa mendidik anak dengan benar"ucapnya menyeringai kejam.
Rian berjalan mendekati ibu Sarmael lalu mengiris wajahnya"akkkhhhh"teriak ibu Sarmael, Rian mengukir nama MDR di wajahnya.
"Ha-ha-ha Sangat indah"tawa riang Rian.
'king Anda Sangat kejam, lebih kejam dari Queen'ucap anggota MDR.
__ADS_1
"Hentikan"teriak Sarmael air matanya sudah membasahi pipinya melihat ibunya berteriak kesakitan. Sarmael memohon-mohon kepada Rian untuk melepaskan orang tuanya.
"Heh...aku tidak ingin meninggalkan bibit penyakit, jadi sebelum lahir ia harus di basmi lebih dulu"ucap rian lalu melanjutkan aktivitasnya. Merasa bosan dia menyiramkan air garam ke ibu Sarmael.
"Akkkhhhh"jerit Ibu Sarmael, ayah Sarmael pun hanya bisa menangis melihat penderitaan istrinya.
"Tuan tolong, apa salah kami pada Anda, kenapa Anda Sangat kejam"ucap ayah Sarmael bersujud memohon kepada Rian berharap ia berbelas kasih.
"Heh..salah kalian, jangan munafik. Aku tau kamu melakukan perdagangan manusia, apa lagi itu anak kecil. Kami sudah menyelidiki kalian, aku juga sudah menyerahkan bukti ke polisi. Kalian sekarang sudah jadi buronan"ucap Rian menatap jijik pada mereka.
Mereka terkejut bukan main, pasalnya selama ini ia bertransaksi dengan aman, bahkan negara pun tak bisa mengetahui hal ini karena mereka ada orang dalam.
"Aku sudah melenyapkan pendukung mu agar aku bisa bermain sepuasnya"Ucapnya menyeringai kejam.
Hari itu Rian menyiksa keluarga Sarmael dengan kejam sampai mereka mati.
__________________________
"Shila, bagaimana kondisi mu"ucap pria itu lalu menghampiri Shila.
"..."Shila tidak merespon hanya memandangnya sayu.
"Aku tidak marah, jangan khawatir"ucapnya lalu mendekap Shila dalam pelukannya. Shila hanya membalas pelukannya.
"Maaf"cicit Shila, mengeratkan pelukannya. Pria itu hanya menghela nafas lalu mengelus kepala Shila.
"Sudah lah aku bukan Seigh dan Rian, yang akan marah-marah tidak jelas."Ucapnya.
__ADS_1
"Aku tau kak, hanya sedikit takut kak luxius akan kecewa denganku"cicit Shila dalam pelukan Luxius.
"Oh ya tadi ada orang yang mengecek informasi kamu"ucapnya melepas pelukan Shila.
"Siapa?? Bagaimana??"ucap Shila datar. Luxius hanya tersenyum melihat perubahan ekspresi Shila secepat membalik halaman buku, tapi dia sudah terbiasa.
'Dia sangat manis'batin Luxius tersenyum kecil.
"Dia dari Red Devil, dia mengetahui wajah, namamu, identitas sebagai Queen MDR tapi tidak dengan indentitas sebagai Ceo DBR Companny" jelasnya datar.
"Aku menyelidiki kalau yang mencari mu adalah king Red Devil, namanya Leon."lanjutnya lalu duduk di sofa.
"King Red Devil? kak tolong jangan beritahu yang lain aku yang akan berurusan dengan pria itu"terang Shila lalu duduk di samping Luxius.
"Apa dia pria yang mengambil keperawananmu?"tanya Luxius datar. Shila tersenyum menanggapi pertanyaan Luxius.
'Jadi benar! meski Demon Rose kuat tapi Red Devil tak bisa di anggap remeh, kalau Seigh dan Rian mengetahui ini mereka pasti akan bertindak gegabah' batin Luxius cemas karena dia sangat paham dengan sifat mereka berdua.
"Baiklah tak akan ku beritahu"jawabnya lalu pergi meninggalkan Shila.
"Leon? kenapa harus sama dengan nama si Raja brengsek itu."gerutu Shila, karena dia sangat membenci perilaku pria itu di mimpinya.
'tapi apa memang ini kebetulan? nama si Saintess itu juga Shila, bukankah Saintess itu mengutuk si raja brengsek kalau di kehidupan selanjutnya dia tidak bisa berhubungan dengan wanita' batin Shila.
Berapa lama pun dia memikirkan nya tak membantunya menemukan jawabannya.
"aghh... menyebalkan aku paling benci jika harus memikirkan hal tentang pria"gumam Shila. Dia tidak menggubris masalah itu, memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.
__ADS_1
...
MOHON TINGGALKAN JEJAK😊😉