The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 9


__ADS_3

Dalam kamar hotel terlihat sepasang pria dan wanita tertidur di atas kasur king size tanpa sehelai benang menutupi tubuh mereka.


"Ugh.."wanita itu mulai membuka matanya. Menerapkan matanya melihat pria asing di sampingnya.


'Sigh... karena kak Seigh belum kembali, jadi kamu selamat pria bodoh'batinnya mulai bangkit mencari pakaian lalu memakainya.


Ia juga memakaikan pria itu pakaiannya kembali. Kemudian mencari laptopnya, ia mulai menghapus rekaman CCTV di hotel itu. Dengan lihai ia menghapus video itu lalu merusak kamera CCTV yang ada di hotel.


'setelah pembersihan selanjutnya penghilangan jejak'batin wanita itu mengaitkan bibirnya.


Ia membopong tubuh pria itu, menghack kunci pintu hotel yang kosong lalu meletakkan tubuh pria itu di atas kasur.


"beres,hehe mungkin dia juga terpengaruh Obat seperti ku, karena kamu tampan jadi aku tidak menyalahkan mu, tapi kak Seigh akan membunuhmu jika ia tau"ucap wanita itu.


"Toh salah ku tidak mengunci pintu, bagaimana jika si bajingan Sarmael yang itu masuk"gumamnya lalu pergi meninggalkan pria itu begitu saja.


Ia berjalan dengan riang kembali ke kamarnya tanpa sengaja ia menabrak tubuh pria.


Bruk.. belum sempat ia jatuh tubuhnya telah di tangkap oleh pria itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini Shila, aku mencari mu dengan khawatir"ucap pria itu.


Shila menatap pria itu dengan canggung,"hehehe.. maaf kakak Seigh tadi aku ada sedikit urusan"ucapnya cengengesan.


Seigh menggendong Shila di bahunya,"Ugh.. kakak turunkan aku bisa berjalan sendiri"ucapnya memukul punggung Seigh namun ia tidak menggubrisnya.


"Diamlah aku sedang marah sekarang"ucap Seigh dingin. Mendengar nada suara Seigh ia hanya diam dan menurut.


"Bruk"Seigh membanting Shila di atas kasur. "'Sigh.."ringis Shila.


"Katakan kepada ku kenapa ada bercak darah di atas kasur ini padahal kamu sudah datang bulan Minggu lalu"ucapnya dingin menatap tajam Shila.

__ADS_1


'sial aku lupa kasurnya'batin Shila


Melihat shila hanya diam Seigh semakin emosi"jawab"teriaknya dengan amarah.


"Aku...itu"ucap Shila terbata-bata."Apa"teriaknya, Shila tersentak kaget karena Seigh tidak pernah semarah ini. Tanpa sengaja membuat air mata Shila menetes.


"Aku...hiks... tidak perawan lagi... hiks"ucapnya sesegukan, melihat shila menangis Seigh melembut ia baru menyadari jika tadi dia membentak Shila.


"Sarmael memberiku obat perangsang,hiks.. aku sudah mencoba menghilangkannya tapi..."ucapnya sesegukan"tapi...karena obatnya Sangat kuat aku lupa mengunci pintu, saat aku kembali dari kamar mandi aku melihat pria asing ada di kamarku hikss" lanjutnya menyeka air matanya


Melihat tubuh Shila gemetaran Seigh memeluknya, ia mengelus-elus kepala Shila." Tenanglah, maaf sudah membentakmu tadi"ucapnya lembut.


Shila menangis kencang, memeluk Seigh"Kakak bukan salah ku, obatnya Sangat kuat juga pria asing itu terkena obat perangsang juga jadi...hiks...kurasa kami impas, aku sudah menghapus jejak, dia tidak akan bisa menemukan informasi ku dari hotel ini"ucap Shila membenamkan kepalanya di dada Seigh.


"Ayo kita segera pergi, aku sangat lelah" ucap Shila lalu memejamkan matanya dan tertidur. Melihat itu Seigh hanya tersenyum dan membaringkan tubuh Shila di atas kasur, lalu mulai menyiapkan tiket kembali ke negara S.


_____________________________


"Ugh..."pria itu mulai membuka matanya,"'Sigh kepala ku sakit"ucapnya lalu bangun dari tidurnya ia mulai melihat sekeliling. 'dimana wanita itu'batinnya.


Pria itu mencari ponselnya lalu menghubungi asistennya.


"Jun, ke hotel ZT segera"ucapnya dingin lalu mematikan ponselnya.


20 menit kemudian Jun sampai di hotel ZT. Saat ini ai berdiri menghadap tuannya dengan takut pasalnya ia lupa memberitahu bahwa semalam adalah malam bulan purnama.


"Jun aku ingin kamu mencari wanita yang tidur dengan ku semalam"ucapnya datar lalu pergi meninggalkan Jun yang sedang terbengong-bengong.


'wanita... tidur'batin Jun memiringkan kepalanya


...

__ADS_1


"tap...tap..."suara langkah kaki pria di lorong hotel.


'Wanita itu pergi begitu saja, melihat kasur yang tidak berantakan ia pasti memindahkan ku ke kamar lain'pikir pria itu.


Ia berjalan keluar hotel kemudian masuk ke mobilnya.


'terlihat dari wajahnya kalau ia wanita yang pintar ia pasti memindahkan ku agar aku sulit menemukannya, heh.. lihat saja aku akan menemukanmu'batinnya, dia mulai memejamkan matanya.


...


"crit.."suara berhentinya mobil.


"Presedir Leon kita telah sampai di perusahaan"ucap Jun.


Leon mulai membuka matanya lalu keluar dari mobil dia pun memasuki perusahaan.


Sesampainya di ruang presedir, ia duduk di kursinya mulai memeriksa dokumen diatas meja.


"Bagaimana penyelidikankannya" ucapnya datar.


"Saya tidak menemukan apapun presedir"ucap jun takut."bruk" Leon membanting dokumen di meja berdiri dari duduknya kemudian berbalik membelakangi Jun.


"Pergilah"ucapnya dingin, mendengar itu Jun langsung pergi dari sana.


''seperti yang kuduga, kucing nakal mengajakku main petak umpet maka akan ku layani''ucapnya tersenyum.


Leon kembali duduk di kursi nya"Meski aku tidak tau siapa kamu tapi wajah cantikmu sangat jelas di ingatanku"lanjutnya.


....


MOHON TINGGALKAN JEJAK😋😊

__ADS_1


__ADS_2