
Saat ini Leon sedang duduk termenung di mobilnya. Ia sedang memikirkan tentang maksud dari mimpinya tadi. Jun melirik leon yang sedang melamun.
"Ada masalah tuan"jun berkata tanpa mengalih kan pandangan dari jalan.
Note:Presedir itu panggilan saat di perusahaan atau saat sedang bekerja. Namun jika di waktu santai atau senggang dia manggil tuan.
" Tidak"balasnya singkat. Jun tak melanjutkan pertanyaannya dan memilih diam.
'Pasti ada sesuatu' batinnya melirik leon. Sementara yang dilirik melanjutkan aksi melamunnya.
'Apa maksud mimpi itu'batin leon, ia bertanya-tanya kenapa tiba-tiba muncul mimpi itu.
'kuharap bukan hal yang buruk'leon tak memikirkan mimpi itu lagi.
"Crit.." jun memberhentikan mobil di halaman depan rumah.
"Kita telah tiba tuan" ucap jun membuyarkan lamunan leon.
"Hm.." gumamnya, Ia turun dan melangkah masuk kedalam rumah.
"Ceklek" suara pintu dibuka oleh leon.(Leon tuh buka pintu pakai sidik jari di gagang pintu) ia berjalan masuk namun tak menemukan siapapun karena memang sudah tengah malan jadi semua sudah pada tidur.
"Tap...tap.." langkahnya menaikki tangga. Sesampainya di kamar dia langsung membanting tubuhnya diatas kasur.
"Hari yang melelahkan" gumamnya, merasa sangat lelah tanpa berganti leon pun tertidur dengan sangat pulas.
_______________________
Disisi Shila saat ini dia sedang menonton drama kolosal hingga tengah malam, tak henti-hentinya dia mengumpat dan tertawa sendiri. Ya karena ruangan kedap suara jadi gak ada yang dengar.
"Hahaaha rasain... makanya jangan jadi wanita lotus putih kan jadi kena batunya" tawanya senang. Ia sudah menonton drama itu dari tadi dan sebentar lagi adalah akhir cerita.
"Yes...yes... hahaha pria bodoh memang pantas mendapatkannya" riangnya.
"Ceklek" pintu kamar shila terbuka terlihat seorang pria memasuki ruangan.
"Kamu belum tidur" ucapnya memandang shila yang sedang asik menonton drama dari labtopnya.
__ADS_1
"Shila!!ini sudah tengah malam, tidurlah!! tidur larut tidak baik untuk bayimu" tegurnya.
"Kenapa kak Luxius jadi cerewet sih" gerutu shila kesal."Sebentar lagi habis kok, tenang saja!!"lanjutnya.
"Baiklah aku akan menunggu kamu disini sampai kamu tidur" ucap luxius mengalah kemudian memilih duduk disofa sambil memandang shila.
Tak lama kemudian drama itu pun selesai/tamat. Ia sudah membereskan labtopnya. Menarik selimut kemudian mulai memejamkan matanya.
"mimpi indah shila"luxius mengecup dahi shila kemudian pergi meninggalkannya.
....
Di mimbar istana yang sangat megah sudah dipenuhi oleh warga baik tua, muda, dan anak kecil. Mereka menyambut hari bahagia saat ini "Prok...prok" suara tepuk tangan warga, dari teras istana keluarlah pria tampan dengan rambut pirang keemasan kontras mata biru sedalam lautan, ia mengenakan jubah putih bercorak emas.
"Kyaaa... raja baru kita sangat tampan" ucap seorang wanita.
"Kamu benar, aku rela mati asal bisa menyentuhnya walau sedikit"antusias wanita lainnya.
" Teng...teng"seorang pria paruh baya mengenakan baju putih polos, ia mendekati raja muda itu. Mengambil mahkota dan memakaikannya ke kepala raja muda.
"Yang mulai berjanjilah untuk selalu memperhatikan rakyatmu" ucap pendeta itu.
"Saya berjanji" balasnya.
"Saya berjanji" balasnya. Setelah mengucapkan berbagai sumpah Raja muda itu pun resmi dinobatkan menjadi raja kerajaan mongolia.
"Dengan ini penobatan Raja muda kerajaan Mongolia telah berakhir. Sujud dan salam kita pada Raja kita yang mulia Leon verdoreless" ucap pendeta itu.
Sorak sorai warga gembira menyambut raja baru mereka, namun diantara keramaian terdapat seorang wanita bersurai perak sedang menatap benci kearah istana.
'Tidaj bisa!! mereka tidak boleh bahagia, ini tidak adil. Lihat saja kuil suci dan kerajaan mongolia reputasi kalian akan hancur'batinnya mengepal tangannya hingga memutih.
'Tunggulah permainan dari ku'ia tersenyum smirk dan berlalu pergi meninggalkan kerumunan warga.
....
Pagi cerah, sinar matahari mengimusik tidur tenang seorang wanita, perlahan ia membuka matanya.
__ADS_1
"Hoam... " gumamnya sambil meregangkan ototnya yang kaku.
"Kurasa semalan aku bermimpi aneh.. ha...ah... sudahlah aku juga tidak ingat"shila pun memutuskan pergi kekamar mandi untuk mandi.
Selesai mandi shila memakai pakaian ibu hamil, itu agar shila mudah beraktivitas.
Setelah selesai berdandan ia pun turun kebawah berniat untuk makan bersama.
" Tak..tak.."dentingan alat makan memenuhi ruangan itu. Ini merupakan adat bahwa selama makan tidak boleh bersuara/berbicara.
"Apa makanannya sesuai seleramu" tanya seigh
"ya" jawabnya singkat.
"Aku berencana membawa Reisa kerumah ini 3 hari lagi!!" ucapnya memandang shila dengan intens.
"hm.." balasnya malas.
"Hei, aku tidak tau kalau kau akan menikah"Rian menatap Seigh tidak suka.
"Kau saja yang tidak tau"balas Luxius datar.
"Aku tidak bertanya padamu, dasar muka tembok" ejek Rian membuang muka.
"diamlah"erai seigh, ia berdiri menghampiri shila lalu memeluknya. Shila tak membalas pelukan dari seigh.
" Tenang saja kamu tetap nomor satu"bisiknya pada shila. Shila tersenyum dan membalas pelukan seigh.
"Aku pergi kerja dulu ya"ucapnya tersenyum lembut. Shila hanya mengangguk patuh.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada typo
Beberapa hari kedepan akan sulit buat update... juga aku lagi mikirin alur cerita novel ini.
__ADS_1
Tetao nantikan kelanjutan ceritaku ya.
Next eps...