The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 25


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cepat, disebuah taman bunga terdapat dua orang gadis cantik sedang merangkai mahkota bunga. Senyuman terukir indah di wajah mereka.


"Shila, lihat!! aku membuat ini untukmu"ucap wanita bersurai perak.


Wanita itu memakaikan mahkota bunga kepada wanita bernama Shila.


"Sangat indah, terima kasih kak saintess"ucap Shila tersenyum lembut.


"Kamu tau hari ini adalah hari kepergian mu, kita sudah bersama sangat lama. Jadi kamu harus pulang kerumah!"ucapnya membaringkan tubuhnya di atas taman bunga.


"Sekarang? apa tidak bisa aku tinggal bersamamu selamanya?"tanya shila. Wanita itu hanya menggeleng pelan.


"Tidak bisa! kamu harus pulang!"ucapnya tegas.


"Tapi! aku bahkan tidak mengingat rumahku"ucap Shila tertunduk sedih.


"Jangan khawatir aku akan mengantarmu" ucap nya.


"Apa tidak masalah? apa mereka semuanya akan baik kepada ku?"tanya shila ikut membaringkan tubuhnya.


"tentu saja! jika tidak aku tak akan mau memulangkan kamu"ucapnya tersenyum.


"Baiklah, terima kasih. Aku janji akan hidup dengan baik"ucap Shila mulai menutup matanya tertidur


'sudah 30 tahun berlalu, waktu pulang Shila!' batinnya.


Perlahan tubuh Shila bercahaya dan mulai menghilang. 'selamat tinggal shila'ucapnya tersenyum.


...


Di dalam ruangan yang mewah terbaring wanita cantik yang sedang diinfus. Perlahan wanita itu membuka matanya, ia melihat sekitarnya tidak ada siapapun. Mencoba bangun dan berjalan "bruk" ia terjatuh.


'Aku tak memiliki tenaga untuk berjalan' pikirannya mencoba bangun, ia kembali mendudukkan dirinya di kasur.


"Sangat lapar!! apa tidak ada makanan"gumamnya mencoba mencari-cari.


"Ceklek"suara pintu terbuka, ia panik dan mulai membaringkan tubuhnya. Memejamkan matanya berharap tidak ketahuan.


Dari luar masuklah 3 orang pria, "tap..tap." ia gugup karena tidak mengetahui ada dimana dan siapa mereka.

__ADS_1


'Apa mereka orang baik atau sebaliknya'batinnya dengan gugup.


"Shila?? kamu sudah bangun"tanya pria pria berambut biru keunguan dan mata merah. 2 pria lainnya bingung mendengar pertanyaan nya.


"Apa maksudmu Luxius"tanya pria berambut silver mata kuning kecoklatan.


"Rian benar! apa yang kamu katakan?sudah jelas kalau Shila masih belum bangun"ucap pria berambut hitam mata ungu kebiruan.


"Kak Seigh, Shila sudah bangun!"jawab Luxius datar kemudian mendekati shila, "Shila bangunlah kami bukan orang jahat"bisiknya lembut ditelinga Shila.


'apa benar?ah sudah lah karena sudah ketahuan tidak ada pilihan lain'batin Shila, Ia mulai membuka matanya perlahan, Seigh dan Rian yang melihat itu menatap Luxius tidak percaya.


"Bagaimana kamu bisa tau?"tanya Rian tak percaya dan diangguki Seigh.


"Itu Karena kalian tidak fokus, bisa dilihat dengan jelas kalau selimut Shila berantakan"jawabnya datar.


"Jadi katakan kepadaku, kamu kenapa?" tanya Luxius pada Shila.


"Bisa saja kan kalian orang jahat"ucap Shila takut.


"Ha..ah"Luxius menghela nafas panjang. "Sudah kuduga! katakan pada ku apa kamu ingat siapa kami?"tanyanya datar, shila menggeleng pelan.


"Tidak! kalian siapa? ini dimana?"tanyanya mulai takut.


"Tenang saja kami adalah kakak mu"ucap Seigh yang mulai mengerti keadaan.


"Apa kamu benar-benar tidak mengingat kami"tanya Rian tidak percaya. Shila hanya mengangguk gugup.


Luxius duduk di kasur kemudian memeluk Shila, awalnya ia memberontak namun karena merasakan pelukan hangat ia ikut memeluk Luxius.


"Percaya?"tanya Luxius mengelus kepala Shila lembut.


"Iya"cicitnya singkat, "kak aku lapar" ucap nya melepas pelukannya.


Luxius tersenyum tipis lalu berdiri.


"tunggulah"ucapnya lalu pergi keluar.


Rian saat ini terdiam beku masih mencerna semua yang terjadi saat ingin bicara Seigh sudah lebih dulu menyeretnya keluar.

__ADS_1


"Hei lepaskan aku"teriak Rian mencoba melepaskan genggaman tangan Seigh.


"Jangan berisik! kalau kamu ingin bertanya nanti saja"ucap Seigh datar.


Shila yang melihat mereka berdua hanya tertawa kecil. "Kekanakan"gumamnya pelan.


Ia mulai membaringkan tubuhnya di kasur.


"Kurasa mereka bukan orang jahat"gumamnya.


____________________


Sesampainya Seigh dan Rian di ruang keluarga, Disana sudah ada Luxius yang sedang duduk santai sambil minum teh.


Seigh mendudukkan dirinya dan diikuti oleh Rian.


"Bagaimana dengan makanan untuk Shila?"tanya Seigh datar.


"Pelayan akan mengantarkan"jawabnya singkat.


" jelaskan!"ucap Rian tidak sabaran.


"Saat masuk, bisa kusimpulkan kalau shila telah sadar, namun aku merasa aneh kenapa dia pura-pra belum bangun dan kusimpulkan dua kemungkinan, pertama dia ingin memberi kejutan kedua dia sedang ketakutan."jelasnya menyeruput tehnya.


"Itukah kenapa kamu menanyakan apa dia sudah bangun"ucap Seigh mengangguk mengerti.


"Ya! saat itu aku melihat reaksinya, matanya sedikit bergetar,initinya dia tidak tau siapa kita dan karena dia tidak menjawab bisa disimpulkan kalau dia hilang ingatan."jelasnya singkat.


"Bagaimana kamu bisa menyimpulkan hal itu"tanya Rian heran.


"Mudah! jika memang Shila sudah bangun, dia pasti akan mengenali kamarnya. Kalau pun lupa dia pasti akan mengenali suara kita. Tidakkah sudah jelas, Orang bodohpun pasti tahu."jelas Luxius datar.


'Sigh... dia hanya ingin bilang kalau dia pintar dan aku bodoh'gerutu Rian.


....


Thanks for Readers😋


Nantikan kelanjutannya!!

__ADS_1


Next eps...


__ADS_2