The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
26


__ADS_3

Di dalam kamar Shila sedang duduk di atas kasurnya.


"Tok..tok"suara ketukan pintu, Shila melirik pintu.


'kenapa tidak bicara'batin Shila heran, ia bingung karena hanya terdengar suara ketukan pintu saja(maksudnya kenapa orang nya tidak masuk / bicara)


"Tok...tok"suara ketukan pintu terdengar lagi.


'Mengganggu! kenapa hanya mengetuk pintu dan tidak langsung masuk' kesal Shila terhadap orang yang mengetuk pintu.


"tok... tok" suara ketukan pintu yang kesekian kalinya. Shila sudah kesal dengan orang yang ada di luar.


"Berisik!!! kenapa tidak langsung masuk?" teriak Shila.


"kriet.."masuklah seorang pelayan wanita membawa troli makanan.


"Hei, kenapa kamu tidak langsung masuk dan mengetuk pintu tanpa bicara"tanya shila dengan kesal.


"Maaf Queen... ini memang peraturan disini. Para pelayan tidak bisa masuk kecuali dengan ijin.Sebelum diberi ijin masuk kami tidak boleh bicara ataupun masuk sembarangan"ucap pelayan itu menunduk. Ia pun mengambil meja kecil, meletakan meja di atas kasur kemudian menyusun makanan yang di bawa nya.


"Bagaimana bisa ada peraturan seperti itu?" heran Shila.


"Saya sudah mendengar kondisi Anda dari king Luxius, Anda sedang hilang ingatan jadi Anda tidak tau kalau ruang setiap kamar didesain dengan pengaturan kedap suara. Jadi suara manusia dari luar tidak akan bisa terdengar, kecuali getaran suara pada benda. Seperti ketukan pintu tadi."jelasnya


"Jadi apa suara dari dalam terdengar"tanya shila memiringkan kepalanya.


Pelayanan itu merona melihat tingkah menggemaskan Shila.


"Tentu tidak Queen... Suara yang terdengar hanya kata masuk"jawabnya memalingkan wajahnya.


Shila hanya mengangguk tanda mengerti. "Pergilah" ucapnya melambaikan tangan. Pelayan itu pun pergi dari ruangan.


"Rumah aneh, kenapa ada pengaturan seperti itu"heran Shila. Shila tak memikirkan lagi dia pun mulai menyantap makanan dihadapan nya.


'sangat enak'batin Shila senang dengan lahap dia menghabiskan makanan di atas meja.


...

__ADS_1


Diruang keluarga Seigh, Rian dan Luxius sedang duduk saling berhadapan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?"tanya Rian


"Kita lakukan seperti biasa, namun karena shila baru bangun dan dia sedang hamil sebaiknya dia tetap di rumah saja"jawab Seigh dengan datar.


"Tidak kah kau pikir dia akan bosan"ucap Luxius dingin.


"Maksudku biar aku dan Rian saja yang mengurus perusahaan dan MDR(Mafia Demon Rose)"jelas Seigh.


"Kupikir kamu ingin mengurungnya"ucap Luxius datar.


"Tidak baik bagi kandungan nya kalau dia di rumah terus, jadi Luxius kamu harus mengajak nya bermain keluar"ucap Rian datar.


"Panggil aku kakak bodoh"geram Luxius.


Rian tak menanggapi perkataan Luxius. "Dasar muka tembok"ejek Rian


"Cukup!! kita masih banyak pekerjaan, Rian urus MDR sana!"bentak Seigh, dia sudah tidak tahan akan kelakuan Rian yang suka cari ribut dengan Luxius.


"Ini salah mu"ucap Rian datar.


Luxius tidak meladeni Rian, dia memilih pergi mengunjungi Shila.


'Aku ditinggal'batin Rian tidak percaya. Ia pun pergi dari sana menuju markas MDR.


...


Luxius menuju ke kamar Shila, tanpa mengetuk ia pun membuka pintu. Shila terkejut karena pria yang mengaku sebagai kakak nya masuk tanpa mengetuk pintu.


"Bukankah pintunya tidak bisa dibuka tanpa ijin masuk"heran Shila,dia terkejut karena saat sedang makan ada yang masuk kekamarnya.


"Itu hanya berlaku untuk para pelayan dan pekerja tidak untuk mu, dan juga kakak-kakak mu ini"jelasnya tersenyum tipis.


"Kenapa bisa begitu?"heran shika memiringkan kepalanya.


"Di gagang pintu ada X-Ray pemindai sidik jari"jawabnya singkat.

__ADS_1


Shila hanya mengangguk tanda mengerti.


"Jadi, kakak akan jelaskan padamu pengetahuan dasar"Luxius menjelaskan secara singkat tentang kehidupan Shila, identitas mereka bertiga dan hal-hal yang dialami Shila.


"Jadi aku sedang hamil, apa kakak tau siapa ayahnya"tanya shila pada Luxius.


"Tau, tapi Kak Seigh dan Rian tidak tau. Dengar ya jangan pernah memberi tahu mereka."bisik Luxius.


Shila mengangguk patuh, ia menyelesaikan makannya yang tertunda. Setelah semua makanan habis, dengan dibantu Luxius Shila pun pergi mandi.


"Crass...crass.."suara percikan air shower.


'Tidak buruk! kurasa aku akan betah disini'batin Shila, ia mengelus perutnya yang datar.


'meski tidak bisa memberi sosok ayah, tapi ibu janji akan menyayangi mu anakku'batinnya tersenyum senang.


Selesai mandi Shila kembali istirahat, Luxius menunggu sampai Shila menutup matanya.


"Kak aku merasa canggung pada kalian, tapi aku tau kalau kalian sangat tulus pada ku"gumamnya masih menutup matanya.


"Aku senang kamu sudah sadar"ucap Luxius tersenyum tipis.


"Ya...aku senang saat aku sadar yang pertama kulihat adalah kalian."gumamnya pelan.


"Kami akan selalu menyayangi mu"jawab Luxius.


Ia mengelus-ngelus kepala Shila hingga Shila tertidur. Mengecup puncuk kepala Shila.


"Mimpi indah Shila"ucapnya kemudian berlalu pergi.


...


Thanks to Readers


Maaf ya baru bisa update sekarang, aku tuh sedang disibukkan dengan tugas... Sekarang saja masih ada banyak tugas walau sudah berkurang.


Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya😉😉

__ADS_1


__ADS_2