
Dalam ruangan terdapat pria sedang mengetik komputer.
"'Sigh... tidak ada habisnya"keluh pria itu, ia melihat jam telah menunjukkan pukul 10 malam.
Ia berhenti sejenak dari pekerjaannya 'kapan semua ini berakhir'ucap pria itu, ia menutup matanya karena kelelahan.
"tok..tok.."suara ketukan pintu, pria itu membuka matanya lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Masuk"ucapnya datar.
"Presedir, ibu Anda bertanya apa anda akan pulang"tanya pria yang mengetuk pintu tadi.
"Jun katakan pada ibu aku masih banyak pekerjaan jadi tidak pulang"ucapnya datar melanjutkan aktivitasnya.
"Baiklah presedir"ucap Jun lalu keluar dari ruangan presedir.
"Ha...ahh"pria itu menghela nafas"apa orang itu masih di rumah? aku tak ingin pulang!!"gumamnya lalu melanjutkan pekerjaannya.
"tak..tak..tak."sura ketikan keyboard. Ia kembali melihat jam menunjukkan pukul 00:30. 'sudah larut, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan'batinnya lelah.
Merasa lelah dia memutuskan untuk beristirahat sebentar, membaringkan tubuhnya pada sofa di sana. "Leon, kenapa namaku harus Leon?"gumam pria itu(Leon)
'sigh kalau saja aku bukan reinkarnasi dari Leon Verdoreless mungkin aku akan bahagia 'batin Leon.
"kenapa takdir sangat kejam pada ku, jika ingin menghukum seharusnya hukum lah Leon Verdoreless bukan Leon Devindro"lirihnya, tak kuat menahan lagi air mata jatuh membasahi pipinya.
"'Sigh... kesalahan masa lalu harus ku tanggung sekarang, melelahkan"gumamnya menyeka air matanya.
"Andai aku bisa mencegah nya"ucapnya mulai memejamkan mata
'takdir yang kejam'batinnya lalu tertidur.
...
__ADS_1
Di sebuah istana yang megah terlihat pria tampan berambut pirang, dengan mahkota emas si kepalanya. Dia saat ini sedang melihat para bawahannya dengan dingin.
"Jelaskan bagaimana Ratu bisa tau kalau aku yang memberi perintah pembunuhan itu"ucap pria itu dingin.
Para bawahannya gemetar ketakutan akan tatapan Sang Rajanya.
"Ampun yang mulia Raja, salah satu dayang pangeran adalah orang Yang mulia Ratu, namanya Riana dialah yang melaporkan kepada Ratu"ucap salah satu dari mereka, dan yang lain hanya menunduk takut.
"Bruk"sebuah tendangan melayang pada orang yang menjawab tadi.
"Kenapa tidak kalian bunuh saja,kenapa dia bisa lolos"teriak pria itu pada bawahan nya.
Mereka semua bersujud memohon ampun dari Raja mereka.
"Bawa wanita itu kemari, karena di aku kehilangan Ratu ku"ucap pria itu dingin lalu kembali duduk di singgasana nya.
"Ba-baik yang mulia"ucap mereka lalu bergegas pergi dari sana.
"Dasar... dia yang buat masalah,kenpa aku yang kena imbasnya"geram pria yang melihat kejadian itu(Leon di masa depan)
"Lepaskan aku! lepaskan aku!"teriak wanita itu.
Dua pria itu melempar wanita itu di hadapan Raja, Leon yang melihat itu merasa iba karena wanita itu mirip dengan ibunya.
"Dasar kamu Raja berengsek, mau apa kamu?"teriak wanita itu.
"Wanita jalang gara-gara kamu Ratu pergi meninggalkan kan ku"ucapnya geram melihat wanita itu.
"'cih..kamu pantas mendapatkannya, oh bukan kah kamu sudah di kutuk oleh saintess ha-ha-ha. Sudah lama aku tidak suka dengan kamu karena selingkuh dan mengasingkan anak dari saintess lalu kamu bahkan tega membunuh anak mu sendiri, kamu memang pantas mendapatkan nya."terang Riana lantang sambil tertawa senang.
"Bruk" Raja menendang Riana hingga terpental terbentur dinding.
"Berhenti"teriak Leon, air matanya telah menetes. Walau ini hanyalah mimpi tapi dia tak sanggup melihat penderitaan wanita yang mirip ibunya itu.
__ADS_1
'kenapa?kenapa dia bisa sekejam itu?juga kenapa aku yang harus menanggung semua akibat dari ulahnya'batin Leon menyeka air matanya.
"Ha-ha-ha, kamu mengejekku wanita sialan"ucapnya menyungging sudut bibirnya."Pengawal"ucapnya lalu datanglah dua orang pengawal membawa wanita hamil besar.
Riana kaget melihat wanita hamil itu"Tinna"teriak Riana. Mencoba bangun dan menghampiri adik sepupunya .
"Bruk... " sebuah tendangan kembali melayang ke perut Riana.
Raja itu mendekati Tinna menjambak rambutnya lalu menghunus kan belati kearah perut Tinna.
"akhhh"rintih Tinna, dengan sadisnya dia memotong lingkaran pada perut Tinna.Terlihat rahim yang buncit membelah rahimmnya
Raja lalu mengeluarkan bayi yang yang ada di dalamnya lalu menghunus belati ke jantung bayi itu.
Tinna hanya bisa menangis lemah melihat bayinya di bunuh.
"Kejam, hiks..kamu sangat kejam bahkan bayi tak berdosa pun tak kamu lepaskan"rintih Tinna kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
"Leon Verdoreless kamu sangat kejam, meski saintess sudah mengutukmu tapi kamu mengulangi lagi"teriak marah Riana.
"Itu akibatnya"ucapnya dingin.
"Kamu!!...karena kamu sangat kejam maka seperti kamu merenggut nyawa yang tak bersalah, maka di kelahiranmu selanjutnya kamu akan merenggut nyawa ibunmu, setiap kehidupan mu tak akan ada kasih seorang ibu.Kamu tak pantas mendapatkan nya."teriak Riana kemudain bunuh diri
"Jangan"teriak Leon.
"Hosh.. hosh"deruan nafas Leon
'mimpi? ha-ha-ha takdir ku memang buruk' batin Leon lalu melihat jam menunjukkan pukul 02:00.
"sigh kenapa harus aku yang menanggung semua kutukan itu"ucap Leon kemudian melanjutkan pekerjaannya.
...
__ADS_1
MOHON TINGGALKAN JEJAK😋😋