
Di pagi yang cerah, semua orang disibukkan akan kegiatan nya masing-masing, namun tidak dengan seorang wanita cantik yang saat ini sedang bergulat di kasurnya(maksudnya guling-guling kesana kemari😅).
"Haaaaaaaahh"desahnya kesal.
"Kakak bodoh, kenapa dia tidak datang menjenguk ku disini"gerutunya kesal, ia membanting bantal dan guling kesembarang arah.
"Ceklek"pintu kamar terbuka, seorang pria mengenakan Hoodie hitam masuk, alisnya berkerut melihat nuansa kamar yang telah berantakan.
"Lyla, kenapa kamu mengacau kan kamarmu?"ucapnya datar.
"Humph.. itu salahmu, jangan sok dingin"ucap Lyla memalingkan wajahnya.
Pria itu hanya menghela nafas, ia duduk disamping Lyla dan mengelus lembut kepala Lyla.
"Maaf jika kamu kesepian, namun kita akan memulai rencananya bulan depan. Jadi kamu harus bersabar, ini masih diawal cerita jadi kamu belum boleh muncul." ucapnya dengan nada lembut namun tetap datar.
"Baiklah... aku akan sabar"jawabnya pelan.
"Oh ya kakak bawa sesuatu kan"lanjutnya dengan mata berbinar-binar. Pria itu tersenyum tipis dan mengeluarkan kotak perhiasan. Lyla berbinar melihat nya dengan cepat dia merebut kotak itu dan membukanya.
"Wah..."teriaknya senang, ia mengeluarkan kalung berlian putih berbentuk kupu-kupu.
"Suka?"tanya pria itu.
"Iya"jawab Lyla semangat. Pria itu membantu Lyla memakai kalung itu.
'sangat cantik'batin Lyla memandangi kalung itu dari cermin.
"Kalau begitu aku pergi dulu"ucap pria itu dan hanya dibalas anggukan oleh Lyla yang masih memandangi kalung miliknya.
__ADS_1
___________________________
Disisi Leon saat ini dia sedang berada di kantornya, ia masih mengerjakan dokumen yang berada di mejanya.
"Ceklek"Jun masuk kedalam mendapati Leon yang sibuk dengan berkasnya, sebelumnya Leon memintanya menyiapkan keperluannya selama berada di negara S.
"Presedir semua telah siap"ucap jun berdiri tegap di depan Leon. Melirik Jun sebentar sebelum leon bangun dan menghampirinya.
"Kamu urus semua yang ada disini, joan akan ikut denganku sebagai pengganti mu"ucapny kemudian berlalu pergi meninggalkan Jun sendirian.
"Astaga, pekerjaan lagi"gumam Jun menghela nafasnya pasrah akan kelakuan Leon.
...
Leon berjalan menuju pintu keluar dia dapat menjumpai mobilnya terparkir rapi didepan gedung, memasuki mobilnya iapun menjalankan nya menuju bandara.
Setibanya di bandara dia disambut oleh joan dengan wajah masam, itu karena dia tidak ingin ikut namun ia tidak berani membantah Leon. Joan menyambut Leon dengan senyum yang dipaksakan, Leon tak terlalu peduli dengan joan yang terpenting baginya adalah kelahiran anaknya dan calon istrinya.
Perjalanan menuju negara S menggunakan jet pribadi memakan waktu yang singkat, Leon berangkat pada pukul 1 siang dan tiba di bandara negara S tepat pada pukul 7 malam. Dia dan joan langsung menuju vila pribadi miliknya dipinggir kota, karena memang hari sudah malam ia memutuskan untuk menemui Shila nanti.
Setibanya di vila, Leon langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. 1 jam berlalu ia memutuskan untuk mandi dan turun makan malam yang telah disiapkan oleh koki pribadinya.
Meski jarang berada di sini vila ini tetap bersih dan terawat karena memang Leon mempekerjakan seseorang untuk membersihkan vila dan mengurusnya.
Makan malam berjalan dengan hening, tidak ada yang ingin membuka suara bahkan joan pun menutup mulutnya karena memang mereka sudah sangat lelah dalam perjalanan.
Selesai makan leon dan joan langsung menuju kamar nya masing-masing.
"Bruk"Leon menjatuhkan dirinya di atas kasur.
__ADS_1
"Bagaimana cara ku menyapa nya nanti"gumam Leon sambil menatap langit-langit kamar nya.
"Apa dia akan membenci ku saat tau aku adalah ayah dari anaknya"lanjutnya memejamkan matanya, tak ingin lagi memikirkan hal itu Leon pun mulai tertidur dengan tenang.
...
Disisi joan saat ini dia sedang asik dengan laptop miliknya, ia sedang bermain dengan seru sebelum sebuah notifikasi mengganggu nya, dan akhirnya game over tertulis dilayar.
"Ah... sial..."gerutunya kesal.
Dengan kesal dia membuka email yang mengganggu permainan miliknya. Dengan mulut yang komat Kamit dia membuka email tersebut sebelum membulatkan matanya tidak percaya.
"Astaga, bagaimana mungkin!!"teriak joan kaget akan email tersebut.
...
Thanks for Readers
Maaf ya jika ada Typo.
Besok adalah hari terakhir ujian ya.... Akhirnya stres ku berkurang satu....
Maaf juga jika beberapa hari gak update, sebab selain ujian yang bikin pusing, novel ini juga bikin pusing. Entah kenapa sangat sulit buat pikiran cerita selanjutnya. (Astaga😱) Otak aku lagi blank, gak bisa mikir apa-apa.
Buat eps ini kebanyakan narasi dibanding dialog, aku sengaja, mungkin karena sebelum cerita aku tuh alurnya terlalu cepat dan to the point menurut ku.
Tetap nantikan ceritaku ya😊😊
See you😘
__ADS_1
Next eps...