
Matahari mulai menyinari bumi, berbeda dengan keluarga Devindro yang sedang berbahagia. Di rumah Alxender (rumah Shila) semuanya sedang di Landa kesedihan.
Dalam ruangan pasien terdapat 2 orang pria(pasien nya tidak termasuk) siapa lagi kalau bukan Seigh dan Rian. Mereka sedang duduk di samping ranjang pasien. Seigh ada di sebelah Luxius dan Rian ada di sebelah Shila.
Rian saat ini sedang mengelus wajah Shila dengan lembut. Ia berbalik melihat Luxius.
"Kapan kiranya Kak Luxius akan bangun"lirih Rian, dia sedang tidak bersemangat.
Sementara Seigh hanya menggeleng melihat tingkah Rian.
"Tumben kamu memanggilnya kakak? biasanya manggil muka tembok"ledek Seigh. Rian hanya diam tidak menanggapi dia malas berdebat saat ini.
Melihat usahanya tidak berhasil, Seigh hanya menghela nafasnya. Berjalan menghampiri Rian dan menepuk pundak nya.
"Apa kamu tidak ada pekerjaan di MDR? mereka akan baik-baik saja."ucap Seigh namun tidak ditanggapi oleh Rian.
'sigh menyebalkan' batin Seigh
"Aku akan pergi ke Kantor"ucap Seigh berjalan menuju pintu, saat dia membuka pintu terlihat dokter yang merawat Shila di luar.
"Kenapa"tanyanya.
"Itu king...ini laporan medis Queen"ucapnya menyerahkan laporan medis Shila pada Seigh.
Note:Jadi King MDR(Mafia Demon Rose) itu ada 3 yaitu Seigh, Luxius, dan Rian. Tapi yang dikenal oleh dunia luar hanya Rian. Kenapa? karena Seigh mengurus DBR Companny sedangkan Luxius itu terkenal sebagai hacker terhebat bahkan bakatnya lebih hebat dari Shila. (Lanjut)
Seigh membaca laporan dengan teliti, dia menyeringitkan alisnya.
__ADS_1
"Hamil... Shila saat ini sedang hamil 2 Minggu"ucapnya memandang dokter itu meminta penjelasan.
"Iya king... Untung kandungan Queen tidak bermasalah saat kecelakaan. Meski bagaimana pun janin itu adalah bagian dari Queen"ucapnya gugup.
Seigh hanya menghela nafas panjang, kemudian berbalik memandang Rian
'kuharap Rian tidak membuat masalah'batin Seigh, dia melambaikan tangan menyuruh dokter itu pergi. Tak jadi ke Kantor dia kebali duduk di sebelah Luxius.
"Kamu sudah dengar kan!!jangan buat masalah, ingat kondisi Shila"ucap Seigh, Rian hanya mengangguk patuh.
...
Di sebuah dataran rumput hijau, yang dihiasi oleh warna-warni bunga bermekaran indah. Dibawah pohon beringin terdapat dua wanita cantik yang sedang terbaring dengan nyaman.
"Wush"angin menerbangkan Surai hitam milik wanita yang sedang tertidur, merasa terganggu ia membuka matanya. Terlihat manik hitam kecoklatan yang memancarkan kehangatan bagi yang memandangnya. Wanita itu bangun dari tidurnya, menyandarkan punggungnya di Batang pohon beringin.
Ia memandang wanita cantik dengan Surai Perak, perlahan wanita itu membuka mata nya. Terlihat mata kuning keemasan yang memabukkan kaum Adam. Wanita itu bangun dari tidurnya menyandarkan diri di samping wanita bersurai hitam.
"kenapa Shila? apa kamu ingin pulang?"tanya wanita bersurai Perak. (Wanita bersurai Perak itu sang saintess)
Shila hanya mengangguk, jujur dia ingin cepat pulang.
"kapan aku bisa pulang"tanya Shila. Saintess hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Shila.
"Kondisi tubuhmu belum pulih, dari pada kamu kesepian di ruangan hampa, lebih baik aku membawamu kesini!" ucapnya
"Jadi apa yang ingin kamu katakan kepadaku?"tanya Shila.
__ADS_1
"aku ingin bilang selamat kamu akan menjadi seorang ibu, kamu harusnya koma selama 1 tahun tapi Deni kesehatan anakmu aku akan segera membangunkan mu dalam1 bulan. Tapi setelah itu..."jedanya ragu.
Ia menggenggam tangan Shila.
"Setelah membangunkanmu aku akan menghilang, kekuatan ku tidak cukup untuk memulihkan kondisi mu jadi aku hanya memulihkan fisikmu. Saat bangun nanti kamu tidak bisa mengingat apapun... maaf ya"ucapnya lesu.
"Kamu tau kan aku sangat mencintai anak kecil, setidaknya meski dia anak yang kamu dapatkan dengan cara yang tidak benar kamu jangan menyalahkan nya"peringatnya. Shila hanya tersenyum
"Aku tidak menyalahkan bayiku, malah aku sangat senang karena aku memiliki keluarga yang sedarah dengan ku"ucap Shila bahagia.
"Syukurlah, aku hanya khawatir berlebihan"ucapnya sambil tersenyum.
"Oh ya bagaimana kondisi kak Luxius?"tanya Shila khawatir.
"Tenang dia baik-baik saja, dia akan sadar dalam waktu dekat"jawabnya.
Mereka berdua kembali membaringkan tubuhnya di dataran rumput hijau. Memandang langit biru cerah, sungguh pemandangan yang sangat indah.
'Tempat ini sangat indah, andai kak Seigh, kak Luxius dan kak Rian ada disini. Tempat ini sangat cocok untuk berpiknik keluarga'batin Shila. Ia membayangkan bagaimana bila keluarga kecilnya berpiknik dan bersantai di tempat ini.
'mungkin nanti aku akan mengajak mereka berlibur'ucap Shila.
...
Maaf ya jika ada Typo bertebaran.
Next eps..😋
__ADS_1