The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 18


__ADS_3

Di dalam rumah keluarga Devindro, berkumpul semua anggota keluarga mulai dari Kakek Leon, ayah dan ibu Leon serta ibu tiri(bibi) Leon mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Tentu Leon juga ada disana.


"Jadi, kenapa kamu menyuruh kami berkumpul disini" Kakek Leon memulai pembicaraan.


"Kutukan ku sudah hilang"jawab Leon datar.


"Oh.."ucap mereka serempak.


krik...krik...krik... keheningan yang sangat lama, semuanya sedang mencerna perkataan Leon, yang sadar Lebih dulu adalah ibu Leon.


"Apa??bagaimana bisa?siapa yang melepaskan kutukan mu? apa imbalannya? apa ini benar? kamu tidak berbohong kan?"tanya ibu Leon beruntun.


"Tenang Riana, biarkan dia menjelaskan"kali ini yang berbicara adalah ayah Leon (Juan).


Leon tidak menjawab pertanyaan ibunya ia hanya memberikan kertas yang di berikan Shila kepada ibunya.


Kembali duduk dengan tenang menunggu ibunya selesai membaca surat itu. (Yang kepo isi surat nya lihat aja di eps sebelumnya).


10 menit kemudian setelah selesai membaca surat itu ibu Leon memberikan nya kepada ayah Leon. Dia berlari memeluk anaknya, entah hati seorang ibu sangat senang anaknya bisa terbebas dari kutukan.


30 menit kemudian keadaan kembali menjadi hening.


"Jadi kamu pasti sudah taukan identitas kami sebelumnya"ucap ayah Leon, sedangkan Leon hanya mengangguk.


Ayah Leon berdiri dari duduknya, menghampiri Leon kemudian memeluknya erat.


"Maaf ya!! kamu pasti membenci kami, meski aku sangat ingin memelukmu tapi aku berusaha bertahan hanya untukmu. Maafkan keegoisan kami!!"lirih ayah Leon.


Mendengar perkataan ayahnya tanpa sadar air matanya menetes ke pipinya. Memeluk sosok ayah yang sangat ia dambakan. Entah hanya dengan satu pelukan bisa menghilangkan kebencian selama ini.

__ADS_1


"hikss.... hikss... melihat masa lalu aku memang kejam"cicit Leon. Sosok ayah yang tidak bisa dirasakan nya selama puluhan tahun akhirnya bisa dirasakan oleh nya. Bagi keluarga Devindro hari ini adalah hari yang membahagiakan.


"Bibi juga ingin minta maaf ya... meski ini hanya akting tapi perasaan kamu pasti terluka"ucap Tinna.


Leon teringat mimpi nya bagaimana Tinna yang lagi hamil besar disiksa olehnya dimasa lalu, meski bukan dia.


"maaf"cicit Leon memeluk Tinna, Hari ini dia menumpahkan perasaan yang selama ini sudah ia bendung selama bertahun-tahun.


"Jadi... bagaimana dengan gadis itu?"tanya ayah Leon.


"Entahlah...kabar terakhirnya ia mengalami kecelakaan mobil"lirih Leon. Semua yang ada di sana terkejut, meski sudah tau dari surat tapi mendengar langsung membuat mereka merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu, jika memang menjauh darinya membuat nya tetap selamat, kamu harus melakukannya. Jangan biarkan keegoisan mu membuat nya menderita"ucap ibu Leon. Leon hanya mengangguk.


"Baiklah karena ini hari yang bahagia jadi ayo kita sedikit rayakan, untuk pertama kalinya kita makan bersama" ucap Tinna mencoba mencairkan suasana.


Mereka semua mengangguk setuju


Saat ini di Rian sudah ada di markas Mafia Night Month, tentu dengan anggota MDR(Mafia Demon Rose). Mereka sedang bersiap menyerbu markas MNM, tentu menunggu perintah dari king mereka.


"Eksekusi"ucap Rian dingin, semua anggota MDR sedikit takut kerena Rian tidak pernah seperti itu, biasa nya dia akan bilang 'ayo bermain' tentu dengan nada ceria.


'Pasti terjadi sesuatu yang serius, king sangat menyeramkan'batin semua anggota MDR. Tanpa menunda mereka semua sudah mulai menyelinap kedalam, tak ingin membuang waktu mereka menyusup mulus kedalam tentu dengan melempar kan bom bius.


Rian hanya melihat pekerjaan dari bawahan nya dalam diam, suasananya hati nya sedang tidak bagus.


Tak lama kemudian pembersihan pun selesai. Salah satu anggota MDR membawa kepala ketua dari Mafia Night Month.


"Bersihkan Jejak!!"titah Rian tentu dengan muka datar. Dia pergi begitu saja meninggalkan mereka.

__ADS_1


Rian pergi menuju mobilnya lalu mengemudikannya menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah dengan tergesa-gesa dia menuju ruang perawatan, saat membuka pintu di lihat nya Shila dan Luxius terbaring di kasur pasien.


"Bagaimana?"tanya Rian cemas, Seigh melihat Rian kemudian membawanya keluar dari sana. Mereka berjalan menuju ruang keluarga.


Setibanya di sana Seigh mendudukkan diri ke sofa. Rian hanya mengikuti nya dalam diam.


"Kondisi Shila tidak bagus, dokter bilang benturan di kepala Shila cukup kuat. Saat ini shila sedang dalam masa koma, entah berapa lama dia akan sadar."ucap Seigh datar.


Rian hanya diam, menunduk merasa bersalah.


'aku gagal melindungi nya'batin Rian.


"Tenanglah, meski Shila sedang koma tapi kondisinya cukup stabil. Dia pasti akan sadar pada akhirnya."ucap Seigh menenangkan Rian. Rian hanya mengangguk.


"Bagaimana dengan Luxius"lirihnya.


"Kondisi nya tidak terlalu parah, hanya beberapa luka fisik. Tidak ada masalah, dia akan segera bangun dalam waktu dekat"ucap Seigh, saat ini dia sudah merasa lelah.


"Biarkan mereka dulu, kamu istirahatlah"lanjut Seigh kemudian meninggalkan Rian sendiri.


Rian hanya menghela nafas berat, kemudian pergi ke kamar nya dan istirahat. Dia mang sudah sangat lelah sehabis memusnahkan Mafia Night Month.


...


Maaf jika ada Typo😊


Menurut reader ceritanya bagus gak sih aku bingung mau lanjutin atau buat yang baru.

__ADS_1


Next...


__ADS_2