The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 8


__ADS_3

Sarmael meninggalkan Shila lalu berbicara pada pebisnis lainnya.


'Dasar menyebalkan'batin Shila menatap Sarmael. Shila melanjutkan meminum anggurnya, lalu pergi mencari Seigh.


'Aku tidak ingin berlama-lama di sini'batin Shila. Dari kejauhan Shila dapat melihat Seigh sedang berjalan menghampirinya.


"Kenapa, apa kamu merasa tidak nyaman"ucap Seigh khawatir. Shila tidak menjawab hanya mengangguk pelan.


"Aku akan mengantarkan mu"putusnya, Shila menggeleng tanda tidak perlu lalu menarik kepala Seigh agar menunduk.


'Kak ini pesta ulang tahun Sarmael, ingin cepat kembali bisakah kamu membuat nya sibuk'bisik Shila pelan, Seigh khawatir mendengar nada Shila yang tak bertenaga. Namun dengan enggan ia hanya mengangguk menyetujui.


Shila berjalan meninggalkan aula pesta dengan badan yang sempoyongan. Sarmael yang melihat itu tersenyum misterius lalu mengikuti Shila namun langkahnya terhenti karena Seigh menghalangi.


'Cih.. dia pasti sengaja,aku akan melepaskan mu saat ini'batin Sarmael menatap Seigh tidak suka.


....


Saat ini Shila berjalan sempoyongan menuju kamarnya, setelah 10 menit dia akhirnya sampai lalu langsung masuk kemudian melepas highlessnya melempar ke sembarang arah. Dia melepas perhiasannya lalu menyimpan nya ke dalam tasnya.


'Sigh... kepalaku pusing, tubuh ku terasa aneh'batin Shila berjalan menuju kasur dan menjatuhkan dirinya ke atas kasur king size.


'Sarmael bajingan dia memasukkan sesuatu di minuman ku, menyebalkan'lanjutnya lalu melepas pakaiannya dan melempar ke sembarang arah lalu berjalan menuju kamar mandi.


Shila berendam air dingin untuk menghilangkan efek obat


'akan ku cincang kamu nanti' gerutu Shila.


________________________


"Tap.. tap.." langkah kaki pria di koridor hotel.


'Kurasa acaranya sudah mulai'batinnya kemudian memasuki aula pesta.


Terlihat pria mengenakan jasa putih menghampirinya.

__ADS_1


"Presedir Leon senang melihat mu disini, kupikir kamu tidak datang" pria itu tersenyum


"Kebetulan ada waktu luang direktur Sarmael."Balasnya dingin


'sigh... pria menyebalkan'batin Sarmael


Dari kejauhan pria dengan jas biru gelap menghampiri mereka berdua.


"Anda datang presedir Leon?, kupikir tidak!!" ucap pria itu


"Ya sedikit terlambat presedir Seigh"jawabnya datar


"Yah, kamu terlambat Ceo kami tidak enak badan jadi dia kembali lebih dulu. Mungkin lain kali dapat bertemu."ucapnya


Mereka bertiga mulai berbincang masalah bisnis.


Terlihat cahaya bulan purnama menerangi aula pesta melalui jendela transparan.


Orang-orang terpesona akan keindahannya, namun tidak bagi Leon. Saat ini tubuhnya terasa sangat sakit seperti tertusuk seribu pedang.


...


"Hosh...hosh"suara alunan nafas Leon di koridor hotel.


'cih... sial rasanya sangat menyakitkan' batin Leon menggigit bibirnya. Ia berjalan pelan berpegang di dinding hotel.


"bruk"tubuh Leon jatuh ke salah satu kamar hotel karena pintunya terbuka. Ia bangun dan menutup pintu kamar lalu masuk kedalam menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.


___________________________


"Kriet..."suara pintu pintu kamar mandi terbuka, terlihat gadis cantik mengenakan baju mandi wajahnya memerah dia berjalan sempoyongan ke atas kasurnya, namun kaget melihat pria asing di atas kasur.


"Siapa kamu, kenapa ada di dalam kamarku"ucap gadis itu dingin menatap pria asing itu.


Pria itu menoleh melihat gadis itu yang mengenakan pakaian mandi dengan rambut setengah basah mata sayu dengan wajah yang merona.

__ADS_1


"Maaf nona, bisa kah kamu membiarkan ku istirahat disini"ucap pria itu gemetar menahan sakit.


"Tidak bisa, kakak ku akan marah melihat ada pria asing di sini, cepat keluar"ucap gadis itu lalu menarik pria asing itu. Namun karena tidak memiliki tenaga gadis itu malah terjatuh ke atas tubuh pria asing itu.


'sialan... obatnya Sangat kuat aku tak memiliki tenaga, Sarmael sialan akan ku cincang kamu'batin gadis itu menggertakkan gigi.


Pria asing itu menggerakkan kakinya, "Ugh..."desah gadis itu.


'Apa dia terkena obat perangsang'batin pria itu lalu mencoba memindahkan tubuh gadis itu dari atasnya.


"Akh..."desahnya karena pria itu tak sengaja memegang dadanya.


Pria itu menegang karena rasa sakit di tubuhnya mulai berkurang, karena biasanya saat bulan purnama ia akan kesakitan hingga pagi, juga bila ia menyentuh tubuh wanita ia akan merasa tubuhnya terbakar, kecuali ibunya.


Tapi kali ini berbeda, bukan merasa sakit malah membaik.


'Sakitnya berkurang saat aku menyentuhnya' batin pria itu lalu bangkit dan menindihnya. Ia meremas dada gadis itu


"Ah...apa yang sedang kamu lakukan"ucap gadis itu. Namun pria itu tidak menanggapi lalu menggigit telinganya


"Ugh... berhenti"ucapnya gemetaran.Meski begitu karena efek obat membuatnya tidak bisa melawan.


"Bantu aku..."bisiknya ditelinga gadis itu, lalu menjilatnya" Lalu akan ku bantu menghilangkan efek obat itu pada mu" lanjutnya


"Ti-dak perlu"ucapnya lemah. Pria itu lalu membungkam mulutnya,"Ummm..."


'ciuman pertama ku'batin gadis itu.


Desahan-desahan merdu terdengar didalam kamar hotel,"akhh..."ucapnya merasa sakit di area intimnya.


"He-hentikan"ucapnya gemetar. Pria itu menjamah setiap tubuh gadis dibawahnya. "Ha...Ha... ha..."desahnya mulai mencapai puncaknya lalu melepas area intimnya.


'ia perawan, maaf aku akan bertanggung jawab'batinnya kemudian jatuh tidak sadarkan diri.


....

__ADS_1


MOHON TINGGALKAN JEJAK😋😋😋😊😊😊


__ADS_2