
Joan kaget saat melihat isi pesan itu, dengan tergesa-gesa dia berlari menuju kamar Leon dengan membawa laptop nya.
"Tok...tok... tok" ia mengetuk pintu dengan tergesa-gesa sebelum seorang pria dengan wajah dingin membuka pintu, meski ingin marah namun ia tunda karena sepertinya penting. Tanpa permisi joan langsung masuk ke kamar Leon mendudukkan dirinya di sofa.
"Ada apa"ucapnya to the point, ia tidak ingin basa basi melihat wajah panik milik joan.
Joan tidak menjawab pertanyaan Leon dia menyerahkan laptop nya kepada Leon, dahinya berkerut setelah membaca email tersebut. Sebelum senyum Devil menghiasi wajahnya.
"Mereka ingin bermain rupanya, joan persiapkan dirimu!! malam ini akan ada pesta berdarah. Tentu harus bersih tanpa jejak"ucap Leon menyandarkan punggungnya dan melipat tangannya. Joan mengangguk patuh mendengar ucapan Leon.
" Tik...tok"waktu menunjukan pukul 12 malam, leon dan joan sudah bersiap-siap menuju pesta(maksudnya pembantaian). Mereka mengenakan pakaian serba hitam dengan masker menutupi wajah mereka.
Leon pergi menuju lokasi pesta bersama joan dan anggota MRD(mafia red devil). Setibanya disana mereka disambut dengan hujan peluru yang mampu membunuh dalam sekejap, namun dengan mudahnya dihindari oleh leon dan joan. Walau ada beberapa anggota MRD yang terluka.
"Dor...dor" leon menembak musuhnya dengan lihai setiap tembakan langsung mengenai target dan mati ditempat. Pertarungan terjadi dengan sengit, pada akhirnya Leon mampu mengungguli mereka.
"Tidak ada musuh yang tersisa king" lapor anggota MRD.
"Lanjut masuk" balas leon datar dan bergegas memasuki markas musuh.
Sepanjang jalan Leon dan anak buahnya tidak menemui musuh satupun, hingga mereka tiba di Atap.
"Bruk" leon menendang pintu menuju atap namun dia tak melihat apapun.
"crezzz" suara elektronik mengalihkan pandangan leon. Berjalan menuju asal suara terdapat rekaman VR menampilkan pria dengan memakai topeng menutupi wajahnya.
"Selamat datang king MRD, bagaimana hadiah ku, apa kau menyukainya"
"Hah! aku tidak menyangka kalau kau itu seorang pengecut, bukan kah kau adalah pemimpin dari Mafia Black Bear" cibir joan pada pria itu.
__ADS_1
"hahaha...belum saatnya kalian berurusan denganku. jadi kerena kalian telah memakan umpan dan datang ke sini, nikmatilah sambutan yang telah aku siapkan"
"Ku tunggu permainanmu" ucap leon dingin
"Dor" dia menembak perangkat elektronik tersebut.
"Ayo pulang"leon melangkahkan kakinya pergi dari sana yang diikuti oleh joan dan anggota MRD. Setibanya dibawah leon memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan tempat ini, setelahnya dia dan joan melajukan mobiilnya menuju vila miliknya.
Di mobil leon tak henti-hentinya memikirkan ucapan king MBB.
'Apapun itu kuharap bukan sesuatu yang mengancam nyawa mereka'batinnya memikirkan shila dan anaknya.
Merasa lelah leon pun menutup matanya.
________________________
Disisi Shila saat ini dia masih asik menonton drama kolosal di televisi walaupun sudah tengah malam.
"Sebentar lagi"jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari televisi. Seigh hanya menggeleng melihat tingkah Shila. Ia menghampiri Shila dan duduk disebelahnya.
"Besok aku akan menjemput Reisa"ucapnya sambil menyandarkan punggungnya.
"Hmm..."respon Shila masih tak bergeming.
Seigh mengelus lembut kepala Shila kemudian memeluknya. "Jangan khawatir bagiku kamu tetap nomor satu"ucapnya pelan.
"Aku tau"gumam Shila diperlukan Seigh.
"Ya sudah, aku kekamar untuk istirahat, ingat jangan kelamaan"Seigh melepas pelukan Shila kemudian berdiri dan meninggalkan Shila sendiri.
__ADS_1
Shila melanjutkan acara nonton nya, tak lama kemudian dramanya habis/tamat. Ia mematikan televisi dan membereskan cemilan nya selama menonton drama. Setelah selesai Shila bergegas menuju kamar nya dan tidur.
...
Di sebuah ruangan yang besar duduklah seorang wanita bersurai perak dia mengenakan pakaian putih polos dengan jubah abu-abu dengan gambar matahari berwarna emas. Ia duduk di singgasana putih keperakan, sangat indah dipandang.
"tap...tap..tap.."langkah kaki banyak orang memasuki ruangan.
Tibalah pria gagah bersurai kuning keemasan dengan mahkota emas dikepalanya. Di belakangnya terdapat banyak prajurit yang berbaris rapi.
"Salam sejahtera Saintess"ucap semuanya kecuali pria dengan Surai kuning keemasan.
Wanita itu berdiri dari duduknya, ia mendekati pria gagah itu dengan anggun. Setibanya di hadapan pria itu, ia mengangkat roknya dan menundukkan hormat.
"Salam untuk matahari kekaisaran,semoga berumur panjang"ucap wanita itu dengan anggun. Pria itu hanya mengangguk merespon.
"Sang Saintess Shila Trivany, maukah kau menjadi pasangan hidup ku"Pria itu mengulurkan tangannya dengan sedikit membungkuk.
"Saya menerima lamaran anda, yang mulia Leon Verdoreless"jawab nya menerima uluran tangan Leon.
Semua orang bersorak gembira tentang lamaran Leon. Senyum mereka tidak pernah luntur.
'Pembalasan dimulai'batin Shila masih tersenyum.
...
Thanks to Readers
Maaf jika ada Typo.
__ADS_1
Untuk beberapa hari ini gak update tuh karena murni aku gak ada ide buat lanjutin ceritanya. Juga aku sedikit spesimis karena sedikit yang favorit karya aku, jadi aku pikir mungkin ceritanya kurang bagus. Rencananya aku mau buat novel baru dan untuk yang ini mungkin akan lama update.
So tetap nantikan karyaku😊😊