
"Crit" sebuah mobil mewah berhenti di bangunan yang bercorak cina kuno. Seorang pria gagah turun dari mobil melakah menuju bangunan, terlihat papan bangunan bergambar Iblis berwarna merah, Ini adalah markas MRD(Mafia Red Devil).
Pria itu memasuki markas Red Devil menuju keruangan king. Sepanjang perjalanan para anggota Red Devil menunduk hormat padanya.
Dengan ekspresi datar dan aura yang mencekam membuat para anggota Red Devil gemetar ketakutan.
'hiks...king sangat mengerikan'batin anggota Red Devil.
Setibanya dia di ruangan king, dia menendang pintu "bruk" pria yang ada di dalam hanya memutar bola mata malas.
"Tenang kan emosi mu Leon, jangan sampai MRD bangkrut karena kamu merusak barang-barang disini"kritik pria itu.
Pria yang menendang pintu tadi berdecak sebal"ck Joan apa kamu sudah bosan berbicara, kalau iya biar aku buat kamu tidak bisa bicara lagi"ancam leon, dia sudah terbiasa akan sifat Joan yang semena-mena walau begitu dia adalah salah satu teman baiknya.
Melangkah masuk, Leon pun duduk di sofa yang ada disana. "mana paketnya"pinta Leon datar dia tidak ingin bertele-tele.
Joan memberikan kotak paket internasional ke Leon. Kemudian duduk di sebelahnya.
'kenapa dia mengirimkan ku paket'batin Leon heran. Merasa penasaran dia membuka paketnya disana terdapat 1 botol kecil berisi cairan merah dan secarik kertas. Membuka kertasnya kemudian membacanya.
__ADS_1
'Halo king Red Devil, setelah apa yang kamu perbuat padaku, kamu masih bisa melihat matahari juga karena belas kasih ku. Rencananya aku tidak ingin berhubungan dengan kamu lagi tapi apa boleh buat takdir menyebalkan itu membuat kita saling terhubung.
Kamu pasti terganggu akan mimpi tentang zaman kerajaan Eropa, dari nama saja kita bisa tau identitas masing-masing. Menurut mimpi ku kamu sedang dikutuk, sungguh takdir sangat tidak adil. Padahal yang berbuat begitu bukan kamu tapi si raja berengsek itu dan yang paling menyebalkan hanya aku yang bisa melepaskan kutukan mu.
Ehemm.... jadi aku ingin bilang kalau sang saintess merasa iba akan hidupmu yang sekarang. Dia bilang cukup menyedihkan, dia datang ke mimpi ku dan meminta ku untuk membebaskan kutukan mu. Sungguh sangat menyebalkan bukankan dia yang mengutuk kenapa aku yang harus repot-repot melepaskannya. Cih... menyusahkan'
Leon hanya terkekeh pelan membaca surat dari Shila. Joan yang melihat Leon tertawa pelan membelalakkan matanya kaget sebab Leon itu dikenal sebagai gunung es dia bahkan tidak pernah tersenyum sejak kecil.
'menyeramkan'batin Joan merinding, merasa takut dia pun bergegas meninggalkan ruangan itu tanpa pamit, Leon juga tidak menghiraukan Joan dia masih asik membaca surat dari Shila.(back to letter)
'Didalam mimpi ku, jika aku membebaskan kutukan mu jiwaku akan menghilang dan tidak bisa bereinkarnasi, tapi dia malah meminta yang tidak-tidak.
Leon mengambil botol kaca kecil yang berisi darah itu kemudian meminumnya. Entah dia bodoh atau apa Leon tanpa ragu langsung meminumnya.
"aku percaya padamu kucing nakal"gumam Leon setelah meminum darah Shila. Tak merasa efek apa-apa bukan malah curiga dia malah melanjutkan membaca nya.
'Oh ya si saintess itu bilang kalau kutukan darinya sudah hilang jika kamu meminum darahku tapi kutukan lainnya belum. Entah berapa banyak kutukan yang diberikan oleh orang lain kepadamu carilah mereka. Si saintess bilang di kehidupan ini kamu hanya perlu mencari orang dengan nama dan wajah yang sama.
Jika sudah ketemu,pinta darahnya dengan baik-baik bukan mencuri.
__ADS_1
Oh.. juga kamu harus meminta maaf pada orang tua mu sebab tanpa mereka kamu tak bisa dapat kesempatan ini.
Ehemm... jadi setiap keajaiban pasti ada pengorbanan, aku ingin bilang untuk menjauh dari ku karena jika kamu ada memiliki hubungan khusus denganku maka aku akan dalam bahaya. Entahlah aku merasakan firasat buruk hari ini jadi aku mengirimkan paket mu dengan helikopter pribadi.
Aku hanya takut tidak bisa memberimu darah ku tepat waktu. Kalau bisa jika kedepannya kamu bertemu dengan ku pura-pura tidak kenal. Ini demi keselamatanku, anggap ini bayaran karena mengorbankan nyawa ku demi mengobati mu.'
Selesai membaca surat Shila,leon menyeringitkan dahinya.
"Aku lupa... kutukan tidak semudah itu di lepas"Leon menghela nafas, meski tidak rela sebab dia sudah menyukai Shila dari awal tapi demi keselamatannya dia harus menjauh.
"Apa kecelakaan yang terjadi padamu juga karena aku"gumam Leon, tak terasa air mata jatuh membasahi pipinya.
"Maaf karena aku kamu harus celaka...aku akan menjauhimu demi keselamatanmu" Leon pun memejamkan matanya lelah dia sudah banyak pikiran.
Dia yang awalnya berniat pergi ke negara S di urungkan setelah membaca surat Shila.
...
Maaf jika ada Typo, juga hanya ingin curhat entah kenapa setiap episode novel hanya bisa sampai 780 kata entah kerena apa. Maaf jika novelnya pendek, kalau bisa sih ingin panjang.
__ADS_1