The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 14


__ADS_3

Sinar matahari pagi menyinari bumi, orang orang memulai aktivitas sehari-hari.


Dalam ruangan terdapat seorang wanita cantik yang sedang tertidur pulas, perlahan ia membuka matanya.


"hoammm"gumamnya lalu bangkit menuju kamar mandi, selesai mandi turun kebawah mengenakan kaus oblong longgar dengan hotpants pendek, terlihat imut dan manis.


"Tap...tap.."suara langkah kaki menuruni tangga. Ia menuju ruang makan terdapat 3 orang pria tampan sedang duduk menunggunya.


"Pagi kak"ucapnya lalu duduk di kursinya.


"Pagi Shila"jawab mereka serempak.


Mereka mulai makan dalam diam, hanya suara dentingan alat makan di ruangan itu.


Selesai makan Shila memulai pembicaraan.


"Kak Seigh, akhir-akhir ini aku merasa tidak ada tenaga, bisakah kamu menggantikan ku mengurus DBR Companny"ucap Shila menatap Seigh.


"Iya, istirahatlah"jawab Seigh lembut.


"Kalau kamu merasa tak sehat biar aku yang mengurus MDR"usul Rian.


Shila tidak menjawab hanya mengangguk, entah mengapa akhir-akhir ini ia merasa tak bersemangat.


'ha...ah, ada apa dengan ku'batin Shila pandangan nya mulai kabur. Luxius yang mengetahui kondisi Shila langsung menggendong Shila.


"Eh?"heran Seigh dan Rian. Luxius tak menghiraukan yang lain, ia membawa Shila ke kamarnya.


Meletakkan Shila di kasur, lalu mengecek suhu tubuh Shila "Hm...Kamu demam Shila"ucap Luxius khawatir "kalau sakit bilang, jangan buat orang panik oke"lanjutnya.


Shila tak menanggapi Luxius, saat ini ia merasa kepalanya sakit. Tak kuat membuka mata ia pun menutup matanya,suara Luxius tak terdengar lagi.


"Shila....Shila..."Luxius panik kemudian memanggil Seigh dan Rian.


Setibanya mereka,"kenapa?"tanya Rian.

__ADS_1


"Shila demam aku akan merawatnya kalian bergegas lah mengurus pekerjaan."ucap Luxius datar"aku juga tak bisa ke MDR(Mafia Demon Rose), Rian gantikan aku mencari mata-mata MRD(Mafia Red Devil)"lanjutnya datar.


"Baiklah... kamu jaga Shila"ucap mereka serempak.


...


Saat ini Shila berada di tempat yang serba putih.


"Dimana ini?"heran Shila di mencoba berjalan tapi tak ada apa pun.


"Bruk"Shila menjatuhkan tubuhnya, duduk meringkuk."Apa aku sudah mati"tanyanya.


"Shila...Shila"panggil suara seorang pria.


"Kak Luxius?"ucap shila mendengar Luxius memanggilnya, bangun dari duduknya ia mulai berlari mencari Luxius.


"Kak, aku disini...hiks...aku ada disini"isaknya, Shila mencoba mencari-cari namun tak ada apapun, hanya tempat putih kosong.


"Hiks..hiks..kenapa, apa aku sudah mati?" herannya.


Perlahan muncullah lubang hitam di depan Shila.


'apa itu' batinnya. Melihat lubang hitam itu dengan ragu Shila memasuki nya.


"wush"hembusan angin menerbangkan Surai hitam Shila. Ia menerjapkan matanya terlihat wanita dengan Surai perak mengenakan gaun putih sedang melihat ke arah Padang rumput hijau dan bunga warna-warni yang indah.


'Sangat cantik' batin Shila melihat wanita itu. Ia berbalik memandang Shila lalu tersenyum.


Entah kenapa shila mendekati wanita itu, berhenti dihadapan nya.


"Kamu sang saintess itu kan"tunjuk Shila pada wanita itu, dia hanya mengangguk mengiyakan.


"Kenapa aku ada di sini? apa aku sudah mati?"tanya Shila, wanita itu tersenyum lembut.


"Tidak, kamu belum mati"jawabnya, ia berbalik. "Saat ini kamu ada di alam bawah sadarmu, aku yang memanggil mu kemari"lanjutnya.

__ADS_1


Ia berjalan menuju pohon beringin dan duduk dibawahnya, shila mengikutinya dalam diam.


"kamu sudah tahukan masalalu ku"ucapnya, ia tersenyum memandang Shila. Shila hanya mengangguk.


"Leon Verdoreless pria yang aku cintai, tapi dia adalah seorang Tiran yang tidak berperasaan. Sebelumnya dia sangat dingin, tapi lama kelamaan cinta ku mengubah nya menjadi hangat."Jelasnya


Dia kemudian membaringkan tubuhnya di atas rerumputan hijau, Shila pun ikut berbaring mendengarkan cerita sang saintess dalam diam.


"Kupikir dia sudah berubah, karena itu aku menerima lamarannya. Dia berjanji akan selalu mencintai dan membahagiakan ku. Dia juga berjanji akan menjadi raja yang baik untuk rakyat"Perlahan air mata menetes dari matanya.


"Kamu pun tau apa yang terjadi, semua perbuatannya dimasa lalu, berimbas pada kehidupan ini. Hanya..." Ia menyeka air matanya.


" Melihatnya sekarang aku tidak tega, berulang kali dia bereinkarnasi sifatnya tetap sama. Sekarang dia sudah berubah, saat melihat hidupnya aku sedih akan nasibnya"Ucapnya, Dia pun memandang Shila.


"Bisakah kamu menolongnya?" tanyanya.


"Dia pantas mendapatkannya itu"ucap Shila. Wanita menggeleng.


"Setiap orang memiliki kesempatan kedua, begitu juga kamu. Meski kamu membebaskan dia dari kutukan itu jiwamu tak akan menghilang"Jelasnya.


"Baiklah, hanya kali ini saja aku membantumu, setelah ini mau dia mati atau tidak aku tidak perduli"terang Shila.


"Setelah ini jangan libatkan aku dari masa lalu kalian, jangan menentukan takdir ku sesukamu, dalam kamusku baik itu takdir dan masa depan ku aku yang menentukannya."Jelas Shila.


"Terima kasih, berikanlah darahmu pada Leon setelah itu dia akan bebas"ia tersenyum.


Pandangan Shila menjadi buram, perlahan dia membuka matanya. Ia Melihat Luxius tertidur di sampingnya memegang tangannya.


Melihat jam menunjukkan pukul 10 malam ia kembali memejamkan matanya.


...


MOHON TINGGALKAN JEJAK😊😊


Maaf jika ada Typo🤗🤗

__ADS_1


Next eps..


__ADS_2