The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 34


__ADS_3

Sinar matahari pagi membangunkan tidur nyenyak Shila.


"Hoamm..." ia meregangkan tubuhnya, beranjak dari tempat tidur dan pergi mandi. Hari ini adalah hari dimana Reisa pacar Seigh tiba.


Selesai mandi Shila mengenakan pakaian sederhana namun tetap elegan di karena perut buncitnya. Dia turun kebawah menuju meja makan dan makan sarapan bersama Luxius dan Rian.


Mereka berdua sudah terlihat rapi. Selesai makan mereka menunggu di ruang tamu.


"Kapan mereka tiba"tanya shila sambil menonton televisi.


"Sebentar lagi, mereka sudah ada di jalan"balas Luxius datar, ia sedang memainkan laptop miliknya.


Tak lama kemudian.


"Tin..tin"suara klakson mobil


"Mereka tiba"ucap Rian dengan antusias dia sudah sangat penasaran akan Reisa. Mereka bertiga pun menyambut Seigh dan Reisa didepan pintu.


"Selamat datang kakak ipar"ucap mereka serempak.


Reisa tersenyum hangat melihat sambutan ramah oleh keluarga calon suami nya.


"Terima kasih"balas Reisa tersenyum lembut. Mereka pun masuk Menuju ruang tamu, barang-barang Reisa dibawa oleh pelayan kekamarnya.


Shila, Rian, dan Reisa berbincang ringan ditemani Seigh dan Luxius yang sibuk dengan laptop nya.


Hari berlalu dengan cepat mereka pun pergi untuk makan siang. Khusus hari ini mereka memakan masakan Reisa.


"Ini enak"puji Rian, masakan Reisa sangat enak seperti masakan chef profesional.


Mereka makan dengan lahap dan tenang. Selesai makan Shila pamit ke kamarnya.


Setibanya dia merebahkan dirinya dan menonton Drama di laptopnya.


_______________________

__ADS_1


Disisi Leon, dia saat ini sedang berkutat pada laptop. Ia sedang mencari keberadaan Shila.


"Ketemu"ucapnya seraya tersenyum.


"Hmm.. lahan pribadi"gumam Leon membaca laporan di laptopnya.


"Akan sulit menemuinya, terlebih dia tidak mengingatku"ucapnya menutup laptopnya. Ia baranjak dari sofa menuju kamar joan. Dia ingin mendiskusikan sesuatu padanya. Setibanya Leon membuka pintu dan langsung duduk di sofa. Dilihatnya Joan sedang asik bermain games di komputer nya.


"Joan"panggil dengan nada datar.


"Ya"balas joan singkat, dia sedang asik bermain namun Leon seenaknya mengganggunya.


"Aku ingin bertanya cara mendekati nya"ucap Leon namun tak menghentikan aktivitas joan.


"Itu mudah pertama kamu harus pura-pura tidak kenal dan secara tidak sengaja bertemu, kemudian berkenalan"Jawabnya masih berkutat dengan komputer nya.


"Kenapa! bukan kah bagus jika aku langsung memberi tahu kalau aku adalah ayah dari anaknya."ucap Leon datar.


Alis joan berkedut mendengar kalimat Leon.


"Bodoh, dia akan membencimu. Juga akan sulit bagimu untuk mendekati nya"ucap joan kesal, bagaimana bisa dia bersikap angkuh saat ingin mendekati wanita, apalagi wanita itu bukan salah satu penggemar Leon, Bila Leon mencintai wanita yang juga menyukainya maka tidak apa-apa dia bersikap angkuh dan mendominasi.


"Astaga! bagaimana bisa kamu pintar dalam bisnis namun bodoh dalam hal ini" Ucapnya geleng-geleng kepala,namun ia masih tetap bermain.


"Diamlah, jika kamu masih ingin melihat matahari terbit"Ancam Leon. Dia sudah kesal akan tingkah Joan yang seenaknya.


"Ya..ya...maaf"ucapnya takut karena Leon tidak pernah mengingkari ucapan nya. Walau Leon tidak akan membunuh nya namun bisa saja dia akan buta dibuatnya.


"Jangan bertele-tele"ucap Leon dingin.


"Ehemm... jadi bila kau datang dan tiba-tiba mengaku sebagai ayah dari anaknya ia akan membencimu. Pertama karena kamu adalah pria yang mengambil keperawanan milik nya secara paksa. Kedua karena selama ini kamu tidak ada kabar, mungkin dia akan berfikir kamu datang untuk mengambil anaknya. Ketiga bisa saja kamu akan dibunuh oleh kakaknya."Jelas joan panjang lebar. Leon mengangguk mengerti.


"Jadi mungkin sementara jangan temui dia, kamu harus mengurus king MBB(Mafia Black Bear) dulu."lanjut joan masih berkutat dengan komputer nya.


"Baiklah, kamu carilah keberadaannya. Dia harus segera disingkirkan"Balas Leon datar. Diakuinya meski joan seenaknya namun dia adalah orang yang kompeten.

__ADS_1


"Ya, segera"jawab joan singkat.


Leon pun pergi meninggalkan joan yang masih bermain game.


Ia pergi menuju ruang kerja nya dan mulai mengerjakan dokumen melalui komputer nya.


...


Kembali ke joan dia masih asik bermain game. Namun sebuah pesan mengganggu nya. Ia menghela nafas kerena permainan diganggu, membuka email-nya sebelum menyeringai.


"He... rupanya ini hadiah yang dimaksud olehnya" ucap Joan masih tersenyum. Dia mengirim perintah pada anggota MRD(Mafia Red Devil) untuk bersiap karena mereka akan segera beraksi.


Joan mematikan komputer mengambil pistol dan peluru kemudian pergi menuju ruang kerja Leon untuk memberi info bahwa MBB mulai bergerak.


Setibanya Joan langsung mendobrak pintu, membuat Leon menatapnya dengan dingin.


"Maaf, tapi ini penting"Ucapnya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Katakan"balas Leon datar.


"Jadi hadiah dari king MBB telah sampai, mereka ada di sekitar vila."Jelasnya dengan nada serius.


"Ayo kita lihat"Leon berdiri, ia pergi menuju kamarnya untuk mengambil peralatan miliknya. Setelah Leon dan Joan pergi menuju pintu depan.


Saat keluar dan mereka disambut dengan gerombolan pria berbaju hitam.


"Mari berpesta"Ucap joan menyeringai.


Joan dan Leon membantai segerombolan pria itu. Pertarungan terjadi dengan sengit sebelum anggota MRD mengepung dari belakang. Dalam sekejap para penyusup telah dibereskan.


...


Thanks for Readers


Maaf jika ada Typo😊

__ADS_1


Baca karya ku yang baru judulnya "Mengubah Takdir Malang Antagonis"


Next eps...


__ADS_2