The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 15


__ADS_3

Malam ini ialah malam yang indah bagi sebagian orang. Saat ini di sebuah ruang bawah tanah terdapat 3 orang pria, dua lainnya sudah compang-camping.


"Ampun king... kami tidak bermaksud berkhianat"ucap salah satu pria yang tubuhnya dipenuhi luka.


"Kalian sudah tau kan, MDR(Mafia Demon Rose)tidak pernah mengampuni para pengkhianat"ucap pria yang di panggil king MDR(Rian)


"Tau king, tapi...tapi kami terpaksa"Tutur pria lainnya.


"Baiklah akan ku ampuni keluarga kalian tapi tidak dengan kalian, terima!!"ucap Rian mengalah lagi pula bagaimana pun mereka masih bekas bawahannya.


Mereka berdua mengangguk setuju, karena mereka memohon memang untuk keluarganya.


Meski tak tega, bagaimanapun di MDR semua anggotanya dianggap keluarga, tapi hukum tetap hukum.


"Tenang aku tidak akan memberi tahu Shila kalau kalian berkhianat, Aku akan bilang kalian mati dalam misi mulia membantu negara. Kalian yang ada disini camkan itu, kita adalah keluarga"tegas Rian "Jadi tolong jangan khianati keluarga kalian"lanjut Rian.


"Ya!! king"semua anggota MDR menjawab tegas.


Rian mendekati para pengkhianat itu lalu "dor..dor"dia menembak kepala mereka berdua. Perlahan air matanya menetes, bagaimanapun mereka adalah bagian dari keluarga.


' itulah mengapa Luxius yang mengurus masalah penghianat, karena ia itu muka tembok kecuali dengan Shila' batin Rian.


Menyeka air matanya ia pun berjalan meninggalkan ruang bawah tanah. Anggota lainnya mulai membereskan kekacauan di sana.


Setelah meninggal ruangan bawah tanah, Rian menelpon Luxius.


"Tut..Tut.." tak diangkat oleh Luxius Rian dengan kesal keluar markas menuju mobilnya.


'sigh.. dasar muka tembok kenapa tidak jawab panggilan sih"gerutu Rian lalu menjalankan mobilnya pulang kerumah.


Sesampainya di rumah dengan kesal Rian menaiki tangga menuju kamar Shila.


"Tak...tak.."sura hentakan kaki Rian.

__ADS_1


Luxius yang mendengar sura bising di tangga pun mulai terbangun dia melihat jam menunjukkan pukul 00:30 tengah malam.


Luxius melihat Shila, kemudian mengecek tubuhnya.


"Sudah turun!"gumamnya lalu membenarkan selimut shila.


"Brak"suara bantingan pintu oleh Rian, Shila yang sedang tertidur terbangun, menerapkan matanya dia melihat Luxius dengan mata sayu.


'sigh Rian berengsek'batin Luxius kemudian mengelus-elus kepala Shila agar dia kembali tidur.


"Luxius, kanapa kamu tidak menjawab telepon ku"teriak Rian. Akibat suara Rian, Shila yang tadi akan tidur membuka matanya.


"Bruk"Luxius memukul Rian hingga dia terjatuh meringis.


"Bisakah kamu tidak berisik, tidak lihat kah pukul berapa sekarang, apa kamu lupa kalau Shila sedang sakit"ucap Luxius dingin.


'Astaga aku lupa' batin Rian merasa bersalah.


"Maaf"cicit Rian, Luxius hanya menatapnya datar.


"Aku lapar... adakah yang bisa dimakan" lirihnya. "Akan kucarikan makanan untukmu"usul Rian.


"Tidak perlu, aku sudah membelikannya makanan"ucap Seigh dari luar ruangan.


Ia masuk lalu menyerahkan makanan yang dibelinya. Shila memakannya dengan lahap.


Selesai makan Shila berniat ingin mandi, namun tidak di izinkan oleh Seigh.


"Besok saja, tubuh mu masih lemah jangan banyak bergerak!!"ucap Seigh lembut. Shila hanya menurut saja kemudian kembali tidur tentu dengan mereka bertiga yang menjaga Shila hingga tertidur.


....


Keesokan harinya Shila bangun dari tidurnya merasa tubuhnya sudah fit kembali, dia memutuskan untuk kekantor.

__ADS_1


'Apa aku harus ke negara M' batin Shila.


Dia memasuki kamar mandi dan mulai mandi. Selesai mandi, dia mengenakan pakaian kantor nya.


"Apa alasanku agar bisa memberi darah ku pada Leon"gumam Shila, ia berjalan turun menuju ruang makan.


"Pagi kak"sapa Shila pada ketiga kakaknya.


"pagi juga"ucap mereka serempak, mereka mulai makan.


"Kak, aku akan kekantor sampai jam makan siang lalu pergi ke markas MDR"ucap Shila.


Mereka ingin melarang, namun apa daya memang ada pekerjaan yang membutuhkan Shila.


"Aku akan mengawalmu"tegas Luxius datar. Shila hanya mengangguk pasrah, dari pada nanti dia pingsan lagi.


Shila, Luxius dan Seigh berangkat bersama ke kantor DBR Companny dengan dua mobil. Sementara Rian pergi ke Markas MDR.


Setibanya di Kantor Shila disibukkan dengan tumpukan dokumen di mejanya. Dengan cepat Shila mengerjakan tentu di bantu oleh Seigh dan Luxius.


Tak terasa sudah tengah hari.


"Fiuhh... Akhirnya selesai"gumam Shila lalu memegang ototnya, bangun dari duduknya menatap keluar terlihat pemandangan kota.


'entah sejak kapan aku mulai sibuk akan pekerjaanku saja, harusnya wanita seusiaku sedang bersenang-senang bersama teman-teman, tapi...' batin Shila.


Ia berbalik menatap Luxius dan Seigh. 'Aku tidak menyesal, karena akulah yang memilih jalan ini.'batinnya lalu tersenyum.


'Katanya setiap orang memiliki takdir masing-masing yang sudah di tentukan!! Jangan bercanda!!aku bisa sampai sini adalah atas kerja keras ku, bukan karena takdir.' lanjutnya


"Ada apa Shila, apa kamu baik-baik saja"tanya Seigh khawatir.


"Aku baik kok kak, kalau begitu aku ke Markas MDR ya" ucap Shila lalu mengecup pipi Seigh kemudian pergi ke markas MDR bersama Luxius.

__ADS_1


'Mungkin aku akan menyesal jika tidak bertindak seperti keinginan ku'batin Shila.


Jangan lupa Like, Comment, dan vote.😋😋


__ADS_2