
Di ruang presedir LD Companny. Leon sedang membaca dokumen dengan serius.
"Brak"suara pintu di tendang.
"Leon!!"ucap joan menerobos masuk seenaknya. Leon hanya menatapnya dingin.
"Apa"Balasnya singkat dia sudah biasa akan perilaku joan yang seenaknya. Sebelum joan berbicara Jun masuk kedalam dengan wajah khawatir.
"Maaf atas kecerobohan saya presedir"ucapnya menundukkan kepalanya."Sudahlah" Leon melambai menyuruh Jun untuk pergi.
"Hei Jun kau itu terlalu kaku, santai saja!!"tegur joan pada Jun.
"Ini adalah pekerjaan saya"balas Jun, ia menunduk dan pergi dari sana.
"Astaga, kenapa anak itu jadi seperti itu"heran joan melihat tingkah Jun.
"Itu sudah biasa"jawab Leon dengan datar.
"Tapi tetap saja, kita kan sudah kenal lama"gerutu nya kesal.
Note: Jadi Jun sudah bekerja bersama Leon sejak usianya 17 tahun, karenanya dia bisa mengenal Joan yang merupakan teman masa kecil Leon(lanjut).
"jadi ada apa kamu kesini"ucap Leon menompang dagunya.
"Oh iya, aku sudah mendapat kabar Queen MDR(Mafia Demon Rose). Saat ini dia sedang hamil 9 bulan, setelah kecelakaan itu dia mengalami hilang ingatan."jawab joan kemudian mendudukkan dirinya di sofa.
"brak"Leon menggebrak meja menatap tajam joan.
"Kamu serius!!"ucap nya dingin. Joan mengangguk mengiyakan pertanyaan Leon.
Leon kembali duduk di kursinya, memijit kepalanya kemudian memandang sendu kearah joan.
"Bagaimana kondisi nya"lirih Leon
"Mereka berdua sehat dan.."jedanya kemudian memandang leon "Leon apa anak itu adalah anak mu"lanjutnya ragu.
"Tentu saja, dia itu memiliki kakak yang overprotektif, mustahil dia berhubungan dengan pria lain."jawab nya enteng.
'hmm benar juga'batin joan memegang dagunya.
__ADS_1
"Memang benar yang kutahu king MDR sangat overprotektif dengan Queen MDR, aku yakin kamu bisa melakukan one night dengannya adalah suatu kebetulan"ucap joan mengangguk-angguk tanda mengerti.
"Kami itu ditakdirkan bukan kebetulan"ucap Leon kesal, ia mengalihkan kan wajahnya.
'astaga dia bisa ngambek'kekeh joan melihat tingkah Leon.
"Kenapa kamu tertawa"Leon menatap joan dengan tajam.
"ehem.. jadi kapan kamu akan berangkat ke negara S"ucapnya mencair kan suasana.
"Besok"jawab Leon datar.
"Hei..hei, bukan kah itu terlalu cepat, bagaimana dengan pekerjaanmu disini?"joan menatap Leon tidak percaya.
"Jun yang akan mengambil alih, dan disana nanti kamu yang akan menemani ku"jawab nya malas.
"Apa?? tidak-tidak, aku tidak mau ikut dengan mu"ucap joan dengan kesal.
"Tidak ada bantahan"ucap Leon dingin. Joan bergidik ngeri melihat tatapan tajam Leon.
"Ha...ah, baik"ucapnya dengan pasrah.
"Bersiaplah segera"ucapnya sambil tersenyum tipis.
"Oh aku lupa bertanya bagaimana kamu bisa mengetahui bahwa Shila sedang hamil"ucapnya menaikkan alisnya heran.
"Memang sangat sulit menerobos sistem milik mereka, namun meski hanya sebentar sistem mereka terbuka seperti ada orang yang sengaja membukanya.
Kerena informasi sistem mereka terbuka jadi aku langsung membobolnya, namun anehnya setelah 5 menit sistem itu langsung terkunci, meski sudah kucoba berulang kali, namun aku tidak bisa membobol sistem mereka lagi"jawab joan dengan wajah serius.
"Apa ini jebakan? apa kamu sudah mengkonfirmasi keaslian data itu"ucap Leon datar.
"Sudah, dan informasi nya asli, mungkin sebaiknya kamu tidak usah pergi, ini pasti jebakan."jawabnya menatap Leon intens.
"Tidak masalah, bahkan jika memang ini jebakan. Kabar bahwa dia hamil adalah asli, aku tidak bisa membiarkan anakku lahir tanpa ayah."jawab Leon enteng.
"Terserah kamu"pasrah Joan.
______________________
__ADS_1
Diruang bawah tanah, terdapat seorang pria mengenakan Hoodie hitam yang menutupi wajahnya.
"Ikan telah memakan umpan, hanya tinggal membuat mereka saling bertemu dan menjalin hubungan. Setelah itu kehancurannya akan tiba"ucap pria itu datar.
"Tidak akan dibiarkan kalian bahagia, tunggu saja"ucapnya penuh amarah.
ia pun pergi meninggalkan ruangan bawah tanah.
"Tap...tap..."langkah kakinya menaiki tangga. Saat dia membuka pintu terdapat pria kekar menatap nya kaget.
"ah... king maaf saya tidak mengenali Anda"ucapnya menunduk hormat.
"Hmm..tidak masalah"ucap pria itu dingin.
"silahkan lewat king"ucapnya sopan.
Pria dengan Hoodie hitam itu pergi meninggalkan tempat itu.
"Kenapa king berpakaian seperti itu"herannya.
'Aneh, king tidak seperti biasanya'batinnya heran, tak memikirkan kan hal itu lagi ia pun pergi keruang kendali. Setibanya disana di lihatnya sistem mereka telah dibobol dan info penting bocor.
"Apa king disini untuk mengatasi masalah ini"ucapnya mengerutkan keningnya.
"Pasti karena ini, Untung saja ada king jika tidak semua info ini akan bocor ke pihak musuh"lanjutnya kemudian menghapus data terakhir.
"Selesai"ia meregangkan tubuhnya kemudian pergi dari ruang kendali.
...
Thanks for Readers
Maaf jika ada Typo😊😊
Spoiler...
Aku mau bilang kalau gak ada musuh dalam selimut ya, baik di keluarga Devindro maupun Alxender. Dikeduanya tidak ada perselisihan, Intinya cerita ini tuh sesuai dengan sinopsis awal cerita ya, intinya ini tuh cerita tokohnya itu menentang takdir miliknya. Buat musuh nya itu orang lain ya.
Penasaran??
__ADS_1
Tetap nantikan kelanjutan cerita ku ya😋😋
Next eps...